
Sampai di kantor Xavier segera menuju ke ruangan kantor miliknya . Ditendangnya keras pintu masuk hingga membuat sang sekretaris terlonjak kaget . Tak lama kemudian terdengar suara barang barang yang pecah , Xavier sedang menyalurkan semua emosi di hatinya .
PYAAAARRRRR ... PYYYAAARRRR
Pria itu baru berhenti membanting barang ketika tidak ada lagi yang bisa diraihnya . Nafasnya masih terlihat turun naik pertanda sedang berusaha mengendalikan dirinya sendiri .
" Apa Paman sudah mengganggu pestamu ? Sepertinya ada hal menyenangkan yang tidak kau bagi padaku ... "
Xavier meraup mukanya kasar setelah menyadari kehadiran seseorang di depan pintu masuk ruangan kantornya . Seorang pria sedang berdiri tegak dengan tatapan tajam padanya . Dia adalah pria yang selama ini sudah ia anggap sebagai ayah kandungnya .
Xavier tidak bergeming , pria itu malah membalikkan badan kebatah dinding yang ada dibelakangnya .
BUGGGHHHHH ...
__ADS_1
Satu pukulan keras dia layangkan pada dinding hingga buku buku jarinya terlihat mengeluarkan darah . Walaupun masih sangat marah ada sedikit sesal karena sudah berkata tidak pantas pada seorang wanita .
Dia merutuki dirinya sendiri karena tak bisa menahan diri dan mengumbar emosinya . Jika pada Stacy dia bisa bertahan selama tiga tahun untuk memendam rasa bencinya . Tapi pada desainer cantik yang sudah ia klaim sebagai calon istri ia bahkan tak bisa menahan bicaranya . Xavier luruh ke bawah , pria itu terduduk di lantai dengan punggung disandarkan di dinding .
Antonio Marcos berjalan masuk di ikuti sang sekretaris dan seorang Office Girl di belakangnya . Dua wanita itu segera membersihkan kekacauan yang di buat atasannya , tentu saja atas perintah paman dari atasan mereka . Salah satu pria yang juga di kenal sebagai pengusaha yang punya kuasa mematikan .
Dua pria tampan beda generasi itu itu masih diam seribu bahasa sampai sang sekretaris maupun OG sudah selesai membersihkan semuanya .
" Bisa jadi ini adalah bukan hal penting , tapi sebaiknya nanti kau melihatnya ! Tiga hari lagi adalah hari lahirmu , ibumu sudah menyiapkan sebuah perayaan kecil untukmu seperti tahun tahun sebelumnya . Aku berharap dengan bertambahnya usiamu nanti akan lebih bisa membuatmu pantas menyandang nama yang disematkan di belakang namamu, " ujar Antonio sambil beranjak dari duduknya , pria itu kemudian melangkah keluar kantor milik keponakannya . Tapi ketika ada di pintu ia kembali membalikkan badannya dan mengatakan sesuatu .
" Kau sudah menjadi pemimpin dari klan Marcos , buat dirimu menjadi lebih pantas berada di posisimu sekarang . Dan pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang mampu bermain lihai dengan senjatanya , tapi tentang bagaimana bisa dia mengendalikan dirinya sendiri "
Xavier melihat pria bertubuh tinggi besar itu keluar dari ruangannya tapi tak sedikitpun dia beralih dari tempatnya . Hingga setengah jam setelahnya ia beranjak untuk duduk di sofa , yang sangat diinginkan sekarang adalah berbaring di sofa karena tubuhnya terasa kelelahan .
__ADS_1
Semalaman dia tak tertidur setelah pertempuran hebatnya dengan Gerardo Blaire . Dia butuh mendinginkan kepala dan hatinya , dan tidur adalah pilihan satu satunya agar dia bisa memperbaiki semuanya .
Tapi matanya mengernyit ketika melihat gambar gambar yang ada di meja kerjanya . Dia kira pamannya memberi foto foto tentang proyek yang di milikinya , tapi ternyata pria itu malah memberinya foto foto seorang anak laki laki bertubuh gembul dengan mata biru . Anak yang sama yang sudah beberapa kali ia temui , dan terakhir ia temui tadi ketika ia meluapkan emosinya pada wanita bernama Reina J Walker itu .
" Kenapa paman mengirimi foto foto anak itu ?? Memang apa hubungannya masalahku dengan anak itu??! "
Mau tak mau ia raih semua foto yang tergeletak di meja dan mulai dilihatnya satu persatu . Foto itu adalah diri dari anak yang pagi ini baru ia temui , jika tidak salah baru berumur dua tahunan . Tapi bagaimana bisa foto foto yang ada ditangannya seperti foto yang belasan atau mungkin puluhan tahun lalu ? Walau masih bisa terlihat jelas tapi foto itu sudah mulai pudar , kertasnya pun sudah terlihat kekuningan .
Dan dahinya mengernyit ketika membalik salah satu foto yang dipegangnya . Ternyata ada sebuah tulisan di belakang foto foto itu .
XAVIER MARCOS , 1995
" lni ..... "
__ADS_1