Im Back

Im Back
62


__ADS_3

" Ibu terus menanyakanmu ... "


" Kapan kapan aku akan menelponnya , dia pasti bisa mengerti jika kita tidak bisa bersatu ! " sahut Reina sudah mulai mengerjakan gaun pengantin berwarna putih yang sudah ia selesaikan delapan puluh persen , tinggal memasang beberapa hiasan payet dan batu batu swarovski sebagai penghiasnya . Dan untuk semua itu dibutuhkan kesabaran karena ia menjahit dengan tangannya sendiri setiap detil berukuran kecil itu .


Setelah kejadian di lift Xavier tenyata tetap mengikutinya masuk ke dalam kantor , pria itu sepertinya bermasalah dengan pendengarannya karena beberapa kali di usir tapi tetap saja duduk santai di sofa yang ada di kantor Reina .


" Dia pasti senang jika melihat Ethan , sudah dari dulu ia mengharapkan kehadiran seorang cucu ! Bisakah kau duduk disini bersamaku dan kita bicara ??? " tanya Xavier yang merasa di acuhkan oleh wanitanya , dan pertanyaan itu hanya ditanggapi seperti angin lalu . Desainer cantik itu masih saja sibuk dengan baju pengantinnya .


" Apa kau tidak merindukan aku !? "


Xavier berdecak kesal ketika Reina hanya meliriknya sinis dan setelah itu berjalan ke arah meja kerjanya untuk mengambil sesuatu . Dan wanita itu malah mengambil benang dan melanjutkan pekerjaannya .


" Apa terlalu sulit menjawab pertanyaanku ?! "


" Ehhh ... "

__ADS_1


Tubuh sintal itu tiba tiba melayang karena dua tangan kekar sudah membopongnya dan membawanya untuk duduk di atas meja kerja di ruangan itu .


" Brengsek !! Turunkan aku atau aku panggil kaeamanan dibawah ... "


Reina terus memberontak , tapi semakin memberontak dua tangan pria menyebalkan itu malah semakin erat merengkuh pinggangnya . Saat ini Reina duduk di atas meja kerja sedangkan Xavier berdiri tepat di depannya dengan dua tangan melingkar kuat di pinggang ramping wanitanya .


" Panggil saja ... " sahut Xavier tenang , dan senyumnya merekah ketika tubuh sintal dalam dekapannya tak lagi memberontak kuat . Nafas tersengal wanitanya membangkitkan sesuatu di bawah sana , entah apa yang ada di otaknya tapi itu terlihat sangat seksi di matanya .


" Kau belum menjawab pertanyaanku sayang, apa kau merindukan aku seperti aku merindukanmu disetiap tarikan nafasku !? "


" Aku bertanya sekali lagi .... Apa kau merindukan aku sayang !? " tanya Xavier mengulang pertanyaannya , satu tangan kekarnya sudah meraih wajah cantik itu agar menghadap ke arahnya .


" Apa kau tuli !! Tidak ... seribu kali kau bertanya hal yang sama jawabanku akan tetap sama !! Jawabanku adalah TIDAAAKK !! Ehhhmmppttt .... " pekik Reina memukul keras dada bidang di depannya karena sekali lagi bibir itu tanpa ijin sudah kembali meraup bibirnya .


Hisapan dan cecapan dari pria itu akan semakin kuat ketika ia semakin menolak dan memberontak , hingga akhirnya Reina sedikit mengalah dengan tidak melakukan perlawanan . Dan tanpa terasa air mata sudah berlinangan mengalir di kedua pipinya . Dia kembali di ingatkan jika pria di depannya pernah membuatnya seperti ini , tak berdaya walaupun ia tak menginginkannya . Reina memejamkan matanya , yang ada dipikirannya sekarang hanyalah putranya .

__ADS_1


Xavier yang menyadari keadaan itu kemudian melepaskan tautan bibir mereka . Di usapnya lembut bibir kemerahan itu dengan ibu jarinya . Adam diusapnya air mata yang membasahi pipi wanitanya .


" Apa ini terlalu sakit ?? Apa ciumanku terlalu kasar !? Kenapa kau menangis ?? Ehhmm apa kau ingin aku menciummu sekali lagi dengan sangat lembut ?! "


Reina berdecih dengan tatapan kesal pada beruang kutub menyebalkan di depannya , satu tangannya sudah membungkam bibir yang sepertinya akan menciumnya kembali . Bisa bisanya pria bodoh itu berpikir jika ia ingin sekali lagi dicium olehnya .


" Kenapa kau harus hadir lagi di hidupku disaat aku sudah mulai bisa melupakan masa laluku ?? Tidak bisakah kau pergi dan melupakan aku !? Aku sudah bisa menata hidupku ... aku bahagia bersama putraku , tidakkah kau bisa melihat itu ?!! " lirih Reina yang pasrah ketika satu tangan yang tadi membungkam pria tadi sudah di letakkan diatas rahang kokoh pria didepannya .


" Aku tidak akan pernah bisa melepasmu ... kau milikku ! Kau yang harus mengerti jika kau dan Ethan adalah hidupku !! Tidak apa apa jika kau masih tidak mau menciumku , kita jalani pelan pelan saja ... tapi jangan terlalu pelan ! Kau harus cepat belajar mencintaiku karena aku mungkin tidak bisa bertahan terlalu lama . Berada di dekatmu selalu membuatku merasa gila . Cintai aku secepatnya .... "


Setelah berkata seperti itu Xavier mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening wanitanya .


" Aku pergi , tapi aku akan menjemputmu nanti . Kita jemput Ethan untuk makan malam bersama ... "


Dan dua tangan kekar itu kemudian menurunkan tubuh Reina dan sekali lagi mengecup lembut bibirnya sebelum melangkah pergi meninggalkan ruang kantor meninggalkan sang pemilik gerai dengan pandangan yang sulit di artikan .

__ADS_1


" Dasar pria gila !!! Aku membencimu Xavier Marcos ... "


__ADS_2