
" Ckk kenapa Ethan harus tidur sekamar dengan kita ??! " gerutu Xavier yang harus menahan dirinya karena Reina terlihat masih asyik bermain miniatur tentara dengan putranya . Sepertinya Agie ataupun Clara sengaja tidak membawa anak itu agar bisa mengganggu malam pertamanya .
" Karena dia anakku , memang kau berpikir dia harus tidur dengan siapa !? " sahut Reina yang sebenarnya geli melihat kegelisahan pria yang sudah menjadi suaminya itu . Dari kecil Ethan sudah mempunyai kamar sendiri , bocah gembul itu sudah dididik untuk mandiri sejak kecil . Dan sudah pasti Ethan terbiasa tidur di kamarnya sendiri .
" Hei boy , apa kau tidak lelah ? Kenapa tentara tentaramu tidak kau biarkan tidur terlebih dahulu agar esok hari bisa menang berperang dengan pasukan Dino !? " bujuk Xavier agar Ethan cepat tidur , sesuatu di balik piyama satin istrinya sepertinya sedang menunggunya . Lekuk tubuh sintal dari desainer cantik itu membuat tubuhnya panas dingin .
Reina sendiri yang tadi meminta Ethan untuk tidur bersamanya , ia hanya ingin menguji kesabaran sang suami . Bagaimana pria itu akan memperlakukan putranya ketika kesabarannya sudah ada di ambang batasnya .
" Ethan bobok sama tentala ? "
" No ... mulai saat ini Ethan tidur sama Daddy dan Mommy " sahut Reina yang tahu kebiasaan putranya yang hanya akan tidur dengan mainan atau boneka kesayangannya .
Anak itu tampak mengernyitkan dahinya , mungkin sebuah hal yang aneh ketika ibunya malah mengajaknya untuk tidur di kamar yang bukan kamarnya . Dia ingat ayah angkatnya selalu bilang jika seorang laki laki harus berani tidur sendiri di kamarnya .
__ADS_1
" Ethan mau bobok sendili , Ethan anak pembelani ... Ndak boyeh bobok sama Mommy !! "
SYYUUTTTT ...
" Kau sangat pintar boy ! Daddy akan menemanimu tidur dikamarmu , seorang pria memang harus berani !! Mana boleh tidur bersama Daddy dan Mommynya ... " ujar Xavier sangat bersemangat , dia menciumi putranya gemas .
Ternyata Ethan mengerti dengan keadaannya , anak itu mengerti jika Daddynya sedang butuh waktu untuk berduaan dengan mommynya . Xavier membawa putranya ke kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka , sebuah kamar yang terhubung langsung dengan kamarnya .
Sedang Reina hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah suami dan anaknya , berkali kali ia menghela nafasnya karena gugup . lni bukan yang pertama kali untuk mereka melewati malam bersama , tapi kali ini akan sangat berbeda karena Xavier benar benar ada dalam kesadarannya .
CUPPP ....
Reina kaget ketika tiba tiba sang suami sudah memeluknya dari belakang dengan mencium pipinya . Pria itu menatapnya intens dari pantulan kaca didepannya , Reina sangat tahu sorot mata itu sudah sangat mendambanya .
__ADS_1
" Apa kau gugup ?! " tanya Xavier mengecup sekali lagi pipi istri cantiknya . Dan dia melihat Reina mengangguk pelan kemudian mengalihkan pandangannya .
" Sama ... aku pun sangat gugup sayang ! lni yang pertama untukku , maksudku malam itu sudah lama sekali . Kita akan melakukannya pelan pelan, " ujar Xavier mulai mengendus leher dan tengkuk istrinya dengan sesekali menghisapnya lembut .
" Pelan pelan ??! "
" Ehhmm tidak terlalu pelan ... ehmm maksudku aku akan berusaha untuk sedikit pelan . Ya Tuhan bisakah kita memulainya sekarang tanpa membahas hal yang tidak perlu ?? Kau wangi sekali ... "
Tanpa aba aba pria itu membopong tubuh istrinya menuju ranjang pengantin mereka , dan reflek Reina mengalungkan kedua tangannya ke leher Xavier . Mata mereka saling menatap seakan sedang menyelami hati pasangannya masing masing .
" Apa kau sudah siap ? " tanya Xavier setelah merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang , satu tangannya sudah membuka tali piyama tidur istrinya hingga dia leluasa melihat tubuh mulus yang hanya menyisakan dua penutup atas dan bawahnya . Dua kain berenda berwarna hitam yang membuat hasratnya langsung berada di puncaknya .
Dan sebelum Reina menjawabnya sang suami sudah membungkamnya dengan bibirnya , benda kenyal itu sudah sibuk menghisap dan mencecap . Bahkan lidah mereka sudah bertaut hingga nafas mereka terlihat tersengal tak beraturan .
__ADS_1
" Aku mencintaimu sayang ... "