
" Anak dan istri yang mana yang kau maksud hahh !! Kau sudah bercerai dengannya jadi jangan sebut mereka lagi dengan sebutan itu !! Kau sendiri yang membuat surat laknat itu dan membubuhkan tanda tangan di atasnya .... "
" Bukan urusanmu !! Sekarang katakan di mana mereka bangsat !! Lepaskan mereka !! Jangan menjadi pengecut yang bersembunyi di balik topengmu itu ! Hadapi aku !! " pekik Xavier yang sudah tersulut emosinya . Dua orang yang sedang memegang bahunya sampai kewalahan karena dia ingin merangsek maju untuk memukul pria bertopeng kain yang ada di depannya .
" Lepaskan saja dia .. aku ingin lihat seberapa kekuatannya ! " satu tangan Benedict terangkat seolah meminta dua orang yang menahan tubuh Xavier untuk pergi .
" Tapi Tuan ... "
" Pergi !!! "
Setelah menundukkan kepala dua penjaga itu perlahan melepaskan tubuh Xavier . Mereka pergi ke arah pintu dan berdiri disana karena bagaimanapun tugas mereka adalah melindungi Benedict , sang pemimpin klan .
" Sekarang tidak ada lagi yang menahanmu anak muda , lakukan apa maumu ... " ujar Ben menantang putranya sendiri yang memandangnya penuh kebencian . Tapi diluar dugaannya Xavier tidak seganas tadi , pria itu tampak masih berdiri tegak tidak bergerak sedikitpun .
" Kenapa malah diam ?? Kau kehilangan kekuatanmu ?! "
" Dimana mereka ? Jika kau mempunyai urusan denganku maka selesaikan hanya denganku ! Jangan libatkan mereka . Berapa yang kau minta untuk menebus mereka ?? "
__ADS_1
Bukannya menjawab Ben terbahak mendengar pertanyaan dari putranya . Di saat seperti ini Xavier malah menawarkan sejumlah uang padanya .
" Nyawamu ... aku butuh nyawamu anak muda !! "
BUGGGHHHHH ....
Satu pukulan telak mendarat di rahang Xavier hingga pria bertubuh kekar itu terhuyung beberapa langkah ke belakang . Walau begitu ia tidak berniat untuk membalasnya karena berpikir bisa saja tindakannya akan membahayakan nyawa anak dan istrinya .
" lni untuk sakit yang kau torehkan di hatinya karena kau sudah menceraikan dan mengusirnya dari rumahmu !! "
" Dan ini untuk anak yang bertanya kenapa dia tidak bisa bermain lagi dengan ayahnya dan bertanya kenapa ibunya diam diam mengeluarkan air mata !!! " bertubi tubi pukulan dan tendangan ia layangkan , Benedict geram ketika mengingat sang cucu yang pernah bertanya padanya kenapa ayahnya membiarkan mereka pergi sendiri ke tempat ini . Mungkin bocah pintar itu merasakan jika ada sesuatu yang terjadi antara ibu dan ayahnya .
Banteng besar itu akhirnya luruh ke lantai , selain karena sakitnya pukulan yang ia terima juga karena teringat dengan semua dosa yang sudah ia lakukan pada dua belahan jiwanya .
" Bangun !! Balas aku !! Bukannya kau ingin bertemu dengan mereka ?? Apa hanya seperti ini sikap seorang pimpinan klan Marcos , menyerah tanpa berjuang ? "
" Bangsat !! Tutup mulutmu , kau ingin aku melayanimu hahh ! Baik ... sesuai keinginanmu !! " Xavier bangkit dan merangsek maju bersiap melayangkan pukulan pada pria yang sudah mempermainkan emosinya . Tak peduli dengan darah yang terus menetes dari sudut bibirnya . Dan ...
__ADS_1
BUUGGHHHH ..
Satu pukulan berhasil ia sarangkan di wajah pria berpenutup wajah itu , tapi pria itu tak bergeming . Pria di depannya masih berdiri kokoh tanpa bergerak sedikitpun . Tapi ketika Xavier ingin merangsek maju dan kembali memukul pria di depannya sebuah suara mampu menghentikan langkahnya .
" HENTIKANNN ... !!!! "
Dia pria yang sedang baku hantam itu langsung menoleh bersamaan kebsrah suara yang berada tepat di depan pintu masuk bangunan . Mereka melihat dua orang yang tak asing lagi di mata mereka .
" Paman ... Uncle Greg !! " lirih Xavier yang mengira bantuan sudah datang , dia sangat mengenal sosok Damian McGregor yang merupakan garda kedua pasukan klan Marcos tentu saja setelah Antonio pamannya .
Belum hilang rasa terkejutnya ia melihat pria yang baru saja baku hantam dengannya menghampiri dua panutannya dengan sikap yang sangat tenang . Xavier malah mendengar pria itu menyapa Antonio dengan ramah .
" Hai brother , senang bisa bertemu kembali denganmu .... IM BACK !!! "
Setelah berkata seperti itu Xavier melihat lawannya menarik topeng yang sedari tadi menutup wajahnya . Dan sekali lagi kakinya dibuat luruh ke lantai seperti tidak bertenaga , dia bahkan tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang !!
" Dad .... You're still alive !! "
__ADS_1