
El menggeliat pelan dengan mengeratkan pelukannya pada guling yang sekarang ini berada dalam pelukannya . Samar ia mengingat kejadian memalukan tadi siang ketika ia terpeleset di kolam renang . Wanita itu ingat jika Agie sudah secara tidak langsung menciumnya , calon suaminya itu memberikan nafas buatan ketika ia tak sengaja meminum air kolam terlalu banyak .
Sampai sekarangpun ia masih sangat ingat rasanya ketika bagaimana bibir pria itu menempel di bibirnya . Tanpa membuka matanya ia membenamkan kepalanya pada guling yang masih dipeluknya .
" Sssshhhhh .... "
Tiba tiba saja El seperti mendengar suara desisan tertahan , dan entah tapi dalam mimpinya ia seperti merasakan guling yang ia peluk bergerak pelan . Tak rela gulingnya pergi El mempererat rengkuhannya . Dan wanita itu langsung membuka matanya ketika dengan nyata ia mendengar suara desisan yang lebih keras .
El terpaku melihat tubuh shirtless di dalam pelukannya , tangan dan kakinya bahkan melingkar sempurna di tubuh berotot di depannya . Mata pria itu juga sedang menatapnya , sangat terlihat jika pria itu sedang menahan kesakitan .
" Aku tahu kau sudah sangat tidak sabar tapi tunggu beberapa jam lagi sayang ! "
" Hahh ??? Emmpphhhtttt.... "
__ADS_1
Agie benar benar tidak tahan untuk meraih bibir kemerahan itu . Wajah menggemaskan di depannya membuatnya kehilangan kendalinya . Tadi setelah kejadian di kolam ia membawa sendiri tubuh El untuk beristirahat di kamar . Mungkin karena masih syok perawat pribadinya itu malah tertidur dengan pulas .
Lain dengan El yang masih sangat canggung dengan sentuhan bibir yang baru pertama kali dalam hidupnya ia rasakan itu . Nafasnya terasa tersengal ketika bibir Agie mulai bermain di atas bibirnya . Tapi perlahan ia mulai bisa menikmati cecapan dan hisapan hisapan lembut yang membuatnya terasa melayang di awang awang .
" Kenapa kau tak membalasku ?! " tanya Agie yang merasa wanita di depannya sangat pasif ketika bibir mereka bersentuhan tadi .
El membuka matanya , dia baru sadar jika Agie sudah selesai menciumnya . Tapi wanita itu kemudian tiba tiba beranjak dari tidurnya dan melihat keadaan pria disampingnya .
" Luka anda !!!!! "
" Aku baik baik saja , bukannya kau sendiri yang bilang jika lukaku sudah sembuh . Tidurlah dan kembali tutup tubuhmu dengan selimut atau kau memang sengaja menggodaku ?? "
" Menggoda ? Maksud anda !? " El yang saat ini masih duduk disisi Agie melihat ke arah tubuhnya sendiri dan matanya terbelalak ketika tanpa sadari ia hanya mengenakan lingerie transparan yang sangat tipis berwarna hitam tanpa apapun di dalamnya . Dua pucuk bukit miliknya bahkan tercetak dengan sangat jelas dan menggantung tepat di atas pria yang masih terbaring di atas ranjangnya itu .
__ADS_1
" Aaaaaa .... pergi ! Kenapa anda malah tidur di kamarku ??!!! Kenapa aku mengenakan baju seperti ini ? Jangan jangan anda sudah .... " kata El menutup dua asetnya dengan kedua tangannya .
" Hissshhh ini bukan kamarmu , tapi kau ada di dalam kamarku sekarang . Kau pingsan tadi jadi aku bawa ke kamar untuk berganti baju . Kenapa harus ditutupi ?? Aku sudah melihat semua tadi .... " goda Agie sambil tersenyum lebar , senyum yang terlihat menyebalkan di mata El .
" Aawwwww ... " Agie terbahak ketika El berkali kali memukulnya dengan bantal ke tubuhnya . Tanpa sadar ia meraih tubuh sintal itu hingga berada dalam kungkungannya . Mata mereka saling menatap dengan nafas yang mulai terdengar tak beraturan .
El memejamkan matanya ketika satu ujung jari pria di atasnya menyusuri dahi , hidung , bibir dan semakin ke bawah hingga ke belahan dadanya .
" El .... "
" Ya ?? " sahut El dengan menutup matanya karena tidak mampu melawan tatapan setajam elang dari pria di atasnya .
" 36b ... kurasa aku punya korset ukuran itu , nanti sore kita fitting baju bersama di gerai . Aku tahu kau sudah sangat ingin bercinta denganku tapi tunggu waktunya tiba . Kau sendiri yang bilang jika aku baru bisa berdetak leluasa satu bulan lagi ! "
__ADS_1
El berdecak kesal dengan membungkus tubuhnya dengan selimut yang ada di ranjang . Dia keluar dari kamar Agie dengan bibir yang mengerucut dan kadang terdengar menggerutu . Tadi ia sempat berpikir jika pria menyebalkan itu ingin menciumnya lagi , ternyata hanya mengukur ukuran tubuhnya .
Untung saja kamarnya bersebelahan dengan kamar Agie hingga tak ada orang yang melihatnya keluar dengan keadaan seperti itu , dengan tubuh terbalut selimut seperti sebuah kepompong .