Im Back

Im Back
105


__ADS_3

" Ada apa sayang ?? " tanya Xavier yang melihat beberapa kali istrinya menghela nafas setelah menerima telepon dari Clara . Mungkin ini ada hubungannya dengan ayah angkat putranya yang sedang sakit .


" Ckk ... Agie ! "


" Sakitnya semakin parah !? "


" Lusa dia menikah dengan perawat pribadi yang kau tugaskan untuk merawatnya , Ellaine Macey . Clara bilang mereka buru buru menikah karena mereka sudah bercinta ... " kata Reina mencoba menjelaskan . Dan dugaannya benar , suaminya langsung tertawa terbahak bahak setelah mendengarnya . Reina mencubit perut liat suaminya dengan pandangan sebal .


" Memang kenapa kau tertawa ? Ada yang aneh !? Agie adalah laki laki dan Ellaine adalah seorang wanita ... wajar jika mereka bercinta dan kemudian menikah . Dulu kita juga seperti itu , hanya saja kita melakukannya tanpa cinta !! " sinis Reina sambil menghindari ketika tangan kekar suaminya ingin merengkuhnya .


" Hei ... jangan marah sayang ! Kenapa jadi membahas masa lalu kita . Aku tahu Agie adalah seorang pria . Aku hanya membayangkan ketika pernikahannya warna kukunya lebih meriah daripada warna kuku calon istrinya atau mereka akan perawatan wajah bersama sebelum berangkat ke kantor catatan sipil ! "


Xavier menarik tubuh istrinya agar duduk dipangkuannya , bibir mengerucut istrinya malah terlihat sangat menggemaskan untuknya .


" Aku bercanda sayang , maaf ! "

__ADS_1


" Dia memang terlihat lain , tapi dia tidak berbeda dengan pria lainnya . Buktinya dia mampu melindungi aku dan Ethan selama tiga tahun ini . Kekuasaanmu yang besar pun tak mampu menembus perlindungannya pada kami . Tiga tahun kau baru menemukan aku dan Ethan .... " cibir Reina , tapi wanita itu kemudian menyadari jika perkataannya sudah menyakiti suaminya . Diciuminya rahang dengan bulu bulu halus itu dengan sangat lembut .


" Tapi sepertinya kita memang harus melaluinya honey , jika waktu itu kau bisa langsung menemukan aku mungkin aku tidak akan mau menjadi istrimu karena waktu itu aku masih sangat membencimu . Aku berpikir kau adalah penyebab duniaku hancur berantakan " kata Reina memeluk erat tubuh kekar suaminya , begitupun Xavier yang merengkuh tubuh istrinya seakan tak mau melepasnya lagi .


Reina hanya pasrah ketika bibir sang suami sudah bermain lincah diatas bibirnya , dua tangan Xavier juga sudah menelusup dibawah bajunya sang mengelus lembut punggungnya .


" Honey ... kau ingatkan jika Ethan masih bersama ibu ? Mungkin sebentar lagi dia menggedor pintu dan minta ditemani main pasukan dinonya ... " bisik Reina yang sudah merasa jika naluri laki laki suaminya mulai terpancing .


" Haissshhh ... kau menghancurkan momen indah ini sayang ! " gerutu Xavier yang kemudian menurunkan tubuh istrinya setelah mengecup keningnya .


Dan Reina segera turun untuk melihat putranya ketika Xavier sudah keluar dari kamarnya . Dia menepuk dahinya sendiri ketika lantai ruang tengah dipenuhi dengan semua mainan putranya . Sepertinya juga ada banyak mainan baru di sana . Mungkin Magdalena yang sudah membelikannya untuk Ethan .


" Ethan sayang , kau membuat rumah Grandma berantakan ! Nanti ketika sudah selesai maka kau harus membereskannya , nanti ibu bantu " ujar Reina yang dari kecil sudah membiasakan Ethan untuk membenahi mainannya sendiri .


" Mana suamimu ? Tadi lbu membuat cheesecake kesukaannya dan apa kau tahu ? Ethan juga sangat menyukai kue buatanku , pantas saja jika tubuhnya bulat seperti bola . Dan sebagian mainan yang ada di lantai itu adalah mainan milik ayahnya dulu . Aku menyimpannya karena dulu mengira dia akan mempunyai adik , nyatanya malah putranya yang bermain dengan mainan mainan miliknya "

__ADS_1


" Suami Reina sedang ada diruang kerjanya , maaf jika Ethan sudah membuat lbu lelah . Dia sudah sangat aktif sejak kecil "


" Ibu senang bermain dengannya , biarkan malam ini dia tidur di kamarku . Sekarang sebaiknya bawakan suamimu kopi dan kue ke ruang kerjanya . Dia sering lupa waktu jika sedang berada disana ! Jika dia terus saja bekerja maka lbu akan terlalu lama mendapatkan cucu lagi ... " goda Magdalena yang tertawa kecil ketika melihat rona kemerahan di pipi menantunya .


Reina segera pergi ke dapur untuk memuat kopi dan dan mengambil beberapa iris cheesecake yang tadi dibuat oleh ibu mertuanya . Sampai di lantai atas dia sedikit bingung karena belum mengetahui letak ruang kerja suaminya .


Karena tak ada satupun orang di lantai itu maka ia melangkah menuju ujung lorong dan langkahnya terhenti karena ternyata ada dua pintu berhadapan . Perlahan dia mengetuk pintu yang ada di sebelah kanannya , karena tak ada tanggapan ia memberanikan diri untuk membukanya .


CEKLEKKKK ...


Reina membuka pintu dengan kepala melongok ke dalam untuk sekedar melihat karena ia takut salah ruangan . Tapi sepertinya ia benar , ruangan dengan meja kerja dan rak penuh buku di belakangnya itu pasti adalah sebuah ruang kerja . Ruangan dengan nuansa warna emas dan coklat itu sangat sepi , suaminya tak terlihat disana .


Dan matanya tiba tiba terpaku ketika melihat sebuah lukisan yang ada di dinding yang tepat selurusan dengan meja kerja yang ada di ruangan itu . Lukisan seorang wanita cantik dengan mengenakan baju serba putih . Matanya memicing untuk memastikan apa yang ia lihat .


" Mommy ??? "

__ADS_1


__ADS_2