
Sophie masuk ke dalam ruangan IGD tempat Ben sedang ditangani . Di depannya terlihat tiga orang dokter dan tiga perawat mengitari ranjang pria itu tanpa ada yang menyentuhnya walau masing masing dari mereka memegang alat alat untuk membersihkan luka .
" Hanya dia yang boleh menyentuhku .... " tunjuk Ben pada gadis belia yang baru saja memasuki ruang UGD .
Dengan tersenyum kikuk Shopie berjalan ke arah pria menyebalkan yang masih terbaring di ranjangnya itu . Dan ketika dilihat keadaannya masih seperti ketika datang untuk pertama kalinya . Baju lusuh penuh tanah , jeans belel robek sana sini yang didalamnya memperlihatkan luka di kakinya .
" Kami ingin menggunting baju dan celananya agar bisa membersihkan badan serta lukanya dan tentu saja agar kami juga lebih leluasa memeriksa patah di kakinya . Tapi sayangnya beliau tidak mengijinkan kami melakukannya " ujar salah seorang dokter pria yang tampaknya sudah senior .
" Aku tidak bilang jika aku tidak mau dirawat , tapi aku tidak mau jika tubuhku dilihat oleh wanita yang bahkan tidak aku kenal . Kau bisa lihat bukan ? Hanya kau satu satunya pria diantara enam petugas medis yang ada di ruangan ini . Kalian anggap aku ini apa hahh !! Aku bukan pria murahan ... " kata Ben yang langsung membuat para dokter dan perawat itu saling memandang penuh arti , masing masing dari mereka tampak menarik nafas dalam dalam .
" Hissshhh kenapa tidak bilang dari tadi !! Baik jika begitu saya mohon untuk mengganti petugas medisnya menjadi para pria . Saya dan para wanita disini akan keluar dari tempat ini .... " ujar Sophie mendelik sebal pada Ben , dia tak habis pikir jika di dunia ini ternyata ada makhluk semenyebalkan pria itu .
__ADS_1
" Semua wanita akan keluar kecuali kau ! Kau masih punya satu tanggung jawab padaku ! "
" Jika mereka tak boleh melihatmu kenapa aku tidak keluar bersama mereka ?? Aku juga seorang perempuan , kau sendiri yang bilang jika tidak ingin dilihat oleh perempuan !!! " pekik Sophie sudah berada di puncak kekesalannya , proses pengobatan ini mungkin akan memegang rekor terlama karena pasiennya sangat rewel .
" Kau sudah menyentuhku !!! ltu artinya aku sudah menjadi milikmu "
" A-apa ?? Menyentuhmu ?? Milikku ?? "
Baru kali ini Sophie ingin mempunyai kekuatan untuk berpindah tempat dengan tiba tiba , sungguh yang ia inginkan adalah kembali ke tenda dan tidur di kantung tidurnya . Badan dan pikirannya terasa sangat lelah karena menghadapi pria gila bernama Benedict .
Sophie menatap nanar penuh kebencian pada pria yang sukses memancing emosinya , bersamaan dengan itu suara pintu dibuka dan terlihat beberapa dokter dan perawat pria datang mendekat untuk mulai menangani pasiennya .
__ADS_1
Tanpa di duga Sophie merangsek maju dengan sebelumnya memukul keras dada Ben hingga pria itu terlonjak kaget sekaligus kesakitan .
" Aaaakkhhhh ... kau ! " desis Ben kesakitan , tanpa semua orang tahu jika tenyata ada sebuah lengkungan di bibirnya .
" Dasar pria gila !! Aku membencimu !! Kau sendiri yang terjatuh ke lembah , kenapa jadi aku yang kau salahkan !! " tak hanya sekali tapi wanita itu kalap dan bermaksud kembali memukul tubuh yang masih terbaring lemah di depannya . Para dokter dan perawat segera mencegahnya dengan memegang tubuh Sophie agar menjauh dari ranjang .
Dan para tenaga medis itu kembali dibuat jengah ketika mendengar teriakan menggelegar pasien mereka .
" Jangan sentuh dia !! Atau aku bunuh kalian ... aku ratakan rumah sakit ini dengan tanah !! "
Dan ...
__ADS_1
BRUUGGHHHH ....
" Nona !!!!! "