
Setelah mengantar istrinya ke butik Xavier segera melesatkan mobilnya ke daerah pinggir kota , tepatnya di sebuah rumah kayu yang ada dipinggir hutan . Rumah inap yang ditinggali oleh pamannya . Ethan terlihat sangat antusias ketika melihat pohon pohon besar di sepanjang perjalanannya karena mereka mulai meninggalkan pusat kota .
Beberapa saat kemudian mereka sampai juga , beberapa anjing jenis boxer milik Antonio terdengar menggonggong keras . Anjing yang mempunyai kemampuan sangat baik dengan indera penciumannya itu mungkin tahu jika salah satu tuan mereka telah datang . Jika ada waktu luang Xavier selalu menyempatkan diri untuk ikut melatih anjing anjing penjaga sekaligus menjadi anjing pelacak mereka .
Bukannya takut , turun dari mobil Ethan malah langsung berjalan menuju anjing anjing yang menggonggong ke arahnya . Bocah gembul itu memang suka dengan hewan hewan peliharaan , di kediamannya dia mempunyai banyak kelinci di halaman belakang kediamannya .
Xavier mengangkat kedua tangannya pada dua penjaga yang memegang erat tali pengikat leher anjing anjing pelacak itu . Walau termasuk ganas tapi Xavier percaya anjing anjing hanya akan menyerang jika mencium tanda bahaya dan putranya bukanlah sebuah bahaya .
Para penjaga takjub melihat apa yang terjadi di depannya , anjing anjing ganas itu langsung terdiam saat bocah gembul itu semakin mendekat . Ekor mereka dikibas kibaskan dengan posisi badan yang menunduk ketika tangan mungil Ethan menyentuhnya .
" Daddy ... kelincinya besal sekali !! Punya Ethan di lumah kecil kecil ! " teriak Ethan antusias bermain dengan anjing yang sudah di lepas talinya oleh para penjaganya .
__ADS_1
Antonio tertawa melihat bocah ajaib itu , tentu saja anjing anjing itu langsung jinak karena mereka melihat diri Xavier dalam diri Ethan . Lagipula bocah itu tak menunjukkan rasa takut sedikitpun hingga anjing anjing itu malah tunduk dan nyaman .
" Paman ... "
" Kau bisa menelponku jika memang ada sesuatu yang ingin disampaikan . lstrimu bisa mengamuk jika tahu putranya dikerubungi anjing anjing boxer itu . Belum lagi serigala ganas yang biasa mengintai rumah ini ! "
Xavier duduk disamping pamannya yang duduk di teras rumah , sepertinya pria itu sedang membersihkan salah satu senjata kesayangannya . Senjata rakitan itu terbagi menjadi beberapa komponen terpisah agar lebih mudah di bersihkan .
" Lusa aku pulang membawa mereka , tapi sayangnya Reina belum bisa tinggal di Greyville karena ada beberapa kontrak yang harus di selesaikan dengan beberapa klien besar " keluh Xavier yang sepertinya harus menahan diri untuk beberapa bulan ke depan karena tak bisa tinggal bersama istri dan anaknya .
" Ckk Reina mengancamku untuk tidak menggunakan kekuatanku apapun alasannya . Dia ingin profesional dengan pekerjaannya , dia sudah berjanji akan tinggal bersamaku setelah semua pekerjaan yang harus ditangani sendiri sudah selesai "
__ADS_1
" Hanya itu yang ingin kau bicarakan !? " tanya Antonio yang yakin keponakannya punya hal lain untuk di bicarakan .
" Ayah angkat putraku ... ternyata dia punya beberapa perusahaan besar yang tersebar di beberapa negara . Dan pintarnya semua perusahaan itu dipimpin oleh orang yang berbeda beda , jadi tidak akan ada yang menyangka jika sebenarnya dia juga merupakan seorang pengusaha . Pantas saja dia bisa memiliki para penjaga penjaga yang merupakan eks pasukan elite . Dia juga punya benda benda bernilai fantastis, " kata Xavier menghela nafasnya , pria itu belum menyelesaikan kata katanya .
" Dan Paman tahu apa hal apa yang lebih mengejutkan untukku !?? " tanya Xavier ambigu .
" Semua perusahaan itu di topang penuh oleh seseorang yang merupakan salah satu panutanku dan semua pebisnis handal di negara ini , Antonio Marcos .... kau sendiri Paman ! "
Antonio tak menanggapi perkataan keponakannya , sepertinya ia lebih fokus memperhatikan sesuatu di depannya . Ada senyum tersungging di bibirnya ketika melihat seorang bocah yang sibuk dengan benda yang sudah selesai ia bersihkan .
" Aku seorang pengusaha , sangat wajar jika aku tekun ke perusahaan perusahaan besar ! Yang tidak wajar adalah ketika seorang anak dua tahun bisa merangkai senjata rakitan yang bahkan aku yakin belum pernah ia sentuh sebelumnya "
__ADS_1
Xavier langsung menoleh ke arah meja tempat pamannya tadi meletakkan komponen komponen senjata yang belum terakit . Matanya terbelalak ketika melihat putranya sudah selesai merangkai senjata yang menurutnya cukup sulit untuk dirangkai untuk anak seumur putranya .
" Dia menakjubkan .... "