Im Back

Im Back
57


__ADS_3

Agie segera berlari ke depan karena ingin melihat siapa yang datang dengan mencari Ethan . Reina dan Clara pun tergesa berjalan dibelakangnya , untung saja Ethan masih ada di kamarnya dengan seorang maid hingga anak itu tidak harus melihat lagi aksi kemarahan dari tamunya .


" Aku bukan ingin merampok !! Aku hanya ingin bertemu dengan ANAKKU !! " suara bariton itu terdengar sangat keras menggema .


Langkah Agie , Reina dan Clara seketika berhenti ketika melihat seorang pria yang berdiri tegak sudah berada di ruang tamu dengan empat penjaga yang mengitarinya . Para penjaga sepertinya sudah siaga dengan senjatanya masing masing sedang pria yang mereka kepung terlihat masih tenang ditempatnya . Mereka terhenyak untuk sesaat tapi Agie langsung segera menghampiri lima pria yang sudah siap baku tembak itu .


" Berhenti !! Kalian pikir rumahku ini medan perang hahh !! " pekik Agie memberikan isyarat agar orang orangnya mundur . Pemandangan ini pasti sudah menakuti dua wanita di belakangnya .


" Dan kau ... " telunjuk Agie tertuju pada Xavier yang tanpa sadar masih berdiri mematung dengan tatapan lembut ke arah seorang wanita yang berada selurusan dengannya . Reina memalingkan wajahnya , hatinya masih terasa sakit ketika mengingat semua perkataan ayah dari putranya itu .


" Kami tidak mengundangmu ke rumah ini !! Kau tidak berhak memaksakan kehendakmu Tuan Xavier , hormati kami seperti kami menghormati dirimu ! " kata Agie , jika seperti ini sosoknya akan berubah menjadi sangat tegas . Tak ada sedikitpun kelembutan dalam suaranya seperti biasanya .


" Aku tidak pernah memaksakan kehendak ! Tadi aku datang dan mengatakan ingin bertemu calon istri dan anakku , tapi mereka malah melarangku tanpa alasan . Katakan pada mereka jika aku adalah ayah Adnan !! " pekik Xavier , tanpa sadar ia sudah salah menyebut nama putranya . Pantas saja jika para penjaga mencegahnya masuk karena memang Tuan Muda mereka bukan bernama Adnan .

__ADS_1


Reina menepuk pelan punggung Clara yang samar terkikik , sedang Agie terlihat memijit pelipisnya .


" Tapi tidak ada Adnan disini " sahut Agie kemudian , membutuhkan kesabaran tinggi untuk menghadapi beruang kutub menyebalkan itu .


" Kau tidak punya hak menyembunyikan dia dariku , aku ayahnya "


" Anakku hanya milikku !!! "


Kesabaran Reina habis ketika mendengar pria itu mengatakan tentang haknya . Wanita itu merangsek maju dan kini berhadapan dengan pria dingin yang malah menatapnya penuh kerinduan .


Agie melangkah mundur menghampiri Clara yang ingin berjalan ke arah Reina . Dia mengangguk pelan seolah mengatakan untuk memberi waktu dua orang yang sedang berdiri berhadapan itu untuk bicara .


Jika tadi ia bisa menatap bengis pada para pengawal ataupun pada Augusto tapi tidak dengan wanita di depannya . Pandangannya melembut dengan nafas teratur karena meredam semua emosi yang tadi sudah ada di ubun ubunnya .

__ADS_1


" Ehhmm bukankah namanya Adnan ? "


" Namanya Ethan Aagney Jones .. umurnya dua tahun , makanan kesukaannya adalah es krim dengan cup besar dan yang paling tidak ia suka adalah melihat pria dewasa marah marah di depannya " kata Reina sengaja menyindir pria didepannya . Sebenarnya ia sedikit khawatir karena wajah tampan itu masih terlihat sangat pucat . Reina tahu jika Xavier memaksakan diri untuk datang ke tempat ini .


" Aku melayani pria lain setelah tidur denganmu , bagaimana kau yakin jika itu adalah anakmu ?? Aku perempuan murahan , kau tidak takut jika aku akan menguras hartamu saja ?? Aku bukan perempuan baik baik yang pantas bersanding denganmu . Aku jual kehormatanku hanya untuk mendapatkan sejumlah uang . Ya , aku tidur denganmu malam itu hanya agar aku mendapatkan uang !! " tanpa terasa air mata sudah mengalir dipipinya , Reina tidak tahu lagi bagaimana cara mengungkapkan kekecewaan yang selama ini terpendam di hatinya .


" Sayang ... "


" Jangan katakan hal yang tidak kau tahu artinya !! Anakku sudah mempunyai satu orang Daddy yang menyayanginya dari dia masih ada dalam kandunganku . Anakku sudah mempunyai dua ibu yang akan menjaganya setiap saat dengan segenap nyawanya . Ethan ... putraku bernama Ethan ! Dia tidak kekurangan apapun ! "


Xavier menghela nafasnya , dia sedang merutuki dirinya sendiri karena salah menyebut nama putranya sendiri . Pantas saja jika wanita cantik di depannya sangat murka .


" Maafkan aku ... "

__ADS_1


BRRUUUGGHHHHH ....


__ADS_2