Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kabur !


__ADS_3

Kabur !


" Tuan, aku tidur dimana ?." Tanya Aleta.


" Di sofa." Jawab Reynand.


" Yah, tuan aku gak mau." Ucap Aleta.


Lalu Reynand pun marah pada Aleta, akhirnya Aleta tidur di sofa. Ia mengambil bantal dan selimut dari kasur Reynand. Ketika Aleta tidur, Reynand mematikan lampunya. Tiba tiba Aleta teriak entah kenapa, membuat Reynand terkejut.


" Tuan, jangan matika lampunya, aku takut !!!!." Teriak Aleta.


" Tidak mau." Sahut Reynand.


Aleta menangis karena ketakutan, Reynand menghampiri Aleta dan menggendong nya ke kasur nya. Karena Reynand tidak mau terganggu lagi oleh suara berisik dari Aleta.


" Yaudah sana tidur, kamu di sebelah kiri dan aku kanan." Ucap Reynand.


" Ba- baik tuan." Ucap Aleta.


" Oh ya satu lagi, jangan melewati batas bantal guling ini dan jangan pernah memeluk atau menyuntuh ku sedikit pun, juga jangan berisik ketika sedang tidur, eum.... dan tidak boleh bergerak seenak mu." Ucap Reynand.


" Oke, tuan." Sahut Aleta.


Mereka pun tidur, di jam 12.00 malam, Reynand tidurnya gerak sana gerak sini, tidak bisa diam sama sekali membuat Aleta terbangun. Ada suara terdengar dari arah Reynand, Aleta menoleh ke arah Reynand. Dan ternyata.....

__ADS_1


" Ngok..... ngok." Reynand ngorok.


" Hah.... yaampun, tuan berisik sekali ngorok nya." Ucap Aleta menutup telinganya menggunakan bantal.


Semakin lama suara itu semakin kencang, tiba tiba Reynand memeluk Aleta. Aleta pun terkejut, wajah nya memerah karena terlalu malu. Betapa bahagia nya Aleta pertama kali di peluk Reynand.


Pagi pun tiba, Reynand terbangun dan melihat Aleta sedang tertidur di atas tubuhnya, ia terkejut dan mendorong Aleta dengan sangat kencang. Aleta jatuh berguling guling dari tempat tidur.


" Hey, kamu !!!. Kenapa kamu malah tidur di atas tubuh ku !!." Teriak Reynand.


" Bukannya tuan yang memeluk ku tadi malam." Ucap Aleta yang terlentang di lantai.


" Kamu pasti bohong kan." Bentak Reynand.


" Diam kamu !." Teriak Reynand.


Reynand pun langsung beranjak dari kamar dan pergi menuju kamar mandi. Lalu Aleta pergi dari kamar Reynand menuju ke luar rumah. Ia ingin kabur dari rumah itu, dengan keberaniannya ia pun lolos dari penjagaan di rumah Reynand.


Aleta pergi entah kemana dari rumah Reynand. Betapa leganya Aleta, dan langsung berlari lari.


" Dadah Reynand, aku pergi dulu yah. Selamat tinggal." Teriak Aleta dari luar.


Reynand yang mendengar nya pun terkejut, dan langsung keluar serta mengejar Aleta hanya menggunakan handuk. Rambutnya basah, begitu pula dengan tubuh nya.


" Aleta !!!!." Teriak Reynand.

__ADS_1


" Ga- gawat..... . Kok dia ngejar aku sih." Ucap Aleta di dalam hati.


" Dasar kamu yah, kalau ketangkap akan ku hukum habis habisan." Teriak Reynand.


Aleta berlari lebih kencang, lalu tak sengaja kesandung batu dan terjatuh. Kaki nya terluka, walaupun begitu tetap saja ia berlari. Aleta menoleh ke arah belakang, ia melihat bahwa Reynand masih mengejarnya. Karena tak tahu harus kemana Aleta pun naik ke atas pohon yang besar dekat tiang listrik.


" Hey Reynand, aku di atas sini." Aleta meledek Reynand.


" Aleta, ngapain kamu naik ke situ, cepet turun nanti kesetrum listrik !!!." Teriak Reynand.


" Hey, lebih baik kamu kembali ke kamar mandi sana, dari pada nanti malu dilihat orang lain, gara gara cuma pakai handuk." Tawa Aleta.


" Aleta turun...!!!." Teriak Reynand.


" Gak mau !!." Teriak Aleta.


Tiba tiba Reynand menarik kaki Aleta dan membuat nya jatuh dari pohon. Namun Reynand menangkap Aleta yang ingin terjatuh, lalu membawanya pulang ke rumah, banyak tetangga yang melihat mereka berdua. Aleta yang di gendong hanya tersenyum saja karena mendapat perhatian dari Reynand, walaupun itu terpaksa.


" Apa liat liat." Ucap Reynand.


" Ma- maaf tuan." Ucap Aleta dengan wajah polos nya.


" Sampai dirumah, kamu akan ku hukum." Ucap Reynand.


" Hah.... nasib - nasib." Ucap Aleta dalam hati dengan wajah cemberut.

__ADS_1


__ADS_2