Im Back

Im Back
38


__ADS_3

Reina bukan lagi gadis kecil yang polos , dia tau arti kata makan yang diucapkan pria di depannya . Dia mundur beberapa langkah ketika melihat Xavier melangkah mendekatinya , kemudian meletakkan cangkirnya di meja yang ada di dekatnya .


" lbu ... maksudku Nyonya Magdalena masih ada di bawah , aku bisa berteriak jika kau melangkahkan kakimu satu langkah lagi ! "


" Berteriaklah .... aku memang sangat ingin mendengarnya " lirih Xavier mengendurkan dasi yang dikenakannya , senyum smirk menghiasi wajah tampannya .


Pria itu langsung merengkuh pinggang ramping wanita di depannya , diraihnya wajah cantik yang tidak sedikitpun menunjukan rasa takutnya . Ada rona merah yang membuat Xavier semakin ingin menguasai desainer cantik yang dari awal sudah membawa hatinya .


" Aku berikan kau kesempatan sekali untuk berteriak sekerasnya , jika kau tidak memanfaatkan ini sebaik baiknya maka jangan salahkan aku jika setelah ini aku tidak bisa berhenti lagi .... " bisik Xavier tepat di telinga wanita dalam rengkuhannya .


" Lepassssshhh ... akkhhhhhh!! "


Dua tangan Reina memukul keras dada bidang dari pria yang sibuk merasai tengkuk dan lehernya , sensasi sapuan hangat lidah Xavier membuat dirinya melayang tinggi . Pukulan pukulan tangannya hanya seperti angin lalu yang tak begitu dirasakan hingga tangannya merasa lelah . Tanpa terasa tangan yang semula memberontak malah menekan kepala pria yang mulai membuat satu persatu jejak di kulit putihnya . Sungguh ia sudah mulai menikmati alurnya .

__ADS_1


Puas memberi jejak Xavier kembali meraih bibir kemerahan yang sudah menjadi candunya . Pertukaran saliva itu menjadi lebih memacu hasratnya karena Reina membalas setiap cecapan maupun hisapannya dengan tak kalah bersemangat . Hingga kemudian ia mengangkat tubuh sintal itu duduk di atas meja kerjanya .


Reina memegang tangan pria yang sudah akan menurunkan resleting gaun yang dipakainya . Dengan sedikit memaksa ia lepaskan tautan bibir mereka , dan berganti dengan menautkan kening mereka untuk mengatur nafas mereka yang tersengal .


" Jangan buat aku menjadi rendah Tuan Xavier Marcos ! Aku bukan tunanganmu yang akan melakukan segala hal untuk mengikatmu ! "


Reina mendorong tubuh Xavier turun dari atas meja dan segera berjalan ke arah pintu agar bisa secepatnya keluar . Tapi langkahnya kalah cepat dengan kaki panjang pria di belakangnya . Tubuhnya kembali di bawa hingga merapat ke dinding ruangan .


" Kau milikku , dan aku tidak pernah menganggapmu rendah !! Aku tidak akan meminta maaf untuk semua yang sudah aku lakukan karena aku sangat mencintaimu ! "


" Kau hanya terobsesi padaku Tuan Xavier , kita bahkan baru bertemu dua kali . Tidak mungkin cinta datang secepat itu ! " ujar Reina dengan dua tangan ada di depan dadanya , dia berusaha mendorong tubuh tinggi besar Xavier yang semakin menyudutkan tubuhnya ke dinding . Wanita itu mengalihkan pandangannya kesamping karena netra biru itu terus saja menatapnya intens .


Tapi semakin ia mendorong , tubuh itu malah semakin tak berjarak dengan tubuhnya . Nafas hangat pria itu terasa menyapu seluruh bagian wajahnya .

__ADS_1


" Lihat aku jika sedang berbicara ... "


Xavier meraih wajahnya hingga netra mereka bertemu .


" Sekarang lihat aku , beraninya kau anggap cintaku hanya sebagai obsesi ! Tiga tahun kau membuatku gila .... "


" Dan aku lebih menderita !!! Kau pikir dengan sengaja aku menyerahkan diriku padamu hahh !! Kau pikir aku wanita gila yang mau bercinta dengan pria yang bahkan tak pernah aku temui !! "


" Aku mendengarmu sayang ... "


" Aku menderita !! Aku sempat merasa jika aku adalah wanita yang paling kotor di dunia ... aku tak pantas untuk hidup ! Mati matian aku berusaha melalui itu semua !! "


" Jadi aku benar bukan ?! Kau sudah menjadi milikku sejak tiga tahun yang lalu dan aku bukan pria pengecut uang akan lari dari tanggung jawab . Jadi memang sudah seharusnya kita menikah ... "

__ADS_1


" Aku ...."


__ADS_2