Im Back

Im Back
123


__ADS_3

Pulang dari butik Reina segera mencari putranya karena ia tahu jam seperti ini biasanya sang suami masih berada di kantornya . Karena tak melihat di manapun maka ia segera pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu , ia mengira Ethan ada bersama ibu mertuanya .


KLEKKKK ...


Saat membuka pintu kamar dia sedikit terkejut melihat Xavier sedang duduk di sofa kamar dengan tatapan tertuju padanya . Reina berusaha tersenyum walau ia masih ingat betapa sinisnya sikap sang suami saat tadi siang .


" Honey , kau tidak pergi ke kantor !? "


Reina hanya mengembuskan napasnya karena pertanyaannya sama sekali tidak ditanggapi oleh Xavier . Karena tidak ingin suasana tidak enak ini berlarut larut Reina akhirnya duduk di sisi suaminya , dia ingin tahu apa masalah apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan pria itu . Tidak mungkin Xavier bersikap seperti itu jika memang tak ada masalah .


" Hei , kenapa diam ? Apa aku sudah berbuat kesalahan padamu !? " kata Reina masih berusaha membujuk .


" Katakan padaku , apa waktu itu kau memang sengaja menjeratku !! Kau sengaja lari agar aku penasaran padamu ??! "


Wanita itu mengernyitkan dahinya , dia semakin tidak tahu dengan situasinya . Bagaimana bisa pria itu kembali membahas masa lalu mereka di saat mereka sudah terikat janji suci pernikahan . Reina masih diam , ia biarkan Xavier meluapkan semuanya agar dia tahu apa masalah sebenarnya .


" Bagaimana aku bisa melakukan kesalahan yang sama seperti yang ayahku buat !!! Mencintai wanita licik seperti kalian ... " geram Xavier yang tiba tiba meraih rahang Reina dan menekannya dengan keras hingga wanita itu meringis kesakitan .


" Aku tidak mengerti , kesalahan seperti apa ?? Aku tidak pernah berbuat sesuatu yang kau sebut dengan licik " lirih Reina kesakitan dengan dua tangan berusaha melepas cengkeraman satu tangan Xavier pada rahangnya .


" Apa dia sudah mengajarimu bagaimana cara untuk menjerat pria pria seperti kami !! Kalian tahu jika kami tidak mudah untuk jatuh pada pesona wanita , dan kalian gunakan cara licik agar kami takhluk ! Menjeratku dengan satu malam panas di atas ranjang ... cara murahan !! "

__ADS_1


Reina yang mulai tahu arah pembicaraan suaminya kemudian memejamkan mata agar bisa mengendalikan dirinya . Mungkin ini adalah salah satu batu kerikil yang harus di lalui rumah tangganya . Menghadapi emosi suaminya dengan kemarahan tak akan bisa menyelesaikan masalahnya .


" Aku mendengarmu honey , sekarang bicaralah dengan jelas agar aku tahu apa salahku ! "


Xavier tampak menenggak botol wine yang ada di depannya , mungkin tadi dia sudah sempat meminumnya karena jika dilihat dari isi botol yang tinggal separuhnya .


" Bertahun tahun ibuku menderita karena ayahku yang tak pernah bisa memberikan hatinya , bahkan ketika ibu sudah mengandung dan melahirkan aku ! Wanita itu sudah menggodanya hingga hatinya buta dan tak bisa melihat cinta ibuku . J*lang itu membuat ibuku harus menangis di setiap detik hidupnya !! "


" J*lang ?? "


" Ibumu ... Sophie Walker ! Dia pasti yang sudah mengajarimu bagaimana cara menjerat pria sepertiku !! Kau serahkan tubuhmu agar aku tergila gila padamu !! Kalian sama sama murahan !! "


PLAKKKK ..... PLAKKKKK


Setelah menampar sang suami Reina bermaksud pergi agar tak lagi mendengar perkataan Xavier yang teramat menyakiti hatinya . Tapi pria itu tanpa ia duga meraih tangannya dan menariknya kadar hingga ia jatuh terbanting di sofa .


" Aakkkkhhhh .... "


Reina merasakan sakit di pundak dan punggungnya akibat membentur soda lumayan keras . Dilihatnya tatapan kebencian Xavier seakan seperti ingin menelannya hidup hidup .


" Kau pikir bisa pergi semudah itu dariku !!! Kau akan selamanya di sisiku , aku akan membuatmu merasakan apa yang ibuku rasakan selama ini . Dia harus hidup tanpa menggunakan jiwanya ... "

__ADS_1


TOKKK ... TOOKKKK


Walau masih kesakitan Reina membenarkan baju dan rambutnya untuk membuka pintu kamarnya . Mungkin saja ibu mertuanya dan Ethan yang sekarang berada didepan pintunya . Beruntung kamar suaminya adalah kamar kedap suara hingga dapat dipastikan orang luar tidak akan mendengar pertengkaran mereka tadi . Reina tidak mau keributan ini diketahui orang lain .


" Sayang apa lbu mengganggumu ??! Maaf , tapi Ethan merindukanmu . Tadi maid mengatakan jika kau sudah berada di kamar dan lbu menyusulmu kesini " ujar Magdalena seperti menelisik keadaan menantunya , wanita itu seperti melihat jejak air mata di pipi menantunya .


" Sayang , kau baik baik saja ? "


" Mommy ... " seru Ethan mengarahkan kedua tangannya pada sang ibu agar mau menggendongnya .


" Reina baik baik saja Bu , hai gembul apa kau merindukan lbu !? " jawab Reina yang kemudian menciumi tubuh putranya , hanya dengan begitu hatinya bisa sedikit tenang .


" Ya sudah kalau begitu lbu tinggal , kalian beristirahatlah setelah ini ! "


" Baik Bu , terimakasih ... "


Setelah menutup pintu tanpa Reina segera membawa putranya masuk . Dengan sikap kaku Reina memberikan bocah gembul itu pada Xavier karena Ethan mengatakan ingin bersama dengan ayahnya .


Tapi Ethan tidak mau di gendong oleh ayahnya , bocah itu turun dan berdiri tegak berhadapan dengan pimpinan klan Marcos itu dengan wajah tanpa senyum .


" Dad , have you hurt my Mom ?? "

__ADS_1


" Boy .... "


__ADS_2