
" Ckk .... keluar !! " kata Antonio yang kaget ketika melihat Clara sudah ada di jok depan mobilnya . Setelah melihat putranya menikah ia ingin kembali ke rumah inapnya di pinggir hutan . Reina sudah memintanya dan Magdalena untuk tinggal di kediamannya sementara waktu tapi ia menolaknya . Tentu saja karena ia terbiasa tinggal dengan kesendiriannya .
" Tidak mau , aku ikut denganmu ! Aku ingin makan daging rusa lagi ... "
Tanpa banyak berkata Antonio segera melajukan mobilnya membelah kesunyian malam . Sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah inap .Antonio hanya geleng geleng kepala melihat gadis disisinya malah sudah memejamkan matanya . Bibir Clara yang setengah terbuka membuat pikiran kotornya muncul ke permukaan .
" Hei ... bangun !! Kita sudah sampai ... atau kau memang ingin tidur disini menunggu serigala serigala hutan memangsamu ! "
Clara perlahan membuka matanya dengan sedikit meliukkan badannya . Gaun dengan potongan dada cukup rendah membuat dua bukit itu terangkat dan memperlihatkan separuh lebih bagiannya .
" Tunggu aku ! Kenapa kau tidak bisa bersikap sedikit lembut padaku ?! Pantas saja kau masih sendiri saat usiamu sudah tua " gerutu Clara membuka pintu mobil dan berlari kecil mengikuti langkah lebar Antonio .
" Aku tidak tua !! "
" Kau memang sudah tua ... tua dan menyebalkan !! Tidak bisakah kau berpura pura manis di depan seorang wanita untuk mendapatkan hatinya ?? "
Antonio tetap melangkah masuk dan matanya mengernyit ketika wanita di belakangnya mengikuti langkahnya menuju kamarnya . Langkahnya yang tiba tiba berhenti membuat Clara menabrak tubuh kekarnya .
" Awwwwsshhh ... sakit !! " lirih Clara memegang dahi dan hidungnya yang rasanya seperti baru saja membentur batu besar yang sangat keras . Bukannya menanyakan keadaannya tapi pria itu memandangnya penuh selidik .
__ADS_1
" Mau apa kau ke kamarku ??! "
" Main bola .... Pertanyaan macam apa itu , tentu saja untuk istirahat ! " sinis Clara sebal karena tak sedikitpun ada rasa simpati pada pria dingin itu .
" Tapi ini kamarku ! Bukan kamarmu !! Kau bisa cari ruangan lain jika hanya ingin tidur , lagipula siapa suruh kau ikut denganku ke tempat ini ! Dasar keras kepala ! " ujar Antonio membalikkan badan tanpa menutup pintu kamarnya , dan sepertinya itu sebuah kesalahan karena Clara tidak akan peduli yang akan pria itu katakan atau lakukan padanya nanti .
" Sebenarnya aku ingin bicara padamu tapi aku lelah sekali . Ranjangmu cukup besar untuk kita berdua , dan aku tidak akan bisa tidur sementara di luar sana penjaga penjagamu bisa saja masuk . Aku lihat mereka sedang minum minum tadi , bagaimana jika mereka mabuk dan menyeretku keluar dan .... "
" Tidak semua pria sebrengsek yang kau kira !!! "
Clara menghela nafasnya ketika melihat Antonio membuka satu persatu kain yang melekat ditubuhnya hingga kini hanya menyisakan celana bawahannya saja . Otot punggung dan dada pria itu membuat wanita itu sulit menelan salivanya .
" Aku ingin mandi ... apa kau masih akan duduk disitu !? "
Dan tanpa mengatakannaoa apa lagi Antonio membuka semua kain ditubuhnya hingga polos sempurna , Clara membelalakkan matanya karena baru ia sadari jika kamar mandi di kamar itu hanya dibatasi kaca tebal tembus pandang .
Sesaat ia memejamkan matanya agarbtidak melihat pemandangan yang mengobrak abrik jiwa manjanya , pikiran kotornya sedang membayangkan betapa nikmatnya jika tubuh kekar itu berada di atasnya .
" Ya Tuhan otakku ... ! " lirihnya menggelengkan kepalanya , tapi ketika mendengar air shower yang sudah mengalir matanya terbuka . Sepertinya sangat sayang jika ia harus melewatkan pemandangan di mana tubuh berotot itu tersiram air .
__ADS_1
Clara menenggelamkan kepalanya dengan pipi merona , dengan hanya melihatnya saja buku kuduknya berdiri sempurna bagaimana jika tubuh itu benar benar ada di atasnya .
Kepalanya mendongak ketika merasakan pergerakan di atas ranjang , aroma vanilla musk yang menguar dan tubuh yang hanya mengenakan selembar kain penutup bawah itu membuatnya terpaku . Tanpa malu Antonio berbaring di sisinya dan menarik selimut sebatas pinggangnya .
" Kau tidak mengganti bajumu ? "
Clara turun dari ranjang , baru dia ingat jika ia masih memakai gaun malamnya . Tapi dia terhenti dan duduk dipinggiran ranjang karena tak membawa baju ganti . Biasanya kemana mana ia selalu menyiapkan baju ganti di dalam mobilnya , tapi tadi ia naik mobil Antonio dan itu artinya mungkin ia harus tidur dengan memakai gaunnya .
" Lepas saja , aku tidak akan menyentuhmu walau kau telanjang sekalipun di depanku ! "
" Hissshhhh ... kita lihat saja ! " gerutu Clara didalam hatinya , baru kali ini ada seorang pria yang menolak pesonanya . Perlahan ia turun dari ranjang dan tepat didepan kamar mandi ia melepas semua kain di tubuhnya , persis yang seperti Antonio lakukan sebelumnya . Dan wanita itu juga membersihkan diri dengan Antonio yang terpaku melihat kenakalan wanita itu .
Dia pria dewasa , dengan hanya melihat wanita itu memakai gaun seksi saja sudah mampu menerbangkan akalnya . Dan kini dia harus melihat wanita itu polos didepannya . Dan tubuh sintal itu beribu kali lebih seksi ketika basah terkena guyuran air shower .
Clara menikmati limpahan busa dengan aroma yang sungguh bisa memabukkan dirinya , aroma khas dari pria menyebalkan yang sudah mencuri perhatiannya . Aroma itu membuatnya merasa bahwa Antonio sedang berada bersamanya di dalam ruangan kaca itu .
" Aaakkhhhh ... " desisnya ketika merasakan dua tangan melingkar di perutnya , awalnya sedikit kaget tapi Clara berpikir mungkin imajinasi nakalnya terlalu kuat hingga benar benar bisa merasakan sentuhan Antonio .
Clara tak kuasa menahan suara indahnya ketika bayangan tangan pria itu menelusuri punggung dan meremas lembut dua bongkahan belakangnya .
__ADS_1
" Kau sengaja menggodaku sayang !? "
" Hahhh !!!!! "