Im Back

Im Back
134


__ADS_3

" Karim sudah melaksanakan yang kau minta , dia sudah melobi sosialita sosialita sugar mommynya untuk membatalkan pesanan mereka di Gold Reins . Sekedar saran untukmu teman , tidak seharusnya masalah pribadi harus di campur adukkan dengan masalah bisnis . lni tidak adil untuk istrimu ! Seharusnya kau bicarakan hal ini dahulu sebelum suatu saat ada salah satu dari kalian yang menyesalinya " ujar Edgar yang sebenarnya tidak suka dengan rencana Xavier untuk menghancurkan istrinya .


" ltu bukan urusanmu , kau tidak tahu betapa lbuku menderita karena ulah ibunya . Dua puluh tujuh tahun ia harus hidup di neraka , dia harus melihat pria yang tidak mencintainya melalui diriku . Kadang aku menyesali kenapa semua yang ada padaku harus mirip dengan ayahku !! " rutuk Xavier yang sedari kecil harus melihat sikap tak peduli ayahnya pada sang ibu . Benedict menghormati ibunya tapi tak sekalipun menunjukkan sifat peduli layaknya seorang suami kepada istrinya .


" Bagaimana jika semua tuduhanmu itu salah ? Bagaimana jika istrimu tidak tahu menahu tentang semua prasangka burukmu itu !? Tidakkah kau berpikir tentang putra semata wayang kalian ? Ethan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kalian . Atau kau memang ingin dia merasakan apa yang dulu kau alami , melihat ketidakpedulian ayahnya pada ibunya ! "


Xavier meraih vas bunga yang ada di meja dan melemparnya ke arah dinding hingga pecah berantakan . Dua tangannya meremat kuat rambutnya , dia benar benar bingung menghadapi situasi seperti ini . Dia sangat mencintai istrinya tapi melalui wanita itu dia melihat penderitaan ibunya selama ini .


" Aku mencintainya .... tapi aku juga sangat membencinya ! Ada dinding tinggi yang membuat kami tidak bisa bersatu .... "


" Jangan menjadi bodoh , jika dinding itu tinggi maka aku yakin ada pintu yang bisa menghubungkan kalian ... dan pintu itu bernama Ethan Aagney Marcos " kata Edgar sambil membaca sebuah pesan yang terkirim diponselnya . Setelahnya ia memberikan ponselnya pada pria yang masih berdiri di depannya dengan semua kemarahannya itu .


" Augusto bergerak cepat ... kita harus selangkah lebih maju dari dia ! Saudara macam apa yang masih membela orang lain yang sudah menyakiti keluarganya ! Siapkan pesawat ke Roma , aku ingin bicara empat mata dengannya ... "


" Baik , akan aku atur semuanya . Tapi sekali lagi aku tekankan sebelum kau bicara pada orang lain sebaiknya kau bicara pada istrimu !! "

__ADS_1


Menjelang malam Xavier memutuskan untuk pulang ke kediamannya , Edgar benar jika tak seharusnya Ethan merasakan kemarahannya . Anak itu pasti sangat merindukannya karena sudah dua hari ini mereka tidak pernah bertemu . Dia juga tidak berusaha menghubungi istrinya untuk sekedar berbicara dengan putranya .


" Daddy !! " pekik Ethan turun dari pangkuan Magdalena dan berlari ke arahnya .


" Hai jagoan ! Apa kau nakal saat Daddy tidak dirumah ?! " tanya Xavier mengangkat tubuh putranya dengan sudut mata melirik wanita belahan jiwanya yang sedang sibuk menata meja makan untuk makan malam mereka .


Ada rindu ketika melihat wajah cantik itu , tapi hatinya akan terasa sakit ketika melihat ibunya sangat mencintai istrinya , putri dari wanita yang sudah berusaha merebut ayahnya .


" Naik dan bersihkan dirimu dulu , setelah itu kita makan malam bersama . lstrimu membuat banyak masakan kesukaanmu " ujar Magdalena yang melihat wajah lelah putranya , dia berpikir dua hari ini pasti sangat melelahkan untuk putranya .


" Sayang tambah satu piring untuk suamimu , dia sudah pulang dan akan makan malam bersama kita " pinta Magdalena mendekat ke arah dapur , ia yakin menantunya tidak menyadari kepulangan Xavier karena sibuk di dapur .


" Pulang ?? B-baik Bu ... " tanpa banyak bertanya Reina menyiapkan meja untuk sang suami . Entah kenapa tapi selera makannya tiba tiba saja hilang . Melihat suaminya pasti akan mengingatkannya pada semua penghinaan yang sudah dia terima .


Walau sudah bersikap biasa tapi kekakuan sepasang suami istri itu bisa dilihat oleh Magdalena . Tapi wanita parubaya itu hanya diam sampai acara makan malam mereka selesai .

__ADS_1


" Biar maid yang membereskan mejanya , kalian naik dan beristirahatlah ! Biar Ethan bersama lbu malam ini . Reina buatkan suamimu ginger tea panas , itu bisa membuat rasa lelah suamimu berkurang ... "


" Baik Bu ! "


Setelah Magdalena naik Reina segera membawakan teh jahe pada Xavier yang masih duduk di meja makan .


" Kau pikir aku akan meminumnya ?? " sinis Xavier tanpa memandang ke arah wanita yang sekarang duduk disisinya .


" Tentu saja tidak , aku sudah memberi racun dengan dosis yang bisa mematikanmu ! Setidaknya aku tidak bermain di belakang , tapi aku menghadapimu langsung di depanmu !!! " sahut Reina sekenanya . Pembicaraannya dengan orang orangnya di gerai membuatnya berpikir jika sang suami ada di belakang semua orang yang ingin menghancurkan usaha yang sudah ia rintis selama ini .


" Reina J Walker ... cepat atau lambat kau akan hancur ditanganku . Akan aku buat kau menyesali karena telah lahir di dunia ini dari wanita yang sudah menghancurkan keluargaku !! "


" Apa kau akan puas jika melihatku hancur Tuan Marcos ?? Apa kau ingat , aku dan Ethan tidak pernah memaksamu untuk hadir di hidup kami . Apa kau ingat dengan janji pernikahan kita ? Kau berjanji akan menjaga kami dengan nyawamu ... nyawamu !!! Tapi aku tidak akan pernah melarang apapun yang akan kau lakukan padaku . Hancurkan saja ... hancurkan aku !! "


" Sesuai permintaanmu j*lang !!! "

__ADS_1


__ADS_2