Im Back

Im Back
154


__ADS_3

" Tapi Daddy salah , kematian bukan jalan satu satunya untuk menyelesaikan masalah ! Daddy sudah membuat seorang putra menjadi yatim ... membuat seorang wanita menjadi janda ! " ujar Reina yang sangat ingat jika suaminya sangat membenci ibunya karena sudah membuat pria itu kehilangan sosok ayahnya .


" Jalan itu adalah jalan yang terbaik waktu itu . Magdalena selalu menyimpan sendiri perih dihatinya karena dia tahu walau sudah menjadi ibu dari putraku tapi nyatanya aku masih bisa belum memberikan hatiku padanya . William Jones harus berpura pura tidak melihat luka di hati ibumu agar tetap sanggup bertahan di sisinya . Dan aku tidak bisa hidup dengan terus menerus menyakiti orang orang terdekatku . Xavier akan menemukan sosok seorang ayah pada Antonio ! Aku yakin Antonio bisa mendidiknya dengan baik , dan untuk membalasnya aku juga mendidik putranya Augusto Marcos ! "


Agie berdecih ketika Ben menyebut nama belakang yang tak pernah disukainya , itu mengingatkan dia pada sosok ayah yang bahkan tak mengetahui keberadaannya . Bisa bisanya pria itu melenggang pergi setelah menitipkan benih di rahim ibunya .


" Sudah terlalu malam sayang , sebaiknya kau beristirahat ! Besok pagi pagi sekali Daddy akan mengajakmu ke suatu tempat . Dan bukannya kau akan kembali ke kediamanmu ? Kembalilah sekarang karena badanmu pun butuh di istirahatkan , luka diperutnya baru saja pulih .. " kata Ben melihat dua orang muda di depannya satu persatu .

__ADS_1


" Baik Dad ... " sahut Reina dan Agie bersama sama . Mereka berdua juga merasa jika pembicaraan ini mungkin bisa di lanjutkan esok hari , sangat terlihat jika Benedict Marcos menahan semua kekalutan hatinya sedari tadi .


" Apa perlu aku memindahkan Ethan ke kamar Dad ? Aku takut dia bisa mengganggu istirahatmu . Jika malam biasanya dia minta susu dan makan beberapa keping biskuit karena perutnya lapar " ujar Reina sebelum melangkah pergi dari balkon tempat mereka berbicara .


" Jangan , biarkan dia bersamaku . Bawa saja susu atau biskuit yang biasa dia makan ke kamarku " sahut Ben sambil menghabiskan kopi di cangkirnya . Walaupun sangat lelah tapi hatinya bahagia ketika berada di dekat bocah bertubuh gembul bernama Ethan itu , pewaris Marcos yang suatu saat akan menjadi orang besar yang bisa dia banggakan .


" Tapi .... ehmmm apa Daddy bisa membuat susunya ?! "

__ADS_1


" Kebiasaan cucuku sama persis dengan kebiasaan Xavier dulu sayang . Walau aku tidak bisa mencintai ibunya tapi aku adalah ayah yang baik . Setiap.mslsm aku yang akan bangun untuk membuatkan susu untuk Xavier saat malam hari karena aku tahu istriku pasti sangat lelah mengasuh bocah itu saat siang harinya "


Reina tersenyum.dsn menganggukkan kepalanya , ia segera pergi ke kamar untuk mengambil susu Ethan dan satu bungkus biskuit khusus balita yang selalu ada di tas persediaan makanan putranya .


" Tumben otaknya bisa berjalan cepat , orang orang putramu sudah ada yang sampai di dermaga Dad . Bersiaplah bertemu dengan pewarismu !! Adik tersayangmu mungkin juga akan berkumpul semua disini besok ... "


" Biarkan saja , jangan ada satupun dari orang kita yang mempersulit mereka . Tanganku sudah gatal menghajar bocah bebal itu ! Bisa bisanya ia membuang istri dan anaknya sendiri padahal baru menikah beberapa hari . Saat orang lain mati matian bersatu untuk mewujudkan cinta , dia malah dengan mudahnya melepas cinta yang sudah ada dalam genggamannya !!! "

__ADS_1


" Terserah Dad ... tapi bersiaplah menghadapi monster naga lainnya jika kau berani menyakiti salah satu pewaris klan Marcos !! " ujar Agie sambil melangkah menjauh , dia lambaikan tangannya seolah mengucapkan selamat tinggal .


" Aku akan sangat menantikannya ... "


__ADS_2