
Tengah malam Reina terbangun dari tidurnya , tenggorokannya terasa sangat kering dan ia menghela nafas ketika botol air di nakas sudah kosong . Akhirnya ia turun dari ranjang dan meraih botol air bermaksud pergi ke dapur untuk mengisinya .
Suasana temaram membuat bulu kuduknya sedikit merinding . Apalagi dia tahu jika Agie dan ayah mertuanya pasti belum pulang dari pulau seberang untuk mengambil bahan makanan . Wanita itu juga yakin yakin jika semua maid sudah istirahat di mess mereka .
Dengan segera Reina berjalan ke arah lemari pendingin untuk mengambil air , setelah itu dia juga membuat susu untuk putranya karena ia yakin tidak lama lagi Ethan akan terbangun dan minya minum susu seperti biasanya .
KLEKKK ...
Dinginnya udara di lemari pendingin langsung menerpa wajah dan tubuhnya , diraihnya satu botol minuman dan satu buah apel untuk sekedar mengisi perutnya . Entah tidak biasanya ia merasa lapar saat malam hari .
Ketika ingin menutup pintu lemari pendingin tiba tiba tubuhnya terasa kaku karena samar indera penciumannya merasakan aroma sang suami berada di dekatnya . Kemarahannya belum reda tapi ia tak bisa pungkiri jika hatinya juga sangat merindukannya .
Reina memejamkan kedua matanya ketika merasa angin hangat menerpa bagian tengkuknya , dia berpikir mungkin angin berasal dari jendela dapur yang tidak ditutup . Merasa sudah selesai dengan lemari pendingin Reina kemudian menutupnya , dan ketika membalikkan badannya ....
__ADS_1
" Aaaaaaa .... emmmppptthhh !!! "
Seseorang tinggi besar ternyata ada di belakangnya dan satu tangan orang itu membekap mulutnya . Tapi ia kemudian diam terpaku ketika melihat dengan jelas siapa yang ada didepannya .
" Sayang .. jangan berteriak , aku hanya sedang kehausan . Tadi Agie yang menyuruhku ke tempat ini , maaf aku tidak bermaksud membuatmu kaget ! "
" K-kau .... bagaimana bisa ?! "
Walau masih terkejut dengan kehadiran Xavier tapi reflek dua tangan Reina meraih wajah suaminya yang penuh dengan luka lebam , baju yang dikenakan suaminya juga terlihat koyak cukup besar .
Xavier memejamkan matanya karena ingin merasakan setiap sentuhan lembut istrinya pada wajahnya . Kembali teringat jika dia sudah membuat luka di hati istrinya . Walau ia tak yakin apakah wanita yang ada di depannya ini masih menjadi istrinya .
Secara hukum dia sudah menandatangani surat cerai yang ia kirim pada pengacara keluarga Jones . Jika sang pengacara Peter Larson sudah memproses dan sudah mendapat tanda tangan dari Reina maka itu artinya secara hukum mereka sudah sah bercerai , mereka bukan sepasang suami istri lagi .
__ADS_1
" Sayang , apa aku boleh bicara ?? " tanya Xavier sambil menciumi tangan sang istri yang baru saja menyentuh setiap luka di wajahnya .
" Memang siapa yang bisa melarangmu untuk bicara ? Tapi cepatlah karena Ethan aku tinggal di atas , kau juga tahu jika tengah malam biasanya dia bangun untuk minum susunya ! "
Xavier menghela nafasnya , tidak ada rindu untuknya yang ia lihat dari sorot mata desainer cantik itu . Mata hazelnut itu bahkan tidak mau sekalipun menatap matanya . Pria itu tahu jika Reina pasti masih sangat membencinya .
" Aku ingin minta maaf sayang , aku sudah salah paham ! Aku tahu cinta tak bisa dipaksakan dan tak seharusnya aku menyalahkan ibumu ... " sebelum Xavier meneruskan kata katanya Reina sudah memotong kalimatnya .
" Atas nama lbuku aku juga minta maaf padamu jika selama ini sudah membuat dirimu ataupun lbu Magdalena sakit hati ! Tapi dia tak pernah sekalipun menggoda ayahmu ... dia tak akan mampu mengambil seorang ayah dari tangan anaknya ! Dia tak akan mampu mengambil seorang suami dari istrinya ! " seri Reina yang mulai kalut karena masih terngiang di telinganya saat Xavier menghina dia dan ibunya dengan kata kata yang tidak pantas di ucapkan . Pria itu hanya menganggap dia dan ibunya sebagai j*lang yang menjerat pria pria kaya .
" Sayang ...cukup !! Aku tahu aku salah , aku minta maaf . Hukum aku semaumu tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku ! " lirih Xavier luruh di depan sang istri .
" Tapi kau yang sudah meninggalkan kami , jika saja Daddy Ben tidak membawaku kesini mungkin saja surat darimu sudah aku tanda tangani ! Tapi jangan khawatir Tuan Xavier Yang Terhormat ... Agie sudah mengundang Uncle Peter ke tempat ini . Kita selesaikan semuanya besok ! Sesuai maumu "
__ADS_1
" Sayang ..... "