Im Back

Im Back
12


__ADS_3

" Ayah .... " lirih Jenni di atas pusara ayahnya . Semalam ayahnya ternyata tidak bisa bertahan lagi , dokter mengatakan jika terlalu banyak kerusakan pada organ dalam ayahnya akibat kecelakaan itu .


Sesal menyelimuti hatinya karena ketika ia bergumul dengan seorang pria di atas ranjang ternyata ayahnya sedang bertaruh nyawa . Bahkan dia tak ada disana ketika ayahnya pergi meninggalkan dunia ini .


" Dia sudah tenang ... dia sudah tidak merasakan sakit lagi, " lirih Clara yang terus menemani sahabatnya sampai proses pemakaman ini . Jenni terus saja merutuki dirinya sendiri karena tidak mendampingi kepergian sang ayah . Clara tahu jika sahabatnya pasti melakukan semuanya demi menyelamatkan nyawa ayahnya .


Karena masih menjadi seorang pejabat pemakaman William banyak di hadiri oleh masyarakat yang bersimpati padanya . Lorena dan Stacy memerankan perannya sebagai istri dan anak dengan sangat baik . Lorena bahkan saat pura pura pingsan ketika peti jenasah sudah diturunkan ke liangnya .


Tak ada seorang pun yang memperhatikan putri kandung William Jones itu . Sebagian besar dari mereka sibuk mengabadikan momen sedih itu dengan ponselnya .


" Aku sudah menyakitinya ... aku bukan wanita suci lagi , dia pasti malu mempunyai putri sepertiku !! "


" Kau satu satunya putri kebanggaannya Jen , kau rela melakukan segalanya untuk kesembuhan beliau . Jika dia masih disini pasti dia akan mengatakan jika kau harus menjadi wanita kuat . Tuan William pasti tidak ingin melihatmu menyerah dan kalah ... " ujar Clara masih mencoba memberi semangat pada sahabatnya .

__ADS_1


Pasti sulit ketika harus kehilangan dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya , pertama ibunya dan kini ia harus kehilangan ayahnya .


" Kau ingat kata pengacara keluarga tadi kan ?? Dia ingin bertemu denganmu setelah semua ini selesai. "


Jenni hanya mengangguk pelan , sebenarnya ia masih enggan membahas tentang warisan ayahnya tapi ia tidak akan membiarkan dua wanita jahat itu menguasainya . Bisa saja semua malah disalahgunakan oleh mereka yang gaya hidupnya sangat berfoya foya . Dia akan menjaga semua kenangan dan peninggalan ayah dan ibunya dengan baik .


Sorenya Jenni pergi ke kediaman pengacara keluarganya . Dia sudah mengenal cukup baik pria yang menjadi pengacara sekaligus sahabat dari mendiang ibu dan ayahnya itu . Tapi sampai di depan gerbang ia di hadang oleh dua penjaga .


" Maaf Nona , anda ingin bertemu dengan Tuan Peter ?? " tanya dua penjaga itu , dan anehnya Jenni tidak mengenal keduanya . Dulu dia tak jarang di bawa sang ayah berkunjung ke kediaman pengacaranya itu hingga ia cukup hafal setiap penjaga ataupun asisten di sana .


" Saya Jennifer Jones , saya ada janji sore ini dengan Uncle ... maksudku Tuan Peter ! "


" Maaf tapi beliau siang tadi terbang ke luar negeri setelah menghadiri pemakaman ayah anda . Kami turut berduka cita Nona ... "

__ADS_1


" Bisa saya tahu kemana beliau pergi ?? Atau kapan beliau pulang ?? " tanya Jenni masih merasa aneh dengan tingkah dua penjaga itu .


" Kami tidak tahu , bukankah dia bisa pergi dan kembali kapan pun dia mau ?? Kami hanya penjaga Nona ... "


Jika dia bertahan di sana pasti akan terjadi keributan , dan saat ini dia sedang tidak ingin bertengkar dengan siapapun . Dengan sedikit kesal Jenni putar balik untuk pulang ke kediaman Jones .


Tapi sebuah kejutan ternyata sudah menantinya , ketika ia tiba ada dua buah koper besar ada di depan pintu masuk rumahnya . Lorena dan Stacy juga sudah berdiri dengan berkacak pinggang , tatapan mereka sangat sinis dan merendahkan seolah dia adalah pengemis yang ingin meminta makanan .


" Pelayan !! Lempar koper koper ini keluar , jangan sampai wanita kotor itu menginjakkan kakinya di rumah kami !! Cihhh ... bisa bisanya kau jual tubuh hanya untuk mendapatkan uang . Gadis yang selama ini di sambungkan oleh ayahnya ternyata tak lebih dari seorang p*lacur !! " pekik Lorena mendorong keras koper koper yang akan di bawa salah satu pelayan dirumah itu .


" lni juga rumahku ... kalian tidak berhak mengusirku !! "


" Sejak kapan ini menjadi rumahmu hahh !! Ayahmu sudah mewariskan semuanya kepada kami . lni kopian surat suratnya jika kau tak percaya . lni ditandatangani sendiri oleh pria tua itu . Dia tak mencantumkan namamu di kertas ini , itu artinya kau bukan siapa siapa lagi disini !! Kau hanyalah orang asing , dan jangan kotori rumah kami dengan tubuh kotormu itu !!! "

__ADS_1


" Ya Tuhan ... apalagi ini "


__ADS_2