Im Back

Im Back
30


__ADS_3

" Kau akan bermain disini dan ibu akan duduk di sana ... " tunjuk Reina ke arah meja kerjanya , pagi tadi Clara sudah terbang kembali ke Roma dan Augusto sedang pergi untuk mengurus model yang akan menjadi brand ambassador butik miliknya di kota ini . Jadi hari ini dia akan menghabiskan waktunya bersama putranya .


Pagi ini Reina terpaksa mengajak Ethan ke kantornya , sebenarnya bukan untuk pertama kalinya Ethan ikut bersamanya untuk kerja . Tapi ini pertama kalinya ia membawa Ethan ke gerai barunya di kota ini . Dan beruntung bocah berpipi gembul itu tidak rewel dan menuruti kata katanya .


Ethan bermain di sebuah area yang di buat khusus untuknya , lantai berukuran 1,5 x 1,5 m di pojok ruangan yang dipenuhi dengan mainan dan tentu saja tiga boneka kesayangan yang selalu di bawanya . Hanya tinggal tiga karena satu di antaranya ia berikan pada anak lainnya .


Baru sekitar satu jam ia mulai pekerjaannya seseorang mengetuk pintu ruangannya , dan ternyata sang sekretaris memberitahukan jika ada tamu pagi ini .


" Maaf mengganggu waktu anda Nyonya , ada tamu yang ingin bertemu . Dia .... "


" Aku tidak merasa ada janji dengan siapapun pagi ini ! " kata Reina yang melihat raut sang sekretaris sedikit pucat . Tapi sesaat kemudian ia melepas kacamatanya dan berdiri dengan tatapan tak percaya .


" Maaf , tapi aku ingin bicara denganmu, " seorang pria parubaya memasuki ruang kantornya . Reina ingat jika pria parubaya itu adalah pria yang sama dengan pria yang semalam datang ke restoran bersama ayah dari putranya .


Reina berjalan ke arah sofa untuk menyambut tamunya , ia mencoba berpikiran positif ... mungkin pria itu adalah klien besar untuknya . Siapa tahu pria itu akan memberikan proyek besar untuknya . Sekilas ia melihat putranya yang masih asyik bermain dengan miniatur kereta dan boneka dinonya .

__ADS_1


" Selamat pagi Tuan ... " sapa Reina ramah , pria itu terlihat memperhatikan putranya yang bermain di pojok ruangan .


" Oh God ... sama persis " gumam pria itu lirih tapi Reina masih dengan jelas mendengarnya , dia bahkan mengabaikan sapaan dari sang pemilik kantor .


" Maaf tuan ?? "


Pria itu tampak mengalihkan pandangannya , kini tatapan tajam itu mengarah pada wanita di depannya .


" Aku adalah Antonio Marcos , maaf jika tadi aku terlalu memaksa untuk masuk ke kantormu . Ada hal yang ingin aku bicarakan, dan aku bukan pria yang suka bertele tele . Apakah anak itu adalah putra dari keponakanku Xafier Marcos ??! "


Pria yang mengaku paman dari ayah putranya itu bertanya tentang hal yang tidak pernah ingin ia bahas dengan orang lain , sesuatu yang tidak ingin ia ungkapkan pada orang lain .


" Jika anda datang kesini hanya untuk membahas hal yang tidak penting maka maaf ... saya tidak ada waktu untuk meladeni anda . Silahkan pergi ! " tegas Reina berdiri selama mempersilahkan tamunya agar segera keluar dari kantornya .


" Aku belum mendapatkan jawaban dari pertanyaanku . Aku memang pamannya tapi jangan berpikir aku bertanya hal itu karena dia yang memintanya . Anak bodoh itu belum menyadari jika kau adalah wanita yang selama ini dia cari, " ujar Antonio yang tahu Reina tidak akan suka jika ia membahas tentang masa lalu wanita itu .

__ADS_1


" Jennifer Jones , ayahmu mengalami kecelakaan tiga tahun yang lalu . Dan dua wanita ular itu memanfaatkan dirimu . Waktu itu mobilmu terparkir tepat di depan mobilku . Dan hanya kita yang ada di area parkir karena waktu sudah dini hari . Ketika aku naik ke atas aku berpapasan dengan keponakanku yang sedang mencari wanita yang sudah menghabiskan waktu bersamanya .... "


" Aku tidak tahu apa yang anda bicarakan ! " ketus Reina tanpa melihat lawan bicaranya , rasa takut mulai membayangi dirinya . Setelah ini Xavier pasti akan meminta putranya dan dia akan kembali hidup sendirian .


" Aku tahu perasaanmu Nak , aku tidak akan mengatakan ini kepada siapapun jika bukan atas ijinmu . Pangeran kecil itu adalah darah sekaligus pewaris tunggal keturunan keluarga Marcos , jadi dia adalah tanggung jawabku . Cepat atau lambat Xavier akan tahu dengan sendirinya tentang putra kalian , jadi saranku adalah berbicaralah ! Ethan Aagney Jones berhak tahu siapa ayah kandungnya ... dan dia berhak mendapat nama belakang keluarga kami, "


" Dia putraku ... hanya putraku ! " kalut Reina dengan masih menatap putranya .


" Kesampingkan dulu egomu Nak ! Aku harap setelah ini kau bisa memikirkan hal ini baik baik . Aku pergi ... dan maaf jika aku sudah sedikit mengganggu waktumu ! "


Reina berlari memeluk putranya ketika pria parubaya itu pergi .


" Jangan pernah menangis di depan putramu , hadapi dengan kepala tegak ! Bukankah sudah berkali kali aku katakan jika cepat atau lambat pria itu akan tahu keberadaan putramu ! Kau tidak sendiri sayang ... aku dan Clara pasti akan selalu di sisimu ! "


" Agie ... "

__ADS_1


__ADS_2