
" Panggil Dokter Brad ! Kita tidak bisa ambil resiko jika dia kita bawa dirawat di rumah sakit . Pasti akan ada kabar yang tidak tidak karena dia di bawa dari kediaman kita . Bisa saja media mengabarkan satu hal yang mengakibatkan gerai kita bermasalah ! " kata Agie pada Clara , terpaksa dia hanya memanggil dokter pribadi karena akan menjadi hal besar jika media mengetahui seorang Xavier Marcos mendadak pingsan di rumahnya .
Pria dingin berwajah pucat itu sedang terbaring di kamar tamu , sudah hampir setengah jam tapi Xavier belum juga membuka matanya . Ethan terus ada di dalam rengkuhan Agie , tanpa berani melihat pria yang tergeletak di ranjang yang tak jauh dari tempat ' Daddynya ' berdiri .
Tadi bocah gembul itu sempat merengek ikut ibunya ke kantor tapi karena siang ini ada pertemuan dengan salah satu klien penting maka Ethan tinggal di rumah bersama ayah asuhnya .
" Tidak usah takut sayang , pria jahat itu sedang ada dalam sihir Daddy ! Dia tidak akan bisa melakukan apa apa tanpa ijin dari Daddy . Jika dia nakal maka dino dino milikmu bisa menggigitnya ! " bisik Agie yang tahu Ethan masih merasa takut jika berada di sekitar ayah kandungnya yang masih memejamkan mata .
" Gigit ? Ethan punya macan besal .... "
" Ya , ambil macan besarnya di kamar dan taruh di dekatnya ! Dia akan menggigitnya jika ia berniat nakal padamu " kata Agie dengan satu tangan sibuk mengetik sesuatu diponselnya . Dia sedang berkirim pesan pada dokter pribadinya yang sedang dalam perjalanan tentang keadaan Xavier .
" Daddy tulunin Ethan .... " kata Ethan , anak itu berlari ke arah satu manisnya dan meminta untuk diantar ke kamarnya yang ada di lantai atas . Kebetulan kamar tamu tempat Xavier berbaring ada di lantai dasar rumahnya .
Setelah selesai menelpon dokter Agie berniat ke kamarnya sebentar untuk mengambil laptop miliknya . Dia berpikir akan melihat pekerjaannya sebentar di ruang depan sebelum sang dokter tiba . Tadi dokter bernama Braddy mengatakan jika jalanan sedikit penuh, mungkin baru dalam dua puluh menit dia sampai di kediamannya .
Dan Ethan yang sudah mengambil boneka macan dan beberapa miniatur minions segera turun di bantu seorang maid . Bocah itu kembali masuk ke kamar tamu dan naik ke atas ranjang . Satu persatu ia tata pasukan minionnya dengan boneka macan berada di garda terdepan . Entah apa yang ada dipikiran bocah gembul itu , dia menunggu pria yang sebenarnya adalah ayah kandungnya di pinggir ranjang .
Mata biru mereka bertemu , Ethan tidak beranjak dari tempatnya walau tubuhnya sedikit beringsut ke bawah .
" Hai Ethan ... "
__ADS_1
" Uncle nanti dihukum Mommy ... ndak boyeh pula pula bobok nanti di jewel Mommy ! "
Xavier tersenyum lebar karena ternyata tidak sepolos yang ia bayangkan . Anak itu tahu jika ia sudah terbangun dari tadi . Dia memutuskan untuk tetap menutup matanya karena menunggu momen ini , momen dimana dia bisa melihat ataupun bertemu dengan putranya . Karena jika berkeras berada di rumah ini maka bisa bisa ia benar benar akan bertarung dengan para penjaga rumah ini .
" Kau tidak takut padaku !? " Xavier sengaja belum beranjak agar putranya tidak ketakutan . Dia terbaring dengan tubuh miring mengarah pada putranya yang duduk tepat disisi ranjang .
" No ... Daddy bilang macan besal bisa gigit Uncle . Ethan juga punya pasukan minion , meleka bisa selang Uncle !! " sahut Ethan polos tapi penuh percaya diri .
Xavier tersenyum lebar ketika melihat beberapa mainan yang berada di samping tubuhnya , tapi hatinya tercubit ketika putranya sendiri menyebut orang lain sebagai Daddynya .
" Mereka sangat kecil , tidak akan menang jika melawan musuh yang lebih besar . Kau bisa bertarung ?? Kau harus belajar membela dirimu sendiri karena tidak selamanya kau bisa mengandalkan orang lain "
Ethan mengerutkan dahinya , bocah itu terlihat sedang berpikir dengan mengangguk anggukan kepalanya dan itu sungguh membuat Xavier ingin terbahak . Dia berpikir jika selama dua tahun ini pasti sudah sangat banyak hal menyenangkan yang sudah ia lewatkan . Ternyata semenyenangkan ini mempunyai seorang anak !
" Kau belum menjawab pertanyaanku , apa kau bisa bertarung ? "
" Ethan tidak tahu beltalung .... " jawan Ethan karena Agie ataupun ibunya tidak pernah mengucapkan kata kata itu sebelumnya .
" Ok , jika aku mengajarimu bertarung apa kau bersedia memanggilku dengan Daddy ?! "
Mungkin karena penasaran Ethan menganggukkan kepalanya , bocah itu mundur beberapa langkah ketika melihat Xavier bangkit dari tidurnya . masih ada bayangan ketika pria bertubuh besar di depannya sedang marah pada kedua ibunya .
__ADS_1
" Naiklah kesini , Daddy ingin minta maaf karena selama ini sudah membuatmu ketakutan . Apa boleh aku memegang tanganmu ? "
Ethan terlihat bingung , ada rasa penasaran untuk mendekat tapi ada juga rasa takut yang mencegahnya untuk bergerak . Tapi sesaat kemudian tubuh gembul itu perlahan naik ke atas ranjang dan mengulurkan tangannya .
Xavier segera meraih kedua tangan mungil itu dan meletakkan dikedua pipinya , pria itu memejamkan matanya . Dia ingin merasakan kehangatan tangan malaikat kecilnya . Darah dagingnya yang bahkan tak pernah sekalipun merasakan cintanya . Pria itu terlihat mengatur nafasnya karena tiba tiba hatinya terasa sangat sesak , seperti ada batu besar yang menimpa hatinya .
" Apa kau siap belajar bertarung sekarang !? "
" Ethan siap ... "
Dan yang terjadi selanjutnya adalah Xavier meraih tubuh Ethan dan menciumi perut anak itu hingga tertawa terbahak bahak . Puas menciumi anaknya pria itu beranjak dengan mengangkat tubuh gembul itu seakan terbang seperti seorang super hero .
" Sekarang Daddy akan ajari kau menjadi seorang pilot , kau akan terbang mengelilingi dunia !! "
Dan pria itu mengangkat dan mengayunkan tubuhnya hingga anak itu kembali tertawa terbahak .
" Yeaayyyy Ethan terbang ... Daddy lebih tinggi lagi !! " pekik Ethan senang , sepertinya anak itu mulai lupa jika pria itu pernah menjelma menjadi seorang monster di depannya .
Tanpa mereka tahu seseorang sedang menyaksikan aksi mereka dari balik pintu . Pria itu terlihat menggeleng gelengkan kepalanya , ada rasa cemburu ketika melihat anak laki laki yang sudah ia anggap sebagai putranya menjadi dekat dengan pria lain yang sebenarnya adalah ayah kandung dari anak itu .
" Hisshhh ... kenapa beruang kutub itu terlihat menjadi begitu bodoh !! "
__ADS_1