Im Back

Im Back
150


__ADS_3

" Mommy apa kita mau naik kapal besal itu ? " tanya Ethan dengan mata berbinar karena melihat sebuah kapal didepannya . Sebuah kapal nyata karena biasanya ia hanya bermain dengan kapal mainan yang dibelikan oleh ayah angkatnya .


" Tuan Muda tidak takut naik kapal ?! " tanya seorang penjaga yang menggendong bocah gembul itu .


" No ... Ethan pembelani sepelti Daddy !! " sahut Ethan yang membuat Reina hanya menghela nafasnya . Bocah itu tidak tahu jika mereka pergi atas permintaan Daddynya sendiri . Tadi dia sempat mengirim pesan pada Augusto tentang para penjaga yang menjemput mereka . Dan Agie hanya meminta Reina untuk mengikuti dengan patuh para penjaganya , karena untuk sementara ini adalah hal terbaik untuk mereka .


Reina sedikit heran karena ternyata mereka di bawa ke sebuah pulau , dan sepertinya pulau itu bukanlah pulau yang dihuni orang banyak seperti kebanyakan . Terbukti hanya ada kapal mereka yang berlabuh di dermaga kecil yang di jaga oleh para pria berbaju hitam . Mereka semua terlihat tersenyum ramah padanya atau pun pada putranya .


" Kita akan naik mobil beberapa menit untuk sampai ke mansion Nyonya . Kami minta maaf jika perjalanan ini kurang nyaman untuk anda dan Tuan Muda ... " ujar salah seorang penjaga ketika mereka berjalan menuju dua buah mobil yang terparkir tak jauh dari dermaga .


Setelah sekitar setengah jam mereka sampai ke sebuah mansion megah gaya Eropa yang terlihat mempunyai penjagaan yang sangat ketat . Dan mereka disambut dengan sangat ramah , ada beberapa maid wanita yang berderet di pintu masuk yang kemudian membawa barang bawaan mereka .

__ADS_1


" Silahkan ikut kami Nyonya , kami akan mengantar Nyonya dan Tuan Muda ke kamar untuk istirahat terlebih dahulu . Dan nanti saat makan malam kami akan datang untuk menjemput Nyonya untuk makan malam ! " ujar seorang maid mempersilahkan Reina dan Ethan berjalan mengikuti mereka .


Sesuai dengan kata maid Reina dan Ethan benar benar beristirahat karena perjalanan yang cukup lama tadi cukup menguras energi mereka . Reina masih asing dengan suasana mansion ini tapi entah kenapa tidak ada rasa takut atau tidak nyaman yang ia rasakan . Semua terlihat sangat ramah padanya .


Waktu cepat berlalu , ketika bangun ternyata langit sudah mulai gelap . Reina segera membersihkan diri untuk bersiap makan malam , dia masih ingat perkataan maid yang tadi ingin menjemputnya .


" Hei jagoan kau sudah bangun ?? " sapa Reina yang melihat putranya juga sudah bangun ketika ia selesai membersihkan diri .


Reina tertawa mendengar celotehan putranya , bocah gembul itu baru menyadari jika mereka ada di tempat yang asing .


" Kau tidak suka !? Kita hanya berlibur disini sayang , besok jika sudah saatnya kita akan pulang ! " jawab Reina memeluk putra semata wayangnya , ternyata perjalanan berliku hidupnya masih berlanjut saat dia berpikir sudah berada zona nyaman . Zona dimana dia sudah hidup bahagia bersama anak dan suaminya .

__ADS_1


Benar saja beberapa saat kemudian setelah jam makan malam seorang maid mengetuk pintu untuk menjemputnya turun makan malam .


" Nyonya Reina ... Tuan Muda.... bagaimana istirahat anda ? Semoga nyaman berada ditempat terpencil ini . Sesuai janji saya sekarang saya akan antarkan Nyonya dan Tuan Muda makan malam di bawah . Tuan Besar sudah menunggu ! "


" Tuan Besar ? Apa maksudmu Augusto ? " tanya Reina ketika mendengar Tuan Besar yang sedang menunggu mereka .


" Anda akan menemuinya sebentar lagi , mari saya antarkan .... "


Walau masih dipenuhi dengan pertanyaan tapi Reina mengikuti langkah maid yang menuruni tangga . Hingga sebuah suara bariton mampu menghentikan langkahnya .


" Well come my dear .... senang bisa bertemu denganmu "

__ADS_1


__ADS_2