
Setelah rapat pemegang saham Xavier segera keluar ruangan bersama Antonio , sedang Ethan tertidur lelap di pelukan ayahnya . Sepertinya bocah itu bosan dengan suasana pertemuan tadi . Antonio dan Xavier selaku pemegang saham terbesar mengumumkan pewaris tunggal klan mereka . Mereka mengenalkan Ethan sebagai tuan Muda keluarga Marcos .
Sore ini Xavier dan istrinya terbang kembali ke Roma karena besok adalah acara pernikahan Augusto . Dan setelah itu mungkin selama tiga bulan ke depan Xavier harus menahan dirinya karena istrinya harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum selamanya tinggal disisinya .
" Kita ke Roma bersama sama sore nanti , Paman juga harus hadir di acara pernikahan ayah angkat Ethan ! " kata Xavier setelah meletakkan putranya di kamar pribadinya yang terletak di belakang meja kerjanya . Sebentar lagi Reina akan datang karena tadi menyempatkan diri melihat cabang gerai fashionnya yang ada di kota ini .
" Aku tidak ada kepentingan di sana ... " sahut Antonio tanpa melihat ke arah keponakannya . Pria itu masih melihat berkas yang tadi dia bawa dari ruang pertemuan .
" Paman , dia pasti mengharap kehadiranmu disana ! "
Antonio sedikit terkejut dengan penuturan Xavier , ditatapnya penuh selidik pria yang berada di balik meja kerjanya . Tapi kemudian ia membuang muka dan menghembuskan nafasnya dalam dalam .
" Apa yang kau tahu tentang aku dan dia ?! Darahku mungkin mengalir di nadinya tapi bukan berarti kami berhubungan baik ! Bagiku cukup ketika melihat dia baik baik saja . Tak ada buruknya menikah , setidaknya ada seorang wanita yang mau mengurusnya sekarang ! " kata Antonio tetap berkeras tidak mau pergi ke Roma menghadiri pernikahan putranya . Dia tidak mau kehadirannya malah membuat suasana kacau , Augusto sangat membencinya .
" Hubungan kalian tidak akan bisa lebih baik ketika tidak ada satupun dari kalian yang mencoba untuk memulainya . Dia punya darah Marcos ... dia saudaraku Paman ! Kau tahu jika dari dulu aku sangat berharap mempunyai setidaknya satu saudara untuk berbagi ! "
__ADS_1
" ltu pilihannya ... "
" Dia tidak pernah memilih dilahirkan di situasi yang Paman dan Bibi Aurel hadapi . Semua anak ingin dibesarkan oleh kedua orang tua yang lengkap . Jika Bibi sudah tidak ada , setidaknya Paman mengungkapkan perhatian Paman dengan nyata . Tanpa sembunyi sembunyi seperti sekarang ! "
Antonio tidak menanggapi kata kata keponakannya , walau mungkin perkataan Xavier benar jika harus ada salah satu dari mereka mengalah . Menyingkirkan ego masing masing untuk bisa saling menerima .
Xavier hanya menghela nafas ketika melihat pamannya itu malah beranjak pergi . Dia tahu selain karena mengasuhnya pria itu juga hidup melajang karena belum bisa melupakan cinta pertamanya yang merupakan ibu dari Augusto .
" Aku tunggu di hanggar Paman ! Dan kami tidak akan pergi sebelum Paman datang ! Kita datang besama sama di pernikahan pewaris kedua klan kita !! " seru Xavier sebelum Antonio menghilang dari pandangannya .
" Hei jagoan kau sudah bangun ?? " kata Xavier yang melihat putranya muncul dari kamar pribadinya dengan raut yang menggemaskan .
" Apa kita akan pulang melihat Daddy Agie ? " tanya Ethan yang tadi sempat mendengar nama ayah angkatnya disebut .
" Daddy Agie akan menikah , jadi kita akan datang ke sana untuk menyaksikan kebahagiaannya . Dan sebentar lagi kau akan punya banyak saudara , apa kau senang !? "
__ADS_1
Bukannya menjawab bocah itu malah tampak mengerutkan dahinya , sangat terlihat jika dia sedang berpikir dengan keras .
" Hei apa yang kau pikirkan !? Kau tidak suka jika punya saudara untuk menemanimu bermain ? "
" Saudala ? Saudala itu apa Daddy ? "
Sebuah pertanyaan yang sederhana dari putranya , tapi cukup membuat Xavier berpikir keras bagaimana cara menjelaskan agar mudah diterima oleh bocah gembul itu .
" Saudara itu adalah teman bermain yang keluar dari perut ibu kita " jawan Xavier sebisanya , hanya penjelasan itu yang terlintas di kepalanya .
" Pelut Mommy ?? Tapi Ethan simpan mainan Ethan di lemali bukan di pelut Mommy ! Daddy jahat !! Pelut Mommy tidak boyeh buat simpan saudala ... tidak boyeh !! Kasihan Mommy nanti belat HUAAAAA ... AAAA !! "
" Ya Tuhan ... maksud Daddy saudara bukan mainan , jangan menangis "
Dan nyatanya semakin di bujuk bocah itu malah bertambah keras menangis .
__ADS_1