
Pagi itu Reina menyempatkan diri ke kediamannya untuk kembali membaca diary milik ibunya . Kali ini dia membawa putranya karena Magdalena akan menghadiri sebuah acara amal di pusat kota . Awalnya sang mertua memaksa untuk mengajak cucu satu satunya itu , tapi Reina mengatakan jika Ethan tidak terlalu suka dengan acara formal yang mungkin bagi putranya sangat membosankan .
Sampai di kediaman Jones putranya terlihat sangat antusias , taman depan dan samping mansion yang luas memuat anak itu sangat ingin bermain disana . Kepala maid dan para pekerja terharu melihat satu satunya pewaris keluarga Jones itu . Mereka sangat bersemangat ketika Reina meminta mereka menemani putranya sebentar sementara dia membaca di perpustakaan .
Sampai diruangan membaca Reina kembali menekan buku yang kemarin ia gunakan untuk membuka pintu tersembunyi di ruangan itu . Setelah duduk ia mengambil buku yang kemarin belum selesai ia baca . Kisah summer camp ibunya di sebuah pegunungan .
FLASH BACK WAKTU ITU ........
" Kau serius menerima cinta pria itu ?? Kau bilang dia anak orang kaya , kudengar keluarganya adalah keluarga mafia . Aku tak bisa bayangkan jika kau menjadi seorang nyonya mafia !! " tanya seorang gadis berambut panjang coklat keemasan yang di ikat asal . Wajah cantiknya menjadi semakin manis dengan adanya kacamata berframe hitam bertengger di hidungnya .
Dua orang gadis cantik sedang berbincang di dalam sebuah tenda . Sekolah mereka mengadakan acara summer camp khusus untuk anggota pecinta alam . Dan mereka sedang beristirahat setelah berjalan kaki naik ke pegunungan dan mendirikan tenda tempat mereka berteduh dan menghindari dinginnya malam nanti .
" Kalau aku jadi nyonya mafia berarti kau adalah sahabat istri mafia ... mau tidak mau kau juga akan berinteraksi dengan mafia ha .. ha !! Setidaknya ada pria yang tertarik padaku , kau lihat sendiri bukan tidak ada satu hal pun yang menarik dariku ! " sahut satu gadis lainnya yang berpenampilan sedikit tomboy .
Tapi pembicaraan mereka terhenti ketika seorang kakak kelas berteriak memanggil mereka .
__ADS_1
" Sophie ... Aurel ... keluarlah , kita hangatkan tubuh dengan api unggun . Bawa makanan kalian juga , kita makan malam sama sama ! "
Bukannya beranjak gadis tomboy bernama Aurel itu malah langsung mengambil kantung tidurnya . Badannya terlalu lelah untuk berkumpul menikmati api unggun dan berbincang dengan teman temannya .
" Hei ... kau tidak keluar !? " tanya Sophie mengguncang pelan tubuh Aurel yang sudah berbaring .
" Ckk bukan aku yang mereka harapkan , kakak kakak kelas itu pasti hanya ingin mencari perhatianmu saja !! Mereka berlomba lomba menjadi.pria sejati agar bisa menjadi pacarmu " sahut Aurel pura pura memejamkan matanya , dia terlalu malas melihat tingkah para laki laki yang akan menjadi pria pria super ketika ada di depan Sophie .
" Hishhh .... tapi tidak akan menyenangkan jika tidak ada kau disana "
Karena tak berhasil membujuk sahabatnya akhirnya Sophie bergabung dengan teman lainnya di acara api unggun itu . Dan perkataan Aurel benar , semua kakak kelas laki laki langsung mendekat ketika tahu kedatangannya .
Dari awal masuk kelas sepuluh Sophie sudah menjadi idola di sekolah . Wajah cantik , pembawaan yang sangat sopan dan kebaikan hatinya membuat siapapun nyaman berteman dengannya .
" Kau mau roti isi ?? Kakak membawa cukup banyak dan ini buatan ibuku sendiri , jangan tertawa tapi tadi dia memaksaku untuk membawanya . Dia akan mengeluarkan air mata jika aku menolaknya " kata seorang kakak kelas menawarkan makanan yang di bawanya dari rumah .
__ADS_1
" Ckk , jangan makan roti miliknya ! Aku bawa biskuit coklat yang rasanya manis seperti dirimu , kau pasti suka !! " tawar kakak kelas lainnya .
Benar apa yang dikatakan oleh Aurel , para pria benar benar berebut menawarkan makanan yang mereka bawa hingga membuat gadis lain melirik sinis Sophie yang terlihat tersenyum dengan raut bingung . Satu persatu ia menerima makanan yang ditawarkan , karena jika menolak mungkin akan menyakiti hati mereka .
" Terimakasih atas makanannya , dan karena ini adalah acara bersama maka sekarang kita makan semua ini bersama sama juga ... " ujar Sophie yang kemudian meletakkan semua makanan itu di depan dua gadis dari kelas dua belas yang juga adalah anggota pecinta alam . Sophie juga duduk bersama dua gadis itu . Walaupun tidak begitu mengenal baik tapi mereka sudah saling tahu satu sama lain .
Sesaat setelah mereka menikmati makanan ada dua orang pria yang datang ke arah mereka dengan langkah tergesa . Wajah mereka juga terlihat sangat panik .
" Tolong kami ... tolong kami !! Salah satu teman kami terjatuh di lembah sebelah sana , kami butuh lebih banyak orang untuk mencari dan membawanya naik !! "
Salah seorang kakak kelas yang menjadi pemimpin kelompok pecinta alam langsung beranjak , dia langsung mengatur siapa siapa saja yang ikut membantu dan mengatur siapa yang tetap tinggal menunggu tenda . lnilah yang Sophie suka dari menjadi anggota pecinta alam , rasa empati mereka sangat tinggi jika menemui sesama yang membutuhkan bantuan .
" Sophie ... kau juga ikut kami mencari , bawa kotak obatnya ! "
" A-aku ... ??? "
__ADS_1