Im Back

Im Back
34


__ADS_3

" Hahh ... dasar gila !!! Oh God aku akan benar benar gila jika kau terus ada disini . Aku sudah mengobati lukamu ... aku sudah mengganti bajumu ... sekarang pergilah !! "


" Aku tidak akan pergi sebelum kau menyetujuinya ! " kekeh pria itu tetap tak beranjak dari tempatnya walau Reina sedang menatapnya tajam dengan dua tangan bertengger di pinggangnya .


" Selamanya aku tidak akan melakukan hal gila yang kau sebutkan tadi ! "


" Permintaanku tidak gila .... sangat wajar jika seorang pria menginginkan wanita ! Aku hanya ingin menikah denganmu ! "


" Ckk menikah katamu .... tunggu ! Menikah ??? Tapi tadi kau bilang ingin bercinta denganku !!! " kilah Reina yang tadi mendengar kata kata tidak pantas sudah meluncur dari bibir pria itu , dan bukan tentang pernikahan .


" Sekarang pun dengan senang hati akan aku ladeni . Mau di sofa ? Di meja kerja ? Atau di ruangan pribadimu ??!! "


Reina memejamkan matanya , jika saja ia kuat maka ia akan melempar tubuh pria itu keluar dari ruangannya .


" Kenapa di ruanganmu ada tempat bermain anak ?! " tanya Xavier ketika matanya melihat do pojok ruangan ada tempat bermain yang di penuhi dengan aneka mainan .


DEGGHHHHHH ...


Pertanyaan itu membuat Reina terpaku , tapi beruntung ia masih bisa berpikir dengan cepat .


" Aku seorang wanita , dan klienku sebagian besar adalah wanita yang sudah berkeluarga . Itu artinya mereka kesini dengan suami atau anak mereka . Dan tempat itu akan memudahkan pekerjaanku ! " tak mungkin ia jujur dengan keberadaan Ethan . Bisa bisa pria itu merebut bocah gembul itu dari sisinya jika tahu semuanya .

__ADS_1


Tapi Reina lega ketika melihat Xavier mengangguk pelan , dan lebih lega lagi ketika ponsel pria itu berdering . Tampaknya seseorang menelpon karena urusan pekerjaannya . Dan sepertinya pria itu harus segera pergi ke perusahaannya .


" Malam nanti bersiap siaplah , aku akan menjemputmu untuk makan malam ! Kita akan bertemu lbu sekaligus membicarakan tentang pernikahan kita ! "


" Tapi .... "


Pria itu pergi setelah mencuri satu ciuman sekilas di bibirnya , Reina berdiri mematung dengan memegangi bibirnya yang masih merasakan kecupan tadi .


Xavier Marcos , pria itu sudah membuat kehancuran untuknya . Seberapa kuat ia membangun tembok untuk membenci pria itu tapi nyatanya ia luluh setiap kali beremu dengannya . Pria menyebalkan itu selalu saja berhasil membuatnya menikmati ciuman maupun sentuhannya .


Ethan ... dia tidak akan terlena dengan semuanya . Dia harus bisa menjauhi pria itu apapun caranya , Reina tidak ingin keluarga Marcos mengambil alih putranya jika Xavier tahu malam panas mereka ternyata membuahkan janin di rahimnya .


Sementara Xavier langsung pergi ke perusahaan , tadi salah seorang kepercayaannya menelpon jika ada sesuatu penting yang harus segera di selesaikan . Pria itu membawa sendiri mobilnya , berkali kali ia menggerakkan bahu kirinya yang tadi sempat mendapat luka tusuk . Walau bukan luka serius tapi rasanya kadang sedikit menyakitkan .


" Ada apa ??? "


" Wow ... kukira kau lebih tampan dengan setelan seperti itu . Warna biru itu membuatmu lebih terlihat seperti manusia ! " ujar pria yang sudah duduk di dalam ruangan kantor Xavier terdengar terkekeh .


" Aku tembak kepalamu sekarang juga jika kau tidak bicara sekarang ! Kau sudah menganggu waktuku tadi ... "


Bukannya takut Edgar malah terbahak mendengar ancaman dari atasannya . Baru kemarin pria itu menghina dan terlihat membenci wanita pemilik Gold Rein itu . Bahkan pada hari pembukaan dia yang menggantikan posisi Xavier untuk datang ke acara. penting itu .

__ADS_1


" Ada kebocoran data di proyek yang ada di Venice . Dan sepertinya kita sudah menemukan penyakitnya ... "


" Apa maksudmu dengan sepertinya !? " tanya Xavier yang kemudian duduk di sofa single yang ada di samping Edgar .


" Apa kau baik baik saja !? " tanya Edgar yang melihat gerakan Xavier yang tidak seperti biasanya , pria itu terlihat sedikit menahan sesuatu .


" ltu bukan jawaban pertanyaanku !! Siapa orang itu ?? "


Edgar menghembuskan nafasnya kasar , atasan sekaligus sahabatnya memang bukan pria yang suka di beri perhatian . Selalu saja tampak kaku dan keras seperti bongkahan batu . ltu yang menyebabkan Xavier di kenal sebagai pengusaha kejam , padahal atasannya itu hanya bersikap tegas untuk masalah apapun yang menyangkut dengan bisnisnya .


" Gerardo Blaire .... "


" Gerardo Blaire ?? Bukannya dia bukan pengusaha di Venice ?? Kita tidak ada masalah dengannya .... "


Pria bernama Gerardo Blaire lebih di kenal sebagai mafia ' kotor ' yang menjual barang ilegal . Walau begitu beberapa pengusaha besar memilih bekerjasama dengan mereka karena di pandang lebih menguntungkan , tentu saja karena pria itu melakukan segala cara untuk mengisi pundi pundi hartanya .


" Aku tidak tahu , itu sedang aku selidiki ... Tim kita juga sedang menangani masalah itu . Tapi sepertinya lebih baik jika kita sendiri yang ke sana dan melihat masalahnya ! "


" Ok ... besok kita tenang kesana , bawa sekalian orang orang terbaik kita . Aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan segera ! "


" Kenapa besok ? Kenapa tidak sekarang saja ? Biasanya kau paling tidak suka menunda nunda penyelesaian masalah .. "

__ADS_1


" Karena malam ini hidup dan mati ku ditentukan, " jawab Xavier yang membuat sahabatnya langsung mengerutkan dahinya . Kemungkinan besar mereka akan bertempur besok untuk menangani mafia kotor bernama Gerardo tapi bagaimana bisa penentuan hidup mati pria itu malah terjadi malam ini .


" Kembali bekerja !! Aku membayarmu mahal bukan untuk memperlihatkan wajah bodohmu itu !! "


__ADS_2