
Semua tim yang dibawa Xavier bekerja dengan sangat rapi . Mereka mampu melumpuhkan penjagaan di gerbang depan dan penjagaan samping dengan cepat tanpa mengusik perhatian orang orang Gerardo Blaire yang masih asyik berpesta di dalam markas .
Mereka memang sering berpesta dengan mengundang para wanita cantik untuk menemani malam panjang mereka . Dan itulah kelemahan terbesar mafia itu , dia tak bisa jika tak menghabiskan malam dengan wanita wanita sewaannya .
" Tetap waspada kita bergerak ke dalam ... "
Tapi naas seorang penjaga sempat berteriak memperingatkan teman temannya jika ada serangan dari pihak luar ketika tidak sengaja melihat mayat temannya dari atas bangunan markas yang berlantai dua . Walau penjaga itu harus meregang nyawa karena tertembak snipper yang dipasang Edgar di berbagai titik untuk mengantisipasi serangan dari disisi yang tidak mereka ketahui .
DOORR ... DOOORRRRR
__ADS_1
Akhirnya mereka terlibat baku tembak , Xavier dan Edgar sendiri yang memimpin serangan itu . Dengan cerdas mereka mengatur orang orangnya yang tidak sebanyak orang orang Gerardo di markas itu , mereka kalah jumlah tapi mampu menyapu semua penghalang didepannya tanpa kesulitan .
Hingga akhirnya Xavier masuk ke dalam ruangan tempat Gerardo dengan beberapa teman bisnisnya berpesta . Pria itu mengalihkan pandangannya ketika melihat pemandangan yang tidak pantas untuk dilihatnya . Ada beberapa dari mereka yang dengan santainya bercinta walau disaksikan orang orang diruangan itu . Tempat itu dibuat kedap suara hingga mereka tak menyadari jika ada serangan mendadak dari pihak Xavier .
" Hei brother .... kenapa harus terkejut seperti itu ? Aku mampir untuk menyapamu , apa kabarmu Tuan Gerardo Blaire ? Sampai sekarang pun ternyata kau belum bisa menghilangkan kebiasaan burukmu itu ... menjijikkan !!! "
Dan kegiatan kegiatan yang tidak pantas itu seketika berhenti , Xavier membiarkan para wanita keluar dari ruangan terkutuk itu . Tapi senyumnya tertahan ketika Gerardo masih merengkuh erat dua wanita yang tadinya sedang menemaninya untuk minum , dan dua wanita itu kebetulan adalah pasukan terlatih yang disusupkan oleh Edgar . Mungkin pria itu belum menyadari jika semua pasukan yang ada di luar sudah disapu habis oleh musuhnya .
" Aku tidak melarang , nikmati saja permainan terakhirmu ini ! Karena besok mungkin kau tidak bisa melihat matahari terbit lagi ... " sahut Xavier mulai melangkah mendekat tanpa rasa takut walau beberapa pria sudah mengarahkan senjata api milik mereka kepadanya .
__ADS_1
Gerardo terlihat beranjak dari sofa panjangnya , dengan hanya mengenakan celana satin panjang tanpa menggunakan atasan ia menghampiri Xavier yang sudah ada di tengah ruangan .
" Apa kau pikir kau sudah menang ? Kau pikir selemah itu penjagaan di markasku Tuan Xavier ? Tidak .... yang kau sapu hanya lima persen dari penjagaku . Berdoalah jika kau akan bisa keluar dari tempat ini masih dengan membawa nafasmu !! " sinis Gerardo melihat ke arah Xavier yang tampak tak terganggu ketika mendengar pertarungan sengit dan baku tembak di luar ruangan itu . Pria itu sadar jika kembali ada pertempuran sengit antara orang orangnya dan orang Gerardo .
" Aku tidak peduli , tujuanku ke tempat ini hanyalah untuk memberi pelajaran pada pria bajingan sepertimu ! Malam ini aku sendiri yang akan mengantarkan dirimu ke gerbang neraka .... " Xavier mengokang senjata api yang di bawanya dengan menatap tajam pria pria yang sedang mengarahkan senjata kepadanya .
" Tuan tuan aku tidak punya urusan dengan kalian , sebaiknya kalian pergi atau aku ratakan perusahaan kalian dengan tanah ! "
DORRRRRR ...
__ADS_1
Tapi sebuah tembakan terdengar nyaring , salah satu dari pria itu ternyata menembak Xavier tepat di dadanya .