
Antonio meletakkan tubuh Clara yang sepertinya sudah tertidur di atas ranjangnya . Tadinya ia akan membawa wanita yang sedang mabuk itu ke kediamannya tapi orang orangnya mengatakan jika atasan mereka Xavier Marcos sedang ada disana .
Karena malas mendapat pertanyaan ataupun banyak tanggapan akhirnya dia memutuskan membawa Clara ke rumah inapnya yang berada di pinggiran kota yang tak jauh dari hutan cemara . Sebenarnya ia tidak bermaksud mengikuti keponakannya , tapi kebetulan dia di undang oleh salah satu teman lamanya untuk menghadiri perayaan ulang tahun istrinya .
Di usia ke empat puluh tiga tahun dia memilih untuk tetap sendiri . Baginya sudah cukup melihat keberhasilan dan kebahagiaan anak dari kakaknya yang merupakan ayah Xavier . Dan dia merasa sangat baik baik saja walau hidup sebagai lajang .
Pria itu keluar karena tak mungkin tidur berdua di ranjang yang sama dengan wanita yang masih memejamkan matanya itu . Antonio memilih duduk di teras depan rumahnya untuk melihat kegelapan hutan yang tepat ada di depan rumahnya . Berharap binatang buas melintas dan dia bisa berburu untuk sekedar menggerakkan otot otot tubuhnya .
Sementara itu menjelang pagi Clara perlahan membuka matanya , wanita itu memicing ketika mendapati dirinya ada disebuah kamar yang asing untuknya . Ruangan yang sangat terasa aura laki lakinya . Aroma musk , hiasan kepala binatang yang entah asli atau tidak , semua furniture yang terbuat kayu dengan warna dinding coklat gelap dan penerangan yang temaram . Lebih mirip seperti rumah hantu yang dulu saat masih kecil ia kunjungi bersama teman temannya .
__ADS_1
Yang ia periksa pertama kali adalah pakaiannya , sepertinya aman aman saja karena bajunya masih lengkap terpasang . Dan tubuhnya baik baik saja , tidak ada rasa kekerasan fisik apapun . Wajar jika ia berpikir begitu karena seingatnya ia sedang bersama pria asing ketika tiba tiba kepalanya terasa pening . Sepertinya wine yang ia pesan mengandung alkohol terlalu tinggi .
Rasa dahaga dan lapar mulai menyerangnya , dia melihat tak ada apapun di meja nakas yang ada di samping ranjangnya . Hanya ada sebuah kunci yang ia kenal sebagai kunci mobil miliknya .
Sesaat kemudian Clara memutuskan untuk keluar dari ruangan itu , ia ingin mencari apapun agar bisa mengisi perutnya ataupun mengobati rasa dahaganya .Wanita itu mengamati setiap sudut rumah yang tidak terlalu besar itu . Sangat sepi , tidak terlihat satu orangpun di semua ruangan yang ia lihat .
Dan ia bisa bernafas lega ketika melihat dapur kecil yang terlihat sangat rapi , tapi ia mendengus kesal karena tidak menemukan apa apa di lemari pendinginnya . Hanya beberapa botol air dingin yang lumayan bisa membasahi kerongkongannya .
Clara berjingkat kaget ketika mendengar beberapa kali suara tembakan . Jantungnya berdegup kencang karena baru sekali ini dia mendengar secara langsung suara peluru yang keluar dari sarangnya .
__ADS_1
Sekali lagi dia mengamati setiap sudut rumah ini , ingatannya kemudian sampai pada film film horor yang sering dia lihat . Dan rumah seperti ini yang biasanya ditinggali para psikopat sadis , rumah yang terlalu rapi dengan interior lukisan tua atau kepala binatang seperti yang ada di kamarnya tadi .
Clara segera berlari kembali ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya , tadi dia sempat melihat dari jendela dapur mobilnya terparkir disamping rumah . Sepertinya pria yang ditemuinya semalam adalah pria gila yang mengincar wanita wanita sepertinya .
Setelah mendapat kuncinya Clara menuju pintu belakang karena tak mungkin ia lewat pintu depan . Mungkin saja pria itu sudah pulang dan kembali mencarinya . Clara langsung menerobos pintu belakang dan ....
BUGGHHHHHH ...
" Akkkhhhhhh .... " pekiknya tertahan ketika seperti menabrak batu besar keras yang membuat baju dan kepalanya yang terbentur sangat sakit .
__ADS_1
" Kau .... "
" Aku mohon ... jangan !! "