
" Aaakkhhhh .... "
Magdalena langsung mendekat ke arah putranya yang terbaring di ranjang pasien ketika mendengar suara lirih putranya yang sepertinya sudah terbangun . Siang tadi dia di kabari oleh Edgar jika Xavier harus di larikan ke rumah sakit karena pingsan . Dan dokter mengatakan jika selain kelelahan putranya juga mengalami dehidrasi . Asam lambung Xavier meningkat tajam karena selama beberapa hari tidak makan dengan teratur .
" Sayang ... pelan pelan " kata Magdalena yang melihat putranya ingin bangkit dari tidurnya . Pria itu terlihat memijit pelipisnya , mungkin merasa pusing karena bangun dengan tiba tiba .
" lbu ... aku harus mengejarnya ! Aku harus bertemu dengannya sekarang !! "
SRAATTTTHHHH....
" Aaaaa ... kenapa kau lepas infusnya ! Kau masih lemah ! Jangan menakuti lbu ... tetap ditempatmu ! " pekik Magdalena panik melihat Xavier mencabut paksa infus yang terpasang di tangannya dan kemudian berjalan terhuyung ke arah pintu kamarnya .
Edgar yang baru saja datang langsung tanggap keadaan , dia terpaksa mendorong tubuh sahabatnya agar kembali ke ranjangnya .
" Brengsek !! Biarkan aku pergi !! Aku ingin bertemu dengannya ... " hardik Xavier pada Edgar yang membuat dirinya harus kembali ke ranjang pasiennya . Kondisinya yang lemah membuat dia terpaksa menurut pada wakil CEOnya itu .
Tapi pria dingin itu memekik tertahan ketika tangan sang ibu memukul keras bahunya .
" Keras kepala ! Kau tak bisa mengejar siapapun dengan kondisi seperti ini . Jangankan mengejar ... kau akan terjatuh saat mencapai pintu kamar ini ! Lagipula tidak ada musuh yang harus kau kejar , ini di rumah sakit bukan di medan perang ! "
__ADS_1
Edgar hanya tersenyum lebar mendengar omelan dari nyonya Besar Marcos itu . Hanya perkataan Magdalena yang tidak pernah di bantah oleh pria dingin sahabatnya itu . Magdalena belum mengetahui jika putranya sudah menyakiti wanita yang digadang gadang akan menjadi calon menantunya .
Seorang dokter dan perawat datang untuk memeriksa keadaan Xavier , mereka pasrah ketika pria dingin itu tidak mau dipasangkan kembali infus di tangannya .
" Bagaimana anak saya Dok ?? " tanya Magdalena pada dokter yang memeriksa putranya .
" Tuan Xavier baik baik saja Nyonya , hanya saja harus istirahat total selama dua atau tiga hari kedepan ... "
" APAAA !!! Siapa kau hingga berani mengaturku !! Aku bukan pesakitan yang harus dikurung ... aku baik baik saja !! Aku harus pergi ! " teriak Xavier hingga dokter yang menanganinya langsung berwajah pucat . Dokter itu sangat tahu bagaimana sepak terjang pengusaha yang punya kuasa besar itu .
Magdalena harus berkali kali menghela nafasnya sedang Edgar hanya bisa menggelengkan kepalanya .
" Baik Nyonya "
Sebelum mencapai pintu Magdalena menatap tajam putranya yang lagi lagi ingin beranjak dari ranjangnya .
" Kau akan tetap di ranjangmu sebelum lbu mengijinkanmu untuk keluar dari tempat ini ... ini perintah !! Kau dengar itu !! "
Xavier hanya mendengus kesal , dia mengibaskan bahunya yang sempat dipegang oleh Edgar untuk mencegahnya turun dari ranjang rawatnya . Pria itu akhirnya merebahkan tubuhnya karena sebenarnya ia masih merasa sangat pusing .
__ADS_1
" Mau kau kejar kemana ?? Mereka sudah kembali ke Roma dengan pesawat pribadi . Sekarang yang terpenting adalah membuat dirimu cepat pulih dan kejar anak dan is ... maksudku calon istrimu . Dengan keadaanmu seperti ini aku jamin kau tidak akan mendapat apapun !! "
" Mereka sudah pergi ??!! "
" Kau pikir Reina akan duduk manis dan menantimu untuk datang menjemputnya ?? Kau pikir dia adalah Stacy yang tergila gila padamu hingga mampu melakukan segala cara untuk mendapatkan dirimu !!? "
Xavier terdiam , tapi dia tetap mendengarkan setiap perkataan sahabatnya .
" Reina atau Jennifer malam itu melayani dirimu karena terpaksa . Dia butuh biaya pengobatan untuk ayahnya , Lorena yang merupakan ibu tirinya tidak memberikan satu peserpun uang untuk kesembuhan suaminya ! Dan Stacy memanfaatkan itu untuk keuntungannya sendiri . Dia gunakan kesucian Jennifer untuk menjeratmu ! Dan pria bernama Augusto membawanya pergi ke Roma . Disana ada beberapa teman William yang ikut melindungi jati diri Jennifer karena Stacy dan Lorena menyewa pembunuh bayaran untuk memburunya ! ltu sebabnya kita kesulitan mencari sosok Jenni yang sudah berubah identitas menjadi Reina "
" Siapkan pesawat , malam ini juga kita terbang ke Roma ! "
" Tapi Nyonya Besar ... "
" Dia akan bahagia ketika mengetahui bahwa sudah mempunyai seorang cucu laki laki . Ehhmm ... siapa nama anak itu !? " tanya Xavier dengan kepala tertunduk , nama anaknya sendiri saja dia tidak pernah tahu .
" Ethan ... Ethan Aagney Jones ! ltu nama putramu "
" Ethan Aagney Marcos .... " lirih Xavier dengan satu lengkungan di bibirnya .
__ADS_1