
Clara menghampiri salah satu pria yang sudah terkapar dengan wajah berlumuran darah , ada luka memanjang pelipisnya dan mungkin beberapa giginya patah . Bukannya takut wanita itu malah berdiri tegak di depan pria tak berdaya itu .
" Sudah aku katakan bukan ?? Jika priaku adalah pria psikopat yang teramat sangat mencintaiku . Kalian menggoda wanita yang salah tuan tuan ! " sinisnya yang kemudian melangkah mengikuti Antonio yang baru saja keluar dari bar . Ternyata kebohongan yang tadi dia ucapkan seakan menjadi nyata , tidak ada hujan ataupun petir pria pemarah itu mengamuk hingga dua pria yang mengganggunya terluka parah .
Ada rasa kagum ketika melihat kekuatan pria itu , dia tak menyangka pria pemarah itu mempunyai skill berkelahi yang sangat mumpuni . Dua pria tadi dia kalahkan tanpa perlawanan berarti , bahkan tak ada sedikitpun luka di tubuh pria yang mengaku sebagai paman dari Xavier Marcos itu .
Clara segera berjalan menuju mobil dimana dua penjaganya sudah menunggunya , tapi sebelum sampai sebuah suara menghentikan langkahnya .
" Kau berutang satu terimakasih padaku ! "
" Aku tidak berutang apapun pada siapapun ! Aku tidak memintamu untuk kembali dan menghajar pria pria itu . Apa kau pikir aku tidak bisa menjaga diriku sendiri ?? Kau terlalu memandang remeh wanita Tuan Antonio " sahut Clara yang suka melihat raut marah di wajah tampan itu . Pria dewasa itu terlihat sangat seksi ketika tadi ' mengamuk ' di dalam bar , dan Clara menyukai itu .
" Apa itu yang diajarkan kedua orang tuamu ? Untuk melupakan kebaikan orang begitu saja Nona Clara !!? "
Clara mengurungkan niatnya yang sudah hampir membuka pintu mobilnya ketika mendengar kata kata dari Antonio . Semua kata kata pedas sudah biasa ia dengar dari dulu , tapi ia tak pernah suka jika apapun yang ada di hidupnya di kaitkan dengan kedua orangtuanya .
__ADS_1
Dari masih sekolah dia sudah hidup mandiri untuk bisa membuktikan pada kedua orang tuanya jika ia bisa sukses tanpa bantuan mereka . Dan yang mengejutkan adalah kedua orangtuanya tak peduli dengan hal itu . Jangankan menanyakan kabar , melihat putrinya pun sepertinya mereka sudah enggan .
Sampai hampir delapan tahun Clara tak pernah sekalipun bertemu dengan kedua orangtuanya kembali . Dan diapun tak berkeinginan untuk pulang karena dia yakin kedua orang tuanya tak akan pernah menghargai kesuksesannya seperti kedua kakaknya .
" Tutup mulutmu Tuan Antonio !! Aku peringatkan jangan pernah kaitkan hidupku dengan mereka . Apa yang kau tahu tentang diriku !!? "
" Aku tahu melebihi yang kau kira . Pulang dan lihat mereka !!! Jangan pernah menghakimi siapapun hanya dengan prasangka buruk di hatimu ! "
Clara langsung masuk ke mobil karena tidak mau lagi mendengar kata kata pria menyebalkan itu . Yang sangat ingin dia lakukan sekarang adalah berbaring dan memejamkan matanya , hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya . Ada banyak kejadian tak terduga penuh kejutan beberapa hari ini .
" Bukankah sudah aku peringatkan padamu ? Jangan pernah mengusik hidupku ataupun hidup orang orang terdekatku . Aku bisa menjaga mereka dengan caraku sendiri . Jangan pernah berpikir jika hanya kau satu satunya orang hebat di dunia ini !! " kata seorang pria yang sekarang berdiri menantang di hadapannya .
" Kau ingin kita duduk dan bicara di dalam !? " tanya Antonio dengan suara tenang , tak terpengaruh dengan kemarahan pria di depannya .
" Aku biarkan pria bodoh itu menikahi Reina karena mau tidak mau putraku butuh sosok ayah kandungnya ! Tapi jika Xavier berpikir aku benar benar melepas mereka maka dia salah besar !! Aku bersumpah akan membunuhnya dia menyakiti Ethan dan ibunya , seperti kau yang sudah menyakiti aku dan ibuku .... " geram pria itu , gaya yang biasanya gemulai tak terlihat sama sekali . Yang terlihat sekarang adalah dua banteng bertubuh besar berdiri berhadapan seolah siap untuk beradu kekuatan .
__ADS_1
" Aku sama sekali tidak pernah menyakiti ibumu son ! Dia yang menentukan jalan hidupnya sendiri . Semua yang kau tahu adalah pilihannya ... bukan pilihanku ! "
" Pria sejati akan melakukan semua untuk apapun yang dicintainya , dia akan menjadi pemimpin untuk wanita yang dicintainya ... persetan dengan ' pilihan ' yang selalu kau jadikan benteng untuk menutupi kebusukanmu !! " pekik Agie masih berdiri tegak dengan tatapan tajam ke arah Antonio .
" Aku sangat mencintainya ... "
" Cihh ... kau tahu sampai dia menutup matanya pun dia masih memikirkan kepentinganmu ! Dia berpesan padaku agar tidak menganggu hidupmu , ibu memintaku untuk tidak membencimu !! "
" Son , apapun yang terjadi darahku mengalir di nadimu ... "
" Tutup mulutmu !! Jika ada satu hal yang bisa aku lakukan adalah mengembalikan ini padamu !! "
SRAAATTTTHHHHH ....
" Kau gila !! "
__ADS_1