
" Tidak , aku tidak mau di lap air hangat lagi ! Badanku sudah lengket semua , aku tidak bisa tidur dengan nyenyak jika aku merasa tidak nyaman ! " kata Agie yang melihat El sudah menyiapkan wadah berisi air hangat dan handuk bersih .
El menghela nafasnya , sebagai seorang perawat dia sudah sangat terbiasa menghadapi pasien yang banyak maunya seperti Agie . Wanita itu mengangkat wadah air itu kembali ke kamar mandi dan kembali berjalan menuju ranjang dengan membawa sesuatu di tangannya .
" Sekarang saya minta anda duduk sebentar karena saya ingin mengganti perban biasa yang membalut luka anda dengan perban anti air "
Dengan sabar El membantu Agie untuk duduk bersandar di kepala ranjang , setelah itu dia membuka baju atasan yang Agie kenakan . Setelah membersihkan luka yang hampir mengering sempurna perawat cantik itu segera membalut luka dengan perban anti air yang sudah dia siapkan tadi .
" Selesai !! Sekarang saya antar anda ke kamar mandi . Anda ingin berendam di bath up atau di shower !? " tanya El sambil memapah tubuh kekar itu menuju kamar mandi .
" Di shower saja , air dingin sepertinya terasa lebih menyegarkan " jawab Agie sangat senang akhirnya setelah beberapa hari ini dia akhirnya menyentuh air mengalir . Tapi dia menatap perawatnya ketika wanita itu terus saja berdiri di belakangnya ketika ia ingin melepas celananya .
" Kau ingin melihatku mandi !? "
__ADS_1
" Saya hanya memastikan Anda baik baik saja , dan tenang saja seperti biasa saya akan menutup mata saya " jawab El keluar dari ruangan kaca agar Agie tidak merasa terganggu dengan kehadirannya . Wanita itu memilih duduk di atas bath up dan memalingkan wajahnya ke arah lain .
Sementara itu Agie sedang mendengus kesal karena ternyata sesulit ini untuk melepaskan celana training yang di pakainya . Semakin membungkuk perutnya semakin terasa sakit , tapi tidak mungkin juga ia minta tolong pada perawatnya karena baru saja ia sendiri yang meminta El untuk pergi . Karena sangat sulit akhirnya ia memanggil El untuk membantunya .
" Hei , kau masih memejamkan matamu bukan ?! Tolong kesini sebentar aku kesulitan membuka celana panjangku "
El masuk keruang kaca dan tak sengaja melihat pahatan sempurna yang berdiri memunggunginya . Mungkin Agie sudah berusaha menurunkan celananya hingga dua bongkahan belakangnya sudah polos sempurna .
El menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikiran kotornya , ia membayangkan jika saja pria itu menghadap ke arahnya . Pasti ia akan melihat benda tak bertulang itu lagi ! El segera memejamkan matanya ketika Agie akan membalikkan badan ke arahnya , ia tak ingin pria itu tahu jika ia sempat mengagumi setiap detil pahatan sempurna di tubuh kekarnya .
" Baik , tapi tolong tuntun tangan saya karena saya tidak ingin salah menyentuh ... mata saya tertutup jadi saya tidak tahu anda berdiri di sebelah mana " gugup El sekenanya .
" Maju dua langkah dan kemarikan tanganmu , dan jangan sekali sekali berani membuka matamu karena aku lelaki terhormat . Aku tidak pernah memperlihatkan tubuhku pada sembarang wanita ! " ketus Agie sebal , dia tak mengira akan seribet ini membersihkan diri .
__ADS_1
" Saya mengerti ... "
Celana training sudah berhasil ia loloskan , berarti tinggal ********** . El menahan nafas ketika tangannya sedang menurunkan kain segitiga penghalang terakhir pria itu . Dia perawat profesional dan sudah sering menghadapi hal seperti ini . Tapi entah kenapa jantungnya selalu berpacu dengan cepat ketika berada dalam suasana intens seperti ini bersama pria gemulai dihadapannya .
Ketika akan merawat Augusto dia diberikan laporan lengkap tentang jati diri maupun profesi pria itu . Dari sana ia bisa membayangkan kondisi istimewa pasiennya . Tapi nyatanya apa yang ia hadapi jauh dari yang ia bayangkan . Walau mengenakan kutek warna warni tapi baginya pria itu bersikap sangat ' jantan ' .
" Sekarang kau boleh pergi , aku akan memanggilmu ketika aku sudah selesai mandi "
" Baik ... Aaakkhhhh !! "
Mungkin karena terlalu tergesa gesa dan juga masih memejamkan matanya El malah tak sengaja menabrak dinding kaca ruang shower , dan naasnya ketika jatuh tangannya reflek meraih apapun yang berada di dekatnya .
Matanya terbuka ketika merasa meraih sebuah benda lembut tapi keras yang berada didekatnya , ketika mendongak ke atas pandangannya dan pandangan Agie berbenturan . Dan ketika melihat tangannya mereka berteriak bersamaan .
__ADS_1
" Aaaaaaaaaa .... "