Im Back

Im Back
135


__ADS_3

" Apa ada masalah dengan dua saudarimu ? Kenapa Tuan Peter pagi pagi sudah menyempatkan diri datang ke rumah kita !? " tanya El yang melihat suaminya sudah berada di kamar ketika ia sudah selesai mandi .


" Hanya masalah bisnis , aku sudah biasa menghadapi itu setiap hari ! Sudah menjadi bagian hidup jika itu soal dijatuhkan atau menjatuhkan " jawab Agie yang harus menahan nafas ketika memikat tubuh sang istri yang terbungkus dengan jubah mandi dengan panjang di atas lutut . Dia tahu tak ada sehelai benang lagi di dalam sana .


El semakin salah tingkah ketika melihat langkah suaminya semakin dekat , sepertinya Agie juga akan membersihkan diri karena pria itu datang menghampirinya dengan membuka kaos yang di kenakannya . Membuat El harus membuang muka agar tidak tergoda pahatan sempurna yang ada di depannya .


" Kau sudah selesai sayang ? "


" Tentu saja , aku sudah siapkan air di bath up jika kau ingin berendam . Hanya tinggal memberi sabun dan aroma terapi saja . Aku akan ke bawah untuk membuat sarapan ! " kata El dengan kepala menunduk ingin segera menjauh . Tapi niatnya urung ketika tangan Agie sudah melingkar diperutnya .


" Makan yang banyak sayang karena mungkin saja hari ini kita akan berada di kamar seharian . Sudah saatnya mansion ini kita penuhi dengan tawa anak anak kita " bisik Agie yang langsung membuat wajah istrinya semakin gugup dan malu . Dengan wajah menunduk El berlari ke arah walk in closet setelah sang suami berhasil mencuri satu ciuman darinya .


El segera turun ke bawah saat suaminya masih berada di kamar mandi . Agie benar jika mungkin dia harus makan banyak untuk menyiapkan tenaganya . lni yang pertama bagi mereka , pasti akan banyak kesulitan akan mereka lalui .


Selesai mandi Agie segera memakai baju agar bisa cepat menyusul istrinya ke bawah , tapi matanya mengernyit karena sebuah file trkirim padanya . Bibirnya tersungging ketika melihat file sebuah tiket pesawat atas nama Phillipe Dawson terkirim padanya . Nama pria yang merupakan ayah dari salah satu saudarinya , Clara .


" Akhirnya kau bergerak juga Dad , sepertinya akan lebih menyenangkan jika kita bermain main dahulu ... " lirihnya dengan kembali meletakkan ponselnya di atas nakas .

__ADS_1


Sebelum turun menuju dapur Agie menemui kepala penjaganya , saat ini tiga orang bertubuh besar berdiri di depannya dengan sikap hormat . Agie hanya mengatakan satu kalimat dan pergi setelahnya .


" Perketat penjagaan di sarang kelinci ... "


" Saya mengerti ! " sahut salah satu dari ketiga penjaga itu .


*


Sepertinya ada yang tahu jika saya sedang mencari informasi tentang tabir kematian kakak anda . Beberapa rekan yang saya datangi bungkam , mereka tidak bisa mengatakan apapun karena terikat janji karena berhutang budi pada seseorang . Seseorang benar benar menutup jalan kita Tuan , tapi tenang saja sepandai pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga . Saya yakin pasti ada sedikit celah yang bisa kita gunakan untuk membuka tabir itu ....


Clara berjalan mendekat ke arah suaminya yang sedang berdiri di pinggir pantai , pandangan pria berumur itu jauh kedepan dengan sesekali menghela nafasnya . Sangat terlihat jika pria itu sedang berpikir tentang sesuatu .


" Bae , kenapa harus menikmati angin segar ini sendiri ? Ada yang sedang kau pikirkan ?! " tanya Clara memeluk suaminya dari belakang , dihirupnya aroma khas sang suami yang selalu membuat hatinya tenang .


Antonio mengambil dua tangan yang melingkar diperutnya dan mengecupnya , di bawanya tubuh sang istri ke depan hingga kini berada dalam rengkuhannya .


" Kau sudah makan ? "

__ADS_1


" Kau sudah makan !? "


Antoni menggigit lembut daun telinga istrinya dengan gemas , wanita itu selalu saja menjawab pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan .


" Aku ingin memakanmu sayang ! Tadi sepertinya Nyonya Dawson mengatakan ingin pergi ke pusat perbelanjaan di pulau seberang , kau tidak penasaran untuk ikut !? "


" Ya dan kau memberikan black cardmu untuknya , kau tidak tahu seberapa kalapnya kami perempuan jika sudah berbelanja ! Bersiaplah untuk miskin Tuan ... " kata Clara karena tadi ibunya mengatakan jika Antonio memberikan black card milik pria itu untuk digunakan berbelanja dengan dua saudara iparnya .


" Setelah aku menikahimu kau adalah segalanya untukku , jadi aku tidak takut kehilangan yang lainnya . Cukup dirimu ... "


Bukannya tersanjung tapi Clara terbahak mendengarnya , pria sedingin es kutub utara itu ternyata bisa juga melancarkan sebuah kata kata manis .


" Aku tidak sedang bercanda Nyonya Antonio .. " ujar Antonio berdecak melihat tawa istrinya .


" Kau seksi jika sedang berkata manis seperti ini , kau membuatku sangat berhasrat saat ini tuan suami ... " lirih Clara yang langsung terpekik ketika tubuhnya melayang diangkat dalam bopongan suaminya .


" Dengan senang hati aku akan melayanimu Nyonya ... "

__ADS_1


__ADS_2