Im Back

Im Back
131


__ADS_3

Sophie masuk ke dalam ruangan IGD tempat Ben sedang ditangani . Di depannya terlihat tiga orang dokter dan tiga perawat mengitari ranjang pria itu tanpa ada yang menyentuhnya walau masing masing dari mereka memegang alat alat untuk membersihkan luka .


" Hanya dia yang boleh menyentuhku .... " tunjuk Ben pada gadis belia yang baru saja memasuki ruang UGD .


Dengan tersenyum kikuk Shopie berjalan ke arah pria menyebalkan yang masih terbaring di ranjangnya itu . Dan ketika dilihat keadaannya masih seperti ketika datang untuk pertama kalinya . Baju lusuh penuh tanah , jeans belel robek sana sini yang didalamnya memperlihatkan luka di kakinya .


" Kami ingin menggunting baju dan celananya agar bisa membersihkan badan serta lukanya dan tentu saja agar kami juga lebih leluasa memeriksa patah di kakinya . Tapi sayangnya beliau tidak mengijinkan kami melakukannya " ujar salah seorang dokter pria yang tampaknya sudah senior .


" Aku tidak bilang jika aku tidak mau dirawat , tapi aku tidak mau jika tubuhku dilihat oleh wanita yang bahkan tidak aku kenal . Kau bisa lihat bukan ? Hanya kau satu satunya pria diantara enam petugas medis yang ada di ruangan ini . Kalian anggap aku ini apa hahh !! Aku bukan pria murahan ... " kata Ben yang langsung membuat para dokter dan perawat itu saling memandang penuh arti , masing masing dari mereka tampak menarik nafas dalam dalam .


" Hissshhh kenapa tidak bilang dari tadi !! Baik jika begitu saya mohon untuk mengganti petugas medisnya menjadi para pria . Saya dan para wanita disini akan keluar dari tempat ini .... " ujar Sophie mendelik sebal pada Ben , dia tak habis pikir jika di dunia ini ternyata ada makhluk semenyebalkan pria itu .

__ADS_1


" Semua wanita akan keluar kecuali kau ! Kau masih punya satu tanggung jawab padaku ! "


" Jika mereka tak boleh melihatmu kenapa aku tidak keluar bersama mereka ?? Aku juga seorang perempuan , kau sendiri yang bilang jika tidak ingin dilihat oleh perempuan !!! " pekik Sophie sudah berada di puncak kekesalannya , proses pengobatan ini mungkin akan memegang rekor terlama karena pasiennya sangat rewel .


" Kau sudah menyentuhku !!! ltu artinya aku sudah menjadi milikmu "


" A-apa ?? Menyentuhmu ?? Milikku ?? "


Baru kali ini Sophie ingin mempunyai kekuatan untuk berpindah tempat dengan tiba tiba , sungguh yang ia inginkan adalah kembali ke tenda dan tidur di kantung tidurnya . Badan dan pikirannya terasa sangat lelah karena menghadapi pria gila bernama Benedict .


Sophie menatap nanar penuh kebencian pada pria yang sukses memancing emosinya , bersamaan dengan itu suara pintu dibuka dan terlihat beberapa dokter dan perawat pria datang mendekat untuk mulai menangani pasiennya .

__ADS_1


Tanpa di duga Sophie merangsek maju dengan sebelumnya memukul keras dada Ben hingga pria itu terlonjak kaget sekaligus kesakitan .


" Aaaakkhhhh ... kau ! " desis Ben kesakitan , tanpa semua orang tahu jika tenyata ada sebuah lengkungan di bibirnya .


" Dasar pria gila !! Aku membencimu !! Kau sendiri yang terjatuh ke lembah , kenapa jadi aku yang kau salahkan !! " tak hanya sekali tapi wanita itu kalap dan bermaksud kembali memukul tubuh yang masih terbaring lemah di depannya . Para dokter dan perawat segera mencegahnya dengan memegang tubuh Sophie agar menjauh dari ranjang .


Dan para tenaga medis itu kembali dibuat jengah ketika mendengar teriakan menggelegar pasien mereka .


" Jangan sentuh dia !! Atau aku bunuh kalian ... aku ratakan rumah sakit ini dengan tanah !! "


Dan ...

__ADS_1


BRUUGGHHHH ....


" Nona !!!!! "


__ADS_2