
" Paman apa kau merasakan seperti yang kurasakan , kenapa aku berpikir ini terlalu mudah ? Pengemudi kapal juga sepertinya sudah biasa ke pulau itu , cara mengemudinya sangat tenang bagi kapal yang di pakai penyusup seperti kita " lirih Xavier ketika mereka sudah dalam.perjalanan , bahkan mereka tak menemui kapal penjaga di sekitar pulau yang mereka tuju .
" Aku tahu , tetap berhati hati ! Sebelum sampai di dermaga tadi aku sudah meminta Greg untuk datang , walau mungkin terlambat mereka bisa membantu kita nanti " sahut Antonio yang tadi memang sempat mengirimkan pesan pada sahabatnya yang berada di camp pelatihan miliknya .
Hanya dalam setengah jam mereka sampai di pulau yang mereka tuju , dan mereka bertambah waspada karena kapal menepi di dermaga kecil yang terdapat satu kapal yang jauh lebih besar dari kapal yang mereka tumpangi .
" Silahkan Tuan , anda bisa menghubungi saya lagi nanti jika urusan Tuan sudah selesai !! " ujar sang nakhoda sebelum Antonio maupun Xavier turun dari kapal .
Kedelapan orang itu turun dengan masing masing bersiap dengan senjata api ditangan mereka . Penerangan yang temaram membuat mata mereka memicing untuk waspada . Mereka akhirnya memutuskan terbagi menjadi dua kelompok dan berpencar dengan dua arah berlawanan .
Antonio dan Xavier masing masing memimpin tiga orang penjaga yang mereka bawa . Berharap dengan berpencar mereka akan segera menemukan tempat keberadaan Reina dan Ethan .
Baru sekitar dua kilo perjalanan menyusuri hutan Antonio mengangkat tangannya tanda mereka harus menghentikan langkah . Dia merasa sedang di awasi walau medan yang mereka lalui sangat sepi .
__ADS_1
" Keluar !!! Jangan menjadi pengecut yang hanya berani mengawasi dari tempat tersembunyi ... hadapi kami !! " teriak Antonio dengan suara menggaung di setiap sudut hutan .
CEKREKKK ... CEKREEKKK
Bunyi puluhan senjata yang dikokang terdengar kemudian muncul orang orang dari kegelapan dengan pakaian serba hitam yang mengenakan penutup muka . Mereka berjumlah sekitar sepuluh orang , dan semua senjata mereka pada empat orang di depan mereka . Salah satu orang dengan penutup muka itu berkata dengan satu tangan menunjuk.kebatah Antonio .
" lkut kami ... maka kami tidak akan menyakiti kalian !! "
Antonio langsung meraih satu senjata yang terangkat dari salah satu orangnya . Pria itu menganggukkan kepala seolah berkata agar mereka mengikuti kemauan pria pria yang menghadang jalan mereka .
Setengah jam berjalan akhirnya mereka sampai diruang yang lebih terbuka , disana sudah terparkir dua mobil yang sepertinya menunggu mereka .
" Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda Tuan Antonio , anda adalah salah satu panutan saya ... " kata seseorang dengan tampilan rapi yang berdiri di depan sebuah mobil yang sepertinya akan membawa Antonio dan ketiga orangnya .
__ADS_1
Antonio tak menjawab , dia dan satu orangnya ada di mobil yang paling depan sedang dua orangnya ada disatu mobil lainnya . Sepertinya para penjaga yang ada di mobil bersikap lebih ramah walau semua tetap memakai sarung wajah .
Sebelum menaiki mobil tadi mata Antonio beserta ketiga orangnya ditutup dengan menggunakan kain hitam hingga saat mobil di jalankan Antonio tidak bisa melihat rute yang mereka lalui . Tapi menurut apa yang ia rasa sepertinya jalan sudah sangat halus karena tak merasakan sedikitpun goncangan . Pulau itu sudah mempunyai akses jalan yang bagus di dalamnya .
" Kita sudah sampai Tuan Tuan , maaf hanya sampai disini saya bisa mengantarkan karena untuk selanjutnya anda akan ditangani dengan orang yang sudah sepantasnya menangani anda .... "
Antonio mengernyit ketika mendengar perkataan yang terdengar ambigu untuknya . Tentang siapa yang sudah sepantasnya menanganinya , atau memang ada orang lain yang menjadi pemimpin di pulau ini .
" AAAAAAARRRGGHHHH ..... !
Keempat orang itu terperanjat ketika mendengar suara lolongan kesakitan tertahan dari seseorang di dalam sana . Sepertinya mulut orang itu dibungkam menggunakan kain hingga teriakannya tidak terdengar lebih jauh . Tapi mereka belum bisa berbuat apa apa karena mata mereka masih tertutup dan sedang di bawa beberapa orang ke suatu tempat .
Antonio melakukan ini semua hanya agar dia masuk ke dalam sarang mereka , apapun yang akan terjadi pada mereka setidaknya nantinya mereka bisa mengetahui siapa yang ada di dalam sana .
__ADS_1
Beberapa sat kemudian mereka berhenti dan kemudian mata mereka dibuka . Setelah mengerjakan mata beberapakali Antonio melihat sekitarnya dan matanya memicing ketika melihat bayangan seseorang yang duduk memunggunginya ....
" Dia .... "