
Pulang dari pertemuan dengan kliennya Xavier mengurungkan niatnya untuk datang ke dinas pajak . Dia meminta Edgar yang datang untuk mengurusnya karena tiba tiba saja moodnya menjadi tidak baik setelah berlaku tidak baik pada seorang ibu dan anaknya tadi .
Dia yang sudah memarahi wanita dan anaknya itu , tapi hatinya sendiri yang malah terasa nyeri . Tak bisa ia hilangkan dalam pikirannya sorot mata anak bermata biru itu , baru ia sadari jika warna matanya dan anak berpipi gembul itu sama . Warna rambut dan kulit mereka juga sama persis .
Bocah gembul itu ternyata cukup hebat , anak itu sana sekali tidak menangis walau dihadapkan dengan kemarahannya tadi . Bocah itu malah sempat menenangkan ibunya dengan menyapu dua pipi ibunya . Sama persis seperti yang dia lakukan saat menenangkan ibunya saat wanita itu teringat mendiang ayahnya . Xavier kecil yang selalu menyapu air mata yang mengalir di pipi ibunya . Dan itu pula yang menempa dirinya untuk menjadi pria kuat agar bisa melindungi satu satunya wanita di hidupnya .
Karena ia yang meminta Edgar pergi maka sekarang ia harus menjemput ibunya di gerai fashion itu . Walau mempunyai supir ataupun penjaga tapi Xavier tetap memprioritaskan ibunya di atas segalanya .
Pria itu menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat suasana gerai yang ternyata masih sangat ramai . Antusias pengunjung ternyata sangat baik , pemiliknya benar benar pandai dalam mempromosikan usaha miliknya .
" lbu .... "
" Kau sudah sampai ? Kenapa harus kau sendiri yang menjemput padahal ibu membawa supir sendiri tadi ! " ujar Magdalena yang melihat kedatangan putranya .
__ADS_1
" Pemilik butik ini membiarkan lbu sendirian disini menunggu jemputan ?? Sopan sekali dia !! Jangan salahkan aku jika besok aku ratakan butik ini dengan tanah ! Pengusaha tidak punya attitude baik sepertinya tidak pantas ada di kota ini " geram Xavier yang melihat lbunya ada di ruang tunggu butik hanya ditemani beberapa pengawal dan seorang staff butik .
" Hisshhh kenapa kau marah marah ... sudah dari pagi Nona Reina menemani lbu jadi jangan sembarangan bicara , lagian kau bisa lihat kan jika tamunya sedang banyak sekali . Ibu membawa beberapa baju yang pasti cocok untuk kau kenakan , dia merancang sendiri semua yang ada di dalam butik ini . Hebat bukan ?? Kau harus bertemu dengannya ... "
" Aku tidak tertarik bertemu dengan wanita culas sepertinya "
Magdalena hanya bisa menggelengkan kepalanya , selalu saja keras kepala seperti ini . ltu sebabnya ia ingin putranya segera menikah , karena Xavier terlalu dingin pada semua perempuan . Putranya menganggap semua wanita seperti cinta pertamanya , tidak akan pernah setia hanya pada satu orang pria .
Ketika akan masuk ke dalam mobil matanya terpaku ketika melihat seorang wanita di balik dinding kaca lantai teratas gerai itu , wanita yang sama dengan yang dilihatnya di papan iklan waktu itu . Sepertinya wanita itu sedang duduk dan berbicara pada seseorang . Dan sekali lagi Xavier harus memegang dadanya yang tiba tiba berdetak dengan cepat .
Xavier merasa tidak asing dengan wajah pria tampan gemulai itu . Sepertinya dulu wajah itu sering di sekitarnya , tapi entah dimana .
" Roy !! Aku ingin kau menyelidiki pria yang ada di sana , pria berjas hitam yang selurusan dengan kita .... Berikan laporannya malam ini juga " tunjuk Xavier pada salah satu pengawalnya .
__ADS_1
" Baik Tuan ... "
*
Beberapa waktu yang lalu .....
" Jake ..... "
Reina menyebut nama itu kembali dalam hatinya , dia tak menyangka jika akan bertemu dengan salah satu masa lalunya secepat ini .
" Nyonya ?? " suara itu terdengar sekali lagi memanggilnya . Dan dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya Reina segera akan membalikkan badannya . Bukannya cepat atau lambat pertemuan ini akan terjadi , pria itu juga tidak akan pernah melihatnya . Bukankah dari dulu Jake memang tidak peduli padanya ! Tapi sebelum badannya berbalik sebuah suara telah menyelamatkannya .
" Saya yang akan membantu anda , mari ikut saya ... "
__ADS_1
Agie , untung saja sahabatnya itu datang di saat yang tepat . Pria gemulai itu tampak melangkah menjauh darinya dengan Jake yang berjalan di sisinya . Reina segera melangkah ke lantai atas dimana ruang kantornya berada . Ada beberapa hal yang ingin di bicarakan dengan manager yang akan ia serahi penuh tanggung jawab gerai di kota ini .
Saat di lantai atas badannya tiba tiba saja terasa merinding , dia merasa seseorang sedang intens memperhatikannya . Padahal dia hanya ada dia dan seorang kepala managernya di ruangan ini .