Im Back

Im Back
94


__ADS_3

" Kau mau apa ?? Bukannya kau bilang kau tidak akan menyentuh daerah sensitifku !!?? " panik Agie ketika El membuka celananya hingga menyisakan satu kain penghalang untuk area bawahnya saja .


Perawat itu sudah mengelap area atasnya sekitar dada , perut dan tangannya . Tapi teriakannya seperti di anggap sebagai angin lalu oleh El , wanita itu tetap saja melepas celana panjang berbahan satin milik Agie . Dan mata pria gemulai itu berkerut ketika El menutupi dan mengikat matanya dengan kain putih panjang yang ia ambil dari kantongnya .


" Kau mau apa lagi ?? "


" Semua harus di bersihkan , akan tidak nyaman jika bagian itu tidak dibersihkan juga . Tenang saja , saya hanya akan membersihkan bagian kakinya saja . Untuk bagian itu anda bisa membersihkan sendiri " kata El mulai meraba kaki Agie dan melepas satu satunya kain penghalang bawahnya . Jika tampak dari luar dia kelihatan tenang , tapi sebenarnya wanita itu sangat canggung karena sempat melihat sesuatu dengan ukuran sangat besar yang masih tertutup kain penutup terakhir itu .


Setelah itu El mengambil lap dan dengan telaten membersihkan kedua kaki Agie , samar wanita itu mendengar suara desisan dari mulut pria gemulai itu . Dia berpikir mungkin Agie sedang merasakan perih atas luka diperutnya yang tadi sudah ia bersihkan dengan cairan antiseptik .


Selesai , El kembali membasahi lap dengan air bersih baru yang tadi sudah ia siapkan . Karena matanya tertutup ia menyodorkan lap itu tanpa tahu apa tangan Agie bisa atau tidak mencapainya . Hingga wanita itu harus terpekik tertahan ketika baru saja merasa menyenggol benda lembut yang terasa sangat keras di kulit tangannya .

__ADS_1


Dan dia tahu benar benda apa itu , sebuah benda yang tadi sempat ia lihat sebelum menutup matanya . Badannya merinding sempurna ketika membayangkan benda lembut itu , sebagai wanita dewasa dan seorang tenaga kesehatan dia tahu wujud benda itu .


" Akkhhhhh ... maaf !! "


Jantungnya seperti terpompa lebih cepat sampai El merasakan jika Agie mengambil kain basah itu dari tangannya dan beberapa saat kemudian mengembalikan kepadanya .


" Sudah selesai ? Sekarang tolong ambilkan pakaian dalam baru yang tadi sudah saya siapkan di dekat anda . Saya bantu memasangnya ... "


" Anda bisa istirahat sekarang ... " kata El yang kemudian akan berjalan keluar dari kamar .


" Tunggu !! Bagaimana jika aku ingin bergerak , maksudku ingin ke kamar mandi . Kau tahu bukan jika malam biasanya aku ... " ujar Agie dengan kata terputus , ia malu untuk melanjutkan kata katanya . Sudah kebiasaan jika malam hati dia bangun untuk pergi ke kamar kecil .

__ADS_1


" Anda bisa menekan tombol merah yang ada di atas nakas , tombol itu langsung terhubung dengan kamar saya . Kamar saya tepat ada di samping kamar ini, " sahut El ramah .


Agie membuang nafasnya kasar ketika perawat cantik itu sudah pergi dari kamarnya . Ada rasa sesal ketika sudah melakukan hal terbodoh dalam hidupnya . Tanpa berpikir panjang ia menunduk perutnya sendiri hanya untuk mengembalikan darah yang mengalir ditubuhnya kepada seseorang yang berkeras menjadi ayahnya .


Karena emosi sesaatnya membuat kedua wanita yang sudah ia anggap sebagai adik pasti bertanya tanya tentang kejadian ini . Waktu itu ia marah karena mendapat laporan dari salah satu penjaganya jika Antonio membawa Clara ke sebuah bar pinggir kota . Dan entah tapi ia merasa kepergian dua orang itu akan membicarakan tentang dirinya .


Agie sudah menutup masa lalunya dari dunia luar , apapun yang terjadi nyatanya ia bisa hidup di atas kakinya sendiri . Tanpa bayang bayang kebesaran nama ayah kandungnya yang merupakan salah satu pendiri keluarga Marcos . Keluarga yang punya kerajaan bisnis sekaligus berkuasa di negeri ini .


Dan tanpa terasa mata pria itu terpejam , akhirnya Agie tertidur dengan lelap . Tanpa ia tahu seorang wanita datang ke kamarnya hanya untuk menaikkan selimutnya sebatas leher , dia juga mengatur suhu ruangan agar lebih hangat .


El datang kembali tanpa sepengetahuan Agie karena tahu pria itu sedikit sulit di atur ketika masih membuka matanya . Perlahan ia membersihkan kamar itu karena kamar yang bersih akan menunjang kesembuhan pasiennya .

__ADS_1


Selesai membersihkan kamar ia berjalan mendekat ke arah ranjang . Dilihatnya wajah tampan yang sedang terlelap itu , walau kadang ketus tapi El tahu Agie adalah pria berhati lembut .


__ADS_2