
" Kau sudah periksa cctv kediaman Marcos saat istrimu keluar ? " tanya Antonio setelah semua sudah bisa mengendalikan emosinya .
" Sudah dan dia keluar bersama penjaga yang aku tugaskan untuk menjaga mereka . Tapi di jalan mereka mampir ke mini market , mungkin saja Ethan menginginkan sesuatu ! Tapi setelah itu penjaga kehilangan mereka , Reina dan Ethan tak pernah keluar dari mini market itu "
Antonio mengerutkan dahinya mendengar cerita yang menurutnya sangat ganjil itu . Bagaimana bisa penjaga penjaga yang dia latih bisa kehilangan wanita dan seorang anak kecil dengan mudahnya . Antonio tahu benar kualitas para penjaganya karena dia sendiri yang turun untuk melatih mereka .
" Kau periksa cctv jalan belakang di mini market itu ?? " tanya Agie dengan wajah masih kesal .
" Tidak ada cctv di jalan belakang !! " ketus Xavier yang sama sama masih kesal pada Agie , dia masih berpikir jika Agie ada di belakang semua ini karena pria itu dulu pernah mengatakan akan menyembunyikan istri dan anaknya lagi jika dia berbuat kesalahan .
Clara hanya geleng geleng kepala ketika melihat Xavier ataupun Agie saling membuang muka tak mau saling menatap . Dua pria tampan berdarah Marcos yang mungkin selamanya tidak akan pernah akur karena egonya yang selangit .
__ADS_1
" Aku pergi tapi aku akan terus mengawasi mu ! Jika terbukti kau yang menyembunyikan maka bersiaplah menghadapi konsekwensinya !! Aku tidak akan pernah memaafkanmu ..... " ujar Xavier sambil beranjak pergi .
" Jangan ancam saudaramu seperti itu !!! Sebenci apapun dia tetaplah adikmu !! " tegas Antonio tak suka nada bicara keponakannya .
Setelah Xavier pergi Antonio masih berada di sofa bersama Augusto , sedan Clara dan El pergi ke dapur untuk membuat kopi dan mengambil cemilan untuk suami mereka masing masing .
" Aku tahu jika kau memang tidak terlibat dengan hilangnya istri dan anak saudaramu itu , tapi Daddy tahu kau pasti mengetahui dimana mereka sekarang "
" Bagaimana bisa aku tahu keberadaan mereka jika aku tidak terlibat !? Jangan mengigau saat mata masih terbuka ! "
Antonio menghela nafasnya , dia tahu putranya masih belum menerima keberadaannya sebagai seorang ayah . Tapi setidaknya Augusto sudah mau berkomunikasi dengannya . Walau mungkin benar putranya tidak terlibat dengan hilangnya Reina dan Ethan tapi instingnya menyatakan jika Agie tahu dimana keberadaannya . Terbukti jika pria muda itu masih sangat tenang walau saudari maupun anak angkatnya diketahui hilang tanpa jejak . Dan jujur saja ia juga merasa sedikit tenang karena siapapun yang membawa Reina pasti sudah mengenal putranya .
__ADS_1
Pembicaraan mereka terhenti ketika dua wanita cantik datang membawa kopi dan makanan kecil untuk mereka . Dua pria itu seketika bersikap tenang dan berbicara layaknya seorang ayah dan anak ketika dua wanita itu terlihat memperhatikan mereka .
" Besok kita cari , Daddy yakin ada petunjuk yang masih belum terungkap . Kita kerahkan para penjaga terbaik kita ! Sebaiknya sekarang aku kembali ke rumah inap sebelum hari terlalu malam . Dia masih trauma dengan jawaban serigala di tengah jalan ... " ujar Antonio yang mendapat hadiah cubitan kecil dari istrinya .
" Apa tidak sebaiknya Daddy menginap atau tinggal disini ?! lni juga rumah kalian , aku rasa lebih banyak orang akan lebih menyenangkan . Bagaimana menurutmu sayang ?! " tanya Ellyana pada suaminya , Clara adalah penghuni rumah ini dan sudah mempunyai kamar sendiri di mansion ini . Tidak lucu rasanya jika harus pergi dari rumah yang merupakan tempat tinggalnya sendiri .
" Terserah ... maksudku aku rasa dia benar !! Menginap saja asal kalian tidak membuat gaduh " sahut Agie yang tahu cinta dua orang di depannya sedang sangat membara .
" Ckk , jika kami membuat gaduh maka kalian bisa menyaingi kami bukan ?? Jangan bilang kalau kalian lebih suka bermain lembut ... " kata Clara sambil tertawa kecil , tak bisa ia bayangkan bagaimana malam pertama yang pria gemulai di depannya lalui dengan perawatnya .
" Sayaaanngg ..... "
__ADS_1
Antonio kadang tak habis pikir dengan gaya bicara istrinya yang selalu tanpa filter . Wanita itu selalu mengatakan apa yang ada di pikirannya tanpa ada yang ditutupi .