Im Back

Im Back
61


__ADS_3

Selesai berbicara dengan salah satu klien Reina segera keluar ruangan kantor untuk makan siang . Seperti biasanya dia akan makan siang di sebuah restoran sederhana yang ada di depan butiknya . Letaknya yang hanya berseberangan jalan membuat Reina tak harus memakai mobil ataupun transportasi apapun , cukup berjalan kaki .


Kali ini dia makan bersama salah seorang staffnya karena tadi Clara yang biasa menemaninya langsung pergi ke perusahaannya sendiri setelah mengantarnya sampai ke butik .


" Tadi saya sudah kirimkan hasil pertemuan tadi di email Nyonya , kain sutera yang kita pesan dari Cina sedang dalam pengiriman dan pembayaran sudah saya lunasi, " kata staff wanita bernama Hera yang saat ini sedang menikmati makan siang bersama atasannya , Reina .


" Bagaimana pesanan dari Keluarga Ramos ? Seragam untuk pernikahan putrinya sudah selesai ? Ada delapan pasang baju dewasa dengan dua gaun kecil untuk gadis pembawa bunga ! Jangan sampai ada detil kecil yang terlewatkan karena Nyonya Ramos sangat teliti orangnya "


" Sudah selesai semua Nyonya , saya sedang mengerjakan proyek Tuan Agie yang besok menggelar koleksi untuk musim semi Gold Rein di Paris "


Makan siang itu mereka habiskan dengan santai tapi diselingi dengan membicarakan masalah pekerjaan mereka . Reina memang sangat akrab dengan para pegawainya , dia memperlakukan semua pekerjanya sebagai keluarga . Oleh sebab itu semua bekerja padanya dengan sepenuh hati .


" Kau ingin langsung kembali ke kantor bersamaku atau disini dulu meneruskan gelas kopimu yang masih penuh !? " tanya Reina pada staffnya , dia tahu jika biasanya staff itu akan berlama lama duduk untuk bermain dengan ponselnya . Benar saja staff wanita itu tersenyum dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .

__ADS_1


" Saya di sini dulu Nyonya , saya akan segera kembali ke kantor saat jam makan siang selesai "


" Aku tahu ... nikmati waktumu dan terimakasih sudah mau menemaniku makan siang " ucap Reina kemudian keluar dari restoran . Dia akan segera kembali ke kantor karena harus menyelesaikan salah satu pesanan gaun pengantin dari putri keluarga ternama . Kebetulan sang pengantin wanita ingin dia sendiri yang menangani gaun pengantinnya .


Suasana butik masih sepi karena sebagian pekerjanya sedang istirahat makan siang . Hanya terlihat beberapa pegawai yang menunggu di gerainya , berjaga jika ada pelanggan yang datang . Untuk mempersingkat waktunya dia sengaja tidak melewati tangga , tapi baik lift yang di buat khusus untuk dirinya .


Lift yang sangat jarang dia gunakan karena menurutnya menggunakan tangga akan lebih sehat . Reina segera masuk ketika lift sudah terbuka tapi jantungnya berpacu ketika membalikkan tubuhnya dan melihat pria yang tidak ingin dia lihat sudah ada di depan matanya .


Reina sama sekali tidak menanggapi sapaan dari pria itu , dia diam seolah tak ada siapapun di dalam lift kecuali dirinya sendiri .


" Akkhhhhh ... apa yang kau lakukan !! " pekik Reina ketika tubuhnya di pojokan hingga terbentur dinding lift . Walau tidak sakit tapi aksi itu sangat mengejutkannya , sama sekali tak ada jarak antara mereka .


" Apa kata kataku kurang jelas sayang ? " bisik Xavier tepat ditelinga Reina , bibirnya bahkan sempat mencium sekilas tengkuk desainer cantik di depannya . Xavier terlihat tersenyum samar ketika terdengar desisan merdu dari bibir kemerahan yang sudah menjadi candunya .

__ADS_1


" Sudah aku duga , kau hanya pura pura sakit agar bisa lebih dekat dengan kami ! Tapi itu tidak akan mempan untukku . Pulanglah karena aku pastikan kau tidak akan mendapatkan yang kau mau !! " ujar Reina mendorong dada Xavier dengan sekuat tenaga , tapi tubuh itu tak bergeming sedikitpun . Xavier malah tambah menyudutkan tubuhnya , tangan kekar itu sudah merangkum wajahnya .


" Aku tahu pasti sangat sulit menjalani semua tapi terima kasih kau sudah bersedia menghadirkan Ethan untukku ! Kau dan dia adalah hal terindah untukku ... "


Reina merutuki dirinya sendiri , tubuhnya seperti terkunci ketika wajah tampan itu mulai mendekati wajahnya . Yang bisa ia lakukan hanya memejamkan matanya dan merasakan sapuan nafas hangat beraroma mint itu . Nafasnya menjadi tak beraturan karena sapuan nafas itu terasa tak berjarak lagi .


" Jangan .... " lirih Reina yang tahu adegan apa yang selanjutnya akan terjadi , tapi sesaat kemudian matanya terbuka ketika adegan yang ia bayangkan tak kunjung terjadi . Dan ia melihat wajah tampan yang menyebalkan itu sedang menatapnya dengan senyum smirk tersungging di bibirnya . Ternyata pintu lift sudah terbuka ...


" Apa kau berharap aku menciummu sayang !? Tentu saja aku tidak akan keberatan . Apa bisa kita lanjutkan adegan ini di dalam sana !? " goda Xavier menunjuk ruang kantor milik Reina .


" Brengsek !! Pergi kau !! " teriak Reina berjalsm ke arah ruang kantornya , sedang Xavier tetap mengikutinya dari belakang .


Tanpa wanita itu sadar jika ada semburat merah dipipinya , dan itu membuat dirinya terlihat lebih cantik di mata pria yang tak bisa sekalipun mengalihkan pandangannya darinya .

__ADS_1


__ADS_2