Im Back

Im Back
85


__ADS_3

" Kenapa kau tidak bisa bergerak cepat ?? Keuangan kita sudah menipis , bahkan lbu sudah seminggu tidak bisa perawatan . Bisa bisa kulit lbu keriput karena kebodohanmu !! " teriak Lorena di sambungan telpon , wanita itu sedang menelpon putrinya yang saat ini masih ada di Roma untuk mengejar Jake , pria yang dulu tidak masuk dalam kriteria mereka .


Akhir akhir ini mereka mendengar kabar jika keluarga Callahan sudah merambah bisnis minyak dan baru mereka tahu jika Jake juga mempunyai usaha lain yang cukup menjanjikan untuk menopang hidup mereka . Selain bekerja sebagai dokter , Jake memiliki saham besar di beberapa perusahaan besar .


" Ibu pikir mudah untuk membujuknya ?? Dia seorang dokter , pasti cepat atau lambat dia akan mengetahui jika anak ini bukan miliknya !! Cepat atau lambat ia pasti akan melakukan tes DNA ... "


" Ckk itu soal mudah !! Dia adalah dokter , tapi lbu adalah pesulap . lbu akan membuat anak dalam perutnya menjadi anaknya ! Secarik kertas tidak akan bisa menghalangi jalan kita . Sekarang bersiap siaplah karena besok pagi kau akan pergi ke Colmar , kau akan mengunjungi calon mertuamu disana !! "


Stacy menutup sambungan ponselnya , sejak kehamilannya dia menjadi sangat mudah lelah . Kadang dia ingin menyerah dengan hidupnya dan hidup biasa biasa saja walau mungkin awalnya akan terasa sangat berat .


Dulu pernah terlintas dalam pikirannya untuk bertemu dengan saudara tirinya , tentu saja bukan untuk minta maaf tapi untuk memohon pada Jenni agar mau mengembalikan Xavier padanya . Jika keinginan ibunya sudah terpenuhi maka hidupnya akan lebih tenang .

__ADS_1


Dilihatnya setiap sudut kamar yang dua hari ini sudah dia tinggali , beberapa hari tinggal sendiri tanpa memikirkan beban apapun ternyata sangat menyenangkan . Jika bosan biasanya dia akan turun ke bawah untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar pertokoan yang tak jauh dari hotel .


Kadang hatinya tergerak ketika membaca sebuah papan pengumuman lowongan pekerjaan yang tak sengaja ia jumpai . Stacy ingin sekali bekerja , selain untuk mendapatkan penghasilan ia juga ingin mengisi harinya dengan sebuah kegiatan . Bosan rasanya jika setiap hari harus berjalan jalan di mall ataupun harus berdandan dengan tebal agar semua adam yang melihatnya tergiur padanya .


Jennifer Jones ... sebuah nama yang sampai sekarang pun amat sangat dia benci ! Dulu saat ibunya menikah dengan William dia sudah punya harapan jika dia akan menjadi satu satunya untuk kedua orang tuannya .


Dia begitu senang karena mempunyai ayah baru yang tidak pernah pulang dalam keadaan mabuk , tak pernah berkata kasar ataupun melakukan kekerasan pada dirinya ataupun ibunya .


Akhirnya wanita yang sedang hamil itu merebahkan tubuh di atas ranjang king sizenya, , sepertinya pagi ini dia merasakam kebiasaan buruknya . Stacy sudah sangat mengantuk dan ingin bermalas malasan menikmati setiap detik kebebasannya .


*

__ADS_1


Sementara seorang pria dengan tubuh yang tinggi besar sedang berdiri di samping ranjang Agie yang masih terlelap . Ketika melihat Clara keluar ruangan Antonio segera masuk untuk melihat Augusto .


Dia menghembuskan nafasnya dalam dalam ketika melihat pria tampan yang selalu membenci dirinya itu . Ada rasa sesal ketika dulu dua puluh empat tahun yang lalu meninggalkan wanitanya yang sedang mengandung .


Sebenarnya bukan sengaja meninggalkan , tapi dia memang tidak tahu jika wanita yang dicintainya tenyata sedang mengandung . Saat itu dia baru berumur sembilan belas tahun , Dan kakaknya tiba tiba mengirimnya untuk study di luar negeri . Benedict Marcos atau kakaknya ingin dia menjadi penguasa dunia bisnis nantinya .


Dan ketika pulang ia malah pergi menjauh ketika melihat wanitanya menggendong seorang anak , Antonio berpikir jika ibu dari putranya itu sudah menikah dengan pria lain dan melahirkan seorang putra . Dia hanya tak ingin menjadi batu kerikil dalam sebuah hubungan yang di ikat dengan seutas tali suci yang bernama pernikahan .


Dan itu akan menjadi penyesalannya seumur hidup , wanitanya membesarkan Agie tanpa ada dukungan dari siapapun , tanpa sepengetahuannya Augusto dan ibunya hidup terlunta lunta dengan setiap hari mendapat sindiran dan hujatan .


" Syukurlah jika kau tidak apa apa son , aku tahu pria kuat ! Cepatlah sembuh agar bisa menghajar ayahmu ini ... "

__ADS_1


__ADS_2