Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Cepat Bangun !!!


__ADS_3

Cepat Bangun !!!


Reynand menyelam ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Aleta. Ketika menyelam ia melihat Aleta. Ketika menyelam, ia melihat Aleta yang sedang sedang senyum senyum melihat Reynand di dalam air itu. Dan akhir nya Aleta muncul dari dari dalam air dengan tawaan yang terbahak bahak.


" Bwa ha.... ha.... ha...ha.... ." Tawa Aleta.


Reynand hanya terdiam, menahan amarahnya yang meluap luap. Ia pun naik ke pinggiran kolam renang, baju nya basah semua ditambah lagi dengan tetesan air yang jatuh dari rambut nya.


Aleta yang berdiri di dalam kolam itu masih tertawa saja, membuat suasana hati Reynand tambah memburuk.


" Tu- tuan, anda lucu sekali. Hahahahaha.... ." Ucap Aleta sambil tertawa.


" Lebih pilih ku marahi atau ku siksa kau seperti waktu itu." Ucap Reynand dengan tatapan mata yang tajam.


" I- iya tuan, marahi aku saja." Ucap Aleta dan naik ke atas pinggiran kolam renang.


Sebelum marah Reynand mengehela nafas nya terlebih dahulu, lalu baru ia memarahi Aleta. Aleta pun langsung menutup matanya.


" Ahhhhhh.... . Aleta !. Kamu pikir perbuatan kamu itu lucu hah, dasar wanita gak tau diri, seharusnya kamu itu sopan dengan tuan mu ini !. Aku ben-, uhuk uhuk." Tiba tiba Reynand terbatuk karena berteriak terlalu kencang.


" Tuan kok tuan tidak berteriak lagi." Ucap Aleta yang masih menutup matanya.


" Uhuk uhuk dasar bodoh." Ucap Reynand yang masih batuk.


" Oh... ternyata tuan batuk, makanya jangan teriak teriakan terus tuan, batuk kan." Ledek Aleta.


" Dasar kau ini !. Cepat ambilkan aku air !!!." Teriak Reynand.


" Ba- baik tuan." Ucap Aleta dan langsung mengambil air di kolam renang dengan tangannya.


Reynand semakin marah karena kelakuan Aleta, karena Aleta malah mengambil air di kolam renang.


" Aleta !!!, aku minta air minum, bukan air kolam renang idiot." Bentak Reynand.

__ADS_1


" Ba- baik tuan." Aleta berlari mencari air minum.


* Beberapa Jam Kemudian *


" Aleta !, ayo cepat bawa barang barang nya !!!." Teriak Reynand di luar rumah.


" Sabar tuan." Ucap Aleta membawa semua barang barang milik Reynand.


Sesampai nya di luar Aleta pun langsung memasuku mobil tersebut, tapi lagi lagi Reynand menghentikannya. Perasaan Aleta mulai merasa tidak enak, apakah dia akan disuruh jalan kaki lagi seperti waktu itu atau tidak.


" Ke- kenapa tuan ?." Tanya Aleta.


" Sebelum masuk me dalam mobil, masukkan dulh barang barang yang tadi kamu bawa." Suruh Reynand.


Aleta merasa lega ketika Reynand tidak menyuruh nya jalan kaki mengunjungi rumah orang tua tiri Aleta.


" Fiuh..... untung saja si Reynand nyebelin itu tidak menyuruh ku untuk jalan kaki seperti waktu itu." Ucap Aleta dalam hati.


" Heh, cepet kenapa malah melongo !." Ucap Reynand.


Tiba tiba ada seorang wanita tua yang menghampiri Reynand, wanita itu tak lain adalah kepala pelayan di rumah Reynand. Kepala pelayan itu menanyakan tentang Aleta. Lalu Reynand menjawab pertanyaan itu begitu saja, Reynand berkata bahwa Aleta adalah istri nya. Aleta yang diam diam menguping jadi terharu karena Reynand mengakui Aleta sebagai istri nya.


" Terharu sekali ketika tuan mengakui ku sebagai istri nya." Ucap Aleta, menangis di dalam hati.


" Tapi itu hanya sementara, lagi pula aku tidak mencintai nya sama sekali. Aku hanya memanfaatkannya untuk balas dendam kepada keluarganya itu." Ucap Reynand.


Aleta terkejut mendengar perkataan itu.


" Sial, ternyata aku salah paham. Aku gak jadi terharu deh." Ucap Aleta dalam hati.


Aleta heran, kenapa Reynand kelihatan sangat akrab pada kepala pelayan itu, yang Aleta tahu Reynand bukanlah tipe orang yang mudah akrab dengan siapa pun.


Beberapa menit kemudian, Aleta pun masuk ke dalam mobil, tak lama kemudian mereka pergi dari rumah Reynand, menuju rumah Aleta. Aleta bernyanyi nyanyi di dalam mobil karena saking gembiranya.

__ADS_1


" Aleta !, diam. Kamu pikir suara mu itu enak untuk didengar !." Ucap Reynand.


" Iya tuan maaf." Ucap Aleta, berhenti bernyanyi.


" Minta maaf, minta maaf. Minta maaf aja terus, tapi kalau diulangin sama aja boonk." Ucap Reynand.


" Apaan sih, sirik aja. Orang seneng salah, orang sedih juga salah." Aleta ngendumel.


" Enak aja sirik, kamu nya aja yang ganggu orang terus sih." Ucap Reynand.


" Maaf tuan, sebelum ke rumah nona Aleta, apakah kita mampir dulu di toko buah ?." Supir yang mengendarai mobil menyeletuk.


" Gak perlu, kita ke mall yang waktu itu saja." Jawab Reynand.


" Baik tuan." Ucap Supir itu.


" Yah, tuan lama donk kita sampai dirumah ku." Ucap Aleta.


" Diem kamu !." Ucap Reynand.


Aleta pun diam, ia melihat pemandangan dari kaca mobil, banyak bunga bunga yang berwarna warni di pinggir jalan, serta daun daun berguguran diterpa angin, layak nya seperti di musim gugur.


Aleta membuka kaca mobil, angin bersiul siul di telinganya. Dia adalah tipe orang yang suka akan kedamaian seperti yang saat ini sedang ia rasakan.


Tapi kedamaian itu tak berlangsung lama. Reynand mengganggu Aleta serta menutup kaca mobil itu.


" Yah tuan kok ditutup !." Ucap Aleta, membuka kaca mobil itu lagi.


" Kalau di buka, angin nya masuk nanti, kalau masuk pasti kamu ngantuk terus pastinya lagi kamu tidur dipundak aku!. Aku gak suka tau !. Sudah lah terserah kamu saja !." Ucap Reynand.


Lalu mereka pun mulai memasuki jalan tol, beberapa menit telah berlalu, angin yang kencang membuat Aleta mengantuk. Perlahan lahan kelopak matanya tertutup, tak kuasa menahan kantuk nya Aleta pun tertidur di bahu Reynand.


" Tuh kan, sudah ku bilang tutup jendelanya, jadi ngantuk kan. Aleta cepat bangun !!!." Ucap Reynand.

__ADS_1


" Iya tuan." Ucap Aleta bangun dari tidur nya.


__ADS_2