
Semua keluarga Marcos sedang berkumpul di taman samping untuk mengadakan barbeque , Reina yang mempunyai ide agar makan siang kali ini mereka mengadakan barbeque karena besok mungkin Magdalena akan kembali ke kediaman Marcos .
Augusto juga sudah mendatangkan istrinya agar semua bisa berkumpul bersama di pulau milik ayah angkatnya , lagipula Clara selalu saja mengirim pesan untuk menanyakan keadaan Reina dan Ethan .
Para pria disibukkan dengan panggangan dan daging di depan mereka , sedang para wanita sedang menyiapkan meja dan memasak makanan pendamping daging yang sedang di bakar oleh para pria .
Dan Benedict bertugas menjaga cucu satu satunya , berkali kali pria itu harus mengeluh karena beberapa kali kehilangan bocah gembul itu . Rasa ingin tahu Ethan membuat bocah itu sering berlari mengikuti hewan apapun yang dilihatnya .
" Glandpa itu apahh ? " tanya Ethan ketika melihat hewan yang sedang hinggap pada sekuntum bunga Lily yang ada di taman itu .
" ltu lebah ... jangan sekali kali mendekatinya karena walaupun kecil dia sangat berbahaya ! Sengatannya akan membuatmu sangat kesakitan " jawab Ben yang sedang merebahkan dirinya di kursi santai , punggungnya terasa pegal karena baru saja mengejar cucunya yang tiba tiba lari ngejar kupu kupu hingga keluar mansion .
" Xavier Marcos !!! " seru Ben tiba tiba yang membuat para wanita dan pria yang berada di tempat itu menoleh .
__ADS_1
" Ya ayah !! " sahut Xavier yang mengira jika ada sesuatu yang penting yang akan dibicarakan oleh ayahnya .
" Temani anakmu , punggung ayah sudah sakit dari tadi menemaninya lari kesana kemari . Ya God ... aku kira aku cukup hebat untuk mengimbangi tenaganya , nyatanya aku kalah telak oleh bocah itu !! " gerutu Ben yang masih merebahkan tubuhnya di kursi santai .
" Tapi aku sedang membakar daging , jika gosong maka dipastikan para ratu kita akan murka ! Agie ... kau saja ! Bukankah kau juga ayahnya !!? " kata Xavier dengan pura pura sibuk dengan alat panggangnya .
" Ckk , baru semalam kau bertanya padaku bagaimana cara mendapat maaf dari istrimu ! Dan sekarang kau ingin berbuat kesalahan lagi dengan membiarkan putramu bermain sendirian . Jangan harap kau bisa mengasah senjatamu dan cepat bercocok tanam kembali !!!! " tukas Agie yang langsung membuat saudara laki lakinya melepas pemanggang dan berlari ke arah putranya .
Reina belum juga memberi maaf padanya , jangankan untuk bercocok tanam hanya sekedar untuk mencium saja pentolan Marcos itu belum mempunyai keberanian . Bahkan ayahnya pernah mengatakan jika untuk sementara cucu dan menantunya untuk sementara akan tinggal di pulau agar Reina bisa menata hatinya .
Suasana makan siang sangat ramai , hingga banyak para penjaga yang saling menatap karena melihat dan mendengar Tuan Besar mereka yang sering tertawa dengan lepas . Satu pemandangan yang tak pernah terjadi seumur hidup mereka saat berjaga di tempat ini . Walau begitu mereka juga ikut merasakan kebahagiaan keluarga klan Marcos .
Setelah selesai makan siang Xavier sengaja mengikuti istrinya yang duduk di pinggir danau yang terletak tak jauh dari mansion . Agie dan Clara yang awalnya juga ingin menikmati pemandangan danau akhirnya menyingkir dan berjalan jalan menyusuri pinggiran hutan .
__ADS_1
" Kau ingat yang aku katakan kemarin bukan Rei ? Satu bulan lagi kita akan menghadiri pernikahan saudara tiri tercintamu itu dengan mantan terindahmu Jake Callahan ! Buat dirimu secantik mungkin agar pria itu menyesali keputusannya ... " ujar Agie sambil melambaikan tangannya pada Reina , hatinya tertawa puas ketika melihat perubahan raut wajah saudaranya yang menahan kemarahannya .
" Kutembak kepalamu jika tak segera pergi dari tempat ini !! " hardik Xavier yang langsung mendapat hadiah sebuah cubitan di lengannya .
" Sayang apa kau tidak bisa merubah keputusanmu ? Haruskah kau tinggal disini bersama ayah selama itu ? Setengah tahun bukan waktu yang sebentar , ini akan sangat berat untukku !! Aku pasti akan sangat merindukan kalian ... haruskah seberat ini hukumannya ?! " bertubi tubi pertanyaan Xavier utarakan setelah mereka duduk di sebuah kursi panjang yang ada di pinggir danau .
" Aku suka suasana di tempat ini , dan aku memberikan waktu agar Daddy Ben bisa menjaga Ethan lebih lama . Selama itu kita akan memberikan waktu diri kita masing masing untuk berintrospeksi ! Aku tahu jika kita masih menjadi suami istri , sudah tugasku untuk mendampingimu . Tapi tolong beri aku waktu ... tidak semudah itu aku bisa menyembuhkan luka yang kau buat ! "
Mereka berdua sama sama menghela nafas , tapi Xavier tidak menyangkal semua perkataan istrinya karena bagaimanapun ia masih ingat dengan jelas semua kesalahannya .
Reina benar mungkin mereka butuh waktu untuk sendiri sebelum mereka kembali menjadi satu . Mereka harus mendewasakan diri mereka demi putra mereka . Xavier tak ingin Ethan merasakan apa yang dirinya rasakan dulu . Dia ingin putranya merasakan kasih sayang dari dua orang tua yang saling mencintai .
***T A M A T***
__ADS_1
Emak cukupkan kisah ini , untuk ke depannya emak akan menepati janji dengan menyelesaikan kisah bungsu dari generasi kedua Adipraja , Jeronimo ! Terimakasih sudah setia mengawal novel novel Emak , dukungan kalian adalah motivasi terbesar Emak untuk terus berkarya ❤️❤️❤️💝💝💝