Im Back

Im Back
33


__ADS_3

CLLAAAPPPP ......


" Aaaaaaa .... " jerit Reina histeris karena gunting berujung lancip yang masih dalam genggamannya seperti menancap di dada sebelah atas Xavier . Walau tadi ia sudah berusaha kuat menarik gunting itu tapi tenaga pria di depannya lebih kuat . Tiba tiba saja gunting itu sudah tertancap di bahu pria berbadan kekar di depannya .


" Dasar gila !! Pria sinting !! Kita ke rumah sakit " teriak Reina panik ketika melihat darah mulai merembes di jas hitam yang masih dikenakan pria di depannya . Tapi tubuhnya tetap tak bisa bergerak karena pria itu masih mengungkungnya , sepertinya tak merasakan sakit walau jelas jelas lukanya lumayan dalam .


Tangan Xavier meraih wajah cantik didepannya agar tidak fokus pada lukanya , ia ingin Reina menatap matanya . Tiba tiba saja ia sangat suka melihat sorot gugup yang tampak menggemaskan untuknya .


" Lepaasss .... jangan mati di sini !!! Cari tempat lainnya !! "


" Aku sekarat selama tiga tahun karena mati matian mencarimu , sedang kau sibuk menggambar dan bercanda dengan model model tampanmu itu ! " geram Xavier yang ingat senyum menawan di papan iklan yang pasti sudah memikat hati banyak pria di kota ini . Semalam ia sudah menghentikan tayangan videotron yang menampilkan kecantikan wanita didepannya . Sampai kapanpun hanya dia yang berhak menikmati semua kesempurnaan wanitanya .


" Aku desainer .... bukan koki yang setiap hari bercanda dengan panci dan penggorengan !! Lepas dulu ... darahnya semakin banyak !! " sekuat tenaga Reina mendorong mundur tubuh kekar di depannya . Pria itu memang terlalu keras kepala dan sangat menyebalkan . Dia berlari ke arah kotak obat yang ada di ruangan pribadinya .

__ADS_1


Dia harus cepat menangani luka Xavier karena pria itu bisa saja menuntutnya dengan pasal penganiayaan , walaupun bukan sepenuhnya salahnya tapi dengan kuasanya pria itu bisa saja memanfaatkan keadaan . Reina tidak mau masalah ini menjadi besar , dan dengan mengobatinya mungkin Xavier akan melunak .


" Lepas bajunya sekarang !! "


" Hanya baju !? "


" Aku sumpal mulutmu jika terus berkata yang tidak tidak !! " kesal Reina menarik ikatan dasi dan kemudian melepasnya .


Dengan telaten Reina membersihkan luka dengan cairan antiseptik agar tidak menimbulkan infeksi . Berkali kali ia harus menahan nafasnya ketika tak sengaja melihat perut six pack yang terpampang di depannya . Dan ia akan berdecih kesal setiap kali tatapannya bertemu dengan mata elang yang tak pernah sekalipun mengalihkan pandangan darinya .


" Jangan terus terusan melihatku seperti itu !! Aku bukan mangsa yang tepat untukmu , aku sudah jatuh cinta pada pria lain . Dia segalanya untukku ! " gumam Reina sambil membebat luka yang sudah ia bersihkan tadi . Hatinya sudah sepenuhnya milik putranya , selama ini Ethan yang membuatnya bertahan hidup .


" Akan aku bunuh dia ... " sahut Xavier dengan entengnya .

__ADS_1


" Sebelum kau menyentuhnya aku pastikan gunting itu benar benar menancap di dadamu !! "


" Kau milikku !!! Aaaakkhhhh .... " Xavier mendesis ketika luka di bahunya ditekan keras oleh jemari Reina .


" Aku hanya memastikan ikatannya sudah kencang ! Ckk .. aku tidak tahu apa masalahmu denganku , tapi aku mohon jangan temui aku setelah ini atau sampai kapan pun !! Kau salah orang Tuan ! Jangan membuat ini menjadi sulit ... " kata Reina sambil melihat setelan milik Xavier yang tidak mungkin bisa terpakai lagi karena koyak di bagian atasnya . Dia beranjak menuju lemari besar yang ada di ruangannya dan mengambil salah satu kemeja warna biru dongker yang kemarin baru selesai ia garap .


" Buktikan dulu jika kau memang benar benar bukan dia, "


" Caranya ??! " dengan bahasa tubuhnya ia meminta Xavier untuk berdiri untuk memakai kemeja yang di bawanya . Terlalu lama melihat dada bidang dan roti sobek milik pria menyebalkan itu membuat tangan dan kakinya terasa lemah .


" Bercintalah denganku ... "


" Hahhh !!! "

__ADS_1


__ADS_2