
" Aaaakkhhhh..... dimana aku !? "
Clara dan Reina langsung mendekat ke ranjang pasien ketika melihat Agie sudah membuka matanya . Pria itu terlihat kesakitan karena memaksa untuk bergerak , mungkin saja Agie ingin beranjak karena masih asing dengan kamar yang ia tinggali .
PLAAKKKK ... PLAAKKKKKK
" Aaakkhhhh ... Oh God ini sakit sekali ! Kenapa kalian memukulku !?? " desis pria gemulai itu kesakitan , dua wanita di sisi kanan dan kiri ranjangnya malah memukul bahunya hampir bersamaan . Tatapan mereka seperti sedang ingin membunuhnya .
" Kau gila !! Kau hampir membuat kami mati karena terlalu khawatir !!! " kata Reina kembali berurai air mata .
" Dasar bodoh !! Kenapa hanya menggunakan pisau kecil hahh !! Tidak adakah benda yang lebih besar agar bisa kau gunakan !!!!!? " Clara pun terlihat menyapu satu tetes air mata yang tak sengaja jatuh di pipinya .
" Hissshhhh kenapa jadi begini , pria tua brengsek !! Kenapa harus membawaku ke tempat ini hanya untuk luka sekecil ini .... " kata Agie mengumpat dalam hatinya , Antonio pasti membawanya ke tempat ini . Sekarang pasti sedang ada banyak pertanyaan di hati dua wanita yang ada disampingnya .
__ADS_1
Luka ini mungkin tidak akan terasa begitu sakit tapi nantinya semua rentetan pertanyaan Reina maupun Clara akan terasa lebih menyiksanya .
" Aku haus .... " lirih Agie yang merasa kerongkongannya sangat kering .
Clara menyambar gelas berisi air minum yang tadi sempat ia siapkan di atas nakas yang ada disamping ranjang pasien dan memberikannya kepada Agie .
" lni hanya kecelakaan kecil jadi jangan berpikir macam macam , luka sekecil ini tidak akan membuatku mati !! " kata Agie setelah melihat luka di perut bagian kiri yang masih terbungkus rapat perban berwarna putih . Tapi matanya kemudian seperti mencari sesuatu .
" Mana anak itu ?! Mana Ethan ? Kenapa dia tidak kelihatan ?! "
" Tadi saat kami kesini Ethan bersama pengawalnya , tapi tadi Daddynya sudah menyusulnya ke hotel karena khawatir jika anak itu rewel karena mencari salah satu dari kita, " jawab Reina .
" Bagaimana bisa kau bisa mempercayakan anak itu pada pria bodoh itu ... Aaakkhhh !!! " pekik Agie tertahan karena satu kali pukulan mendarat di bahunya , Reina spontan memukulnya karena mendengar suaminya dikatakan pria bodoh .
__ADS_1
" Ckk dia Daddynya , tidak mungkin tidak merawat putranya sendiri dengan baik ! Kau yang bodoh karena melukai diri sendiri karena hal yang tidak penting !! " sinis Reina .
" Jika dia pintar maka tak akan selama itu mencarimu !! Dia memang bodoh !!! Katakan pada dokter kalau aku mau pulang , aku sudah baik baik saja . Aku ingin bertemu putraku !! Pria bodoh itu mungkin sedang membuatnya kelaparan , Ethan pasti belum minum susunya !! "
" Sekarang tutup mulutmu dan beristirahatlah karena dokter berpesan agar kau banyak beristirahat . Jangan berpikir macam macam karena semua sudah ada di tempat yang benar !! " ujar Clara mengambil piring berisi buah dan mengambil satu apel untuk di kupas .
" Rein kau bisa pulang dulu , biar malam ini aku yang menjaganya ! Aku tahu kau pasti lelah , Ethan juga pasti sedang mencarimu " kata Clara yang tahu beruang kutub menyebalkan itu pasti sudah menghajar sahabatnya habis habisan . Tadi beberapa kali ia sempat berkali kali melihat Reina seperti menahan sesuatu ketika berjalan . Sebagai wanita ia tahu yang dirasakan oleh sahabatnya .
" Baik aku pulang dulu , beristirahatlah dengan baik jika ingin cepat bertemu dengan anakmu . Karena Ethan tidak akan di ijinkan masuk ke dalam rumah sakit , kau tahu jika balita tidak diperkenankan menjenguk orang sakit di rumah sakit bukan !? "
Setelah Reina meninggalkan kamar Clara menggeser satu kursi agar bisa duduk tepat disamping ranjang pasien . Dia menyodorkan satu iris apel pada Agie .
" Dia menunggumu sejak kau masuk ke sini . Apa kau tahu walau diam tapi dia terlihat sangat khawatir . Apa kau ingin bertemu dengannya ? Tadi setahuku dia masih ada diluar kamar ini .. "
__ADS_1
Agie tak menanggapi semua kata kata Clara , ia memejamkan matanya dengan sambil mengunyah apelnya . Clara hanya bisa menghela nafasnya tapi ia tahu Agie tidak nyaman dengan pertanyaannya tadi . Mungkin lebih baik untuk saat ini dia diam , dia yakin ada saatnya pria di depannya akan menceritakan semuanya .