
Reina hanya diam ketika merasa suaminya berubah sikap , tadinya Xavier sangat bersemangat menemaninya berkeliling melepas rindu pada rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi . Tapi kini pria itu bahkan tidak mau bersuara jika ia bertanya atau menunjukkan sesuatu .
" Honey apa kau baik baik saja ?? Sepertinya kau sangat lelah , sebaiknya kita pulang sekarang saja aku bisa memijitmu nanti " ujar Reina berusaha menggoda agar sang suami mau menanggapinya , tapi umpannya gagal karena tanpa memberikan jawaban pria itu membalikkan badan dan melangkah pergi menjauhinya .
" Honey ... "
" Kau bisa terus disini jika kau mau , aku tidak peduli ! " pekik Xavier tanpa peduli jika teriakannya sangat melukai hati istrinya .
Reina terseok mengikuti langkah panjang suaminya dengan hati penuh tanya , tapi dia berpikir untuk sementara akan memendam suara pertanyaan yang ada di otaknya agar Xavier mampu menata hatinya terlebih dulu .
Sampai di kediaman Markos pun dia harus kembali terseok seok mengikuti langkah Xavier yang terlihat sedikit berlari memasuki rumah , pria itu sepertinya sedang berlari untuk mencari seseorang . Dan benar saja pria itu langsung mendekap erat ibunya ketika Magdalena menyambut kedatangannya dan istrinya .
" lbu ... maafkan aku "
__ADS_1
" Hey kau kenapa ? Ada apa ini !? " ujar Magdalena yang belum tahu permasalahan kenapa putranya harus minta maaf padanya . Dia juga melihat menantunya mengangkat kedua bahunya satu tatapan penuh tanya tertuju padanya .
Setelah Xavier melepaskan pelukannya , pria itu tanpa kata berjalan kelantai atas menuju ruang kerjanya . Magdalena hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya kemudian memeluk sekilas menantunya yang tampak sedikit terluka .
" Jangan terlalu dipikirkan sayang mungkin dia hanya sedang kelelahan . Kalian dari kantor !? "
" Renia dari rumah karena menyelesaikan perkara yang tertunda . Nyonya Lorena sudah di bawa ke pihak berwajib karena tadi sempat melakukan percobaan pembunuhan kepada saya . Untung anak lbu datang tepat pada waktunya , saya berhutang nyawa padanya "
" Tidak ada yang berhutang karena itu sudah menjadi kewajibannya untuk melindungimu . lngin lbu buatkan secangkir kopi hangat ? Kau tampak sangat lelah sayang " ujar Magdalena yang tahu jika hati menantunya sedang terluka dengan sikap sinis putranya .
" Dia baru saja tidur sehabis bermain dengan kelinci kelinci yang kemarin lbu beli ! istirahatlah jika kau ingin istirahat , percayakan saja Ethan pada lbu ! " ujar Magdalena yang tahu kadang Reina khawatir jika bocah gembul itu akan nakal atau membuat lelah dirinya .
" Reina percaya pada lbu . Ya sudah jika begitu saya akan ke butik sebentar , ada pekerjaan yang harus saya selesaikan ! "
__ADS_1
Setelah menantunya pergi Magdalena segera menyusul putranya ke lantai atas , ada hal yang harus ia tanyakan pada pewaris Marcos itu . Bagaimana bisa putranya bersikap sinis pada menantu kesayangannya . Wanita itu ternyata tak menemukan siapapun di ruang kerja putranya , tapi matanya memicing ketika ruang kerja suaminya yang tepat berada disebelahnya sedikit terbuka .
Bertahun tahun ruangan itu tertutup untuk siapapun kecuali maid yang khusus ia percaya untuk membersihkannya . Dia ingin ruangan itu akan tetap seperti ketika semula seperti ketika terakhir ditinggalkan suaminya karena hal itu membuatnya merasa masih dekat dengan sosok almarhum Bennedict Marcos .
Wanita itu menghela nafasnya ketika melihat Xavier duduk di kursi kebesaran suaminya , pasangannya nyalang kurus ke depan ke arah sebuah foto besar yang tergantung di ruangan itu .
" Kenapa lbu masih menyimpannya ?? Kenapa lbu harus tetap menyimpan gambar seseorang yang membuat lbu menderita selama ini !! J*lang itu yang membuat Ayah tidak pernah bisa mencintai lbu walaupun sudah menyerahkan hidup lbu padanya "
" Jaga bicaramu ! Beribu kali kita sudah membahasnya ... jangan salahkan siapapun atas apa yang terjadi pada lbu !! "
Magdalena memasang badan ketika melihat Xavier bangkit dan berjalan menuju foto besar yang terpajang selurusan dengannya . Foto seorang wanita muda dengan wajah sangat cantik dengan senyum menawannya yang membuat siapa saja langsung terpesona ketika melihatnya .
" Apa yang mau kau lakukan ?? "
__ADS_1
" Sudah saatnya aku membuangnya ... " jawab Xavier dengan nafas yang sudah memburu pertanda emosinya sudah naik ke ubun ubun .
" Aku peringatkan padamu Xavier Marcos jangan pernah berani menyentuhnya . Langkahi dulu mayat lbu !! "