Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Terlalu Gugup


__ADS_3

Terlalu Gugup


Reynand tak bisa tidur karena terus menerus kepikiran kata kata yang di ucapkan oleh bundanya tadi. Secara tak sadar tangan nya mulai menghampiri baju Aleta, perlahan lahan ia buka baju nya. Reynand melihat pinggang Aleta dengan kulit yang halus serta putih seperti salju. Tiba tiba petir menggelegar, dan menghentikan niat Reynand itu.


" A- apa yang aku lakukan !." Ucap Reynand sambil menyesali perbuatannya.


Setiap kali ia melihat ke arah Aleta, ia selalu menutup mukanya karena malu.


Aleta yang sedang tertidur pulas. Sudah terlalu malam, Reynand akhirnya berbaring di kasurnya bersampingan dengan Aleta. Bantal guling yang Reynand taruh di tengah tengah tempat tidur sebagai batas, agar mereka berdua tak saling berdekatan ketika sedang tertidur.


Suasana hati Reynand, benar benar sedang tidak bagus. Ditambah lagi dengan hujan deras serta petir yang kencang. Reynand memejamkan matanya, tiba tiba.....


CETARRRR.......


" Ahhhhh !!!." Teriak Aleta, terbangun dari tidurnya.


Aleta langsung memeluk Reynand dengan erat. Reynand pun terkejut dan terbangun.


" Aleta kamu ngapain sih." Bentak Reynand.


" A- aku kaget, ta- tadi ada petir." Ucap Aleta.


" Ih... lepas !!!." Bentak Reynand.


" Ma - maaf tuan." Ucap Aleta, melepaskan pelukannya.


" Udah sana, tidur lagi. Kalau gak mau tidur, mending kamu kembali aja ke kamar kamu sana !." Ucap Reynand.


" I- iya tuan aku akan tidur." Ucap Aleta memeluk bantal guling di kasur.

__ADS_1


" Jangan peluk bantal guling di tengah kasur itu !!!." Bentak Reynand.


" Emangnya kenapa ?." Tanya Aleta.


" Itu buat pembatas, biar kamu gak pelukan lagi sama aku kayak waktu itu." Ucap Reynand.


" Iya tuan." Ucap Aleta.


Aleta pun berbaring mengahadap kanan, sedangkan Reynand pergi ke kamar mandi. Aleta melihat Reynand berjalan ke kamar mandi dengan tergesa gesa.


" Tuan Reynand kenapa yah." Ucap Aleta.


* Di dalam kamar mandi..... *


Reynand mencuci mukanya beberapa kali, ia melihat dirinya di kaca, sambil marah marah. Dia berfikir bahwa dia sudah gila karena melakukan hal tadi. Jantung nya lagi lagi berdetak kencang akibat pelukan Aleta yang mendadak.


" Tuan !!." Panggil Aleta dari luar kamar mandi.


Tok Tok Tok....


Aleta terus menerus mengetuk pintu kamar mandinya.


Deg Deg Deg Deg.....


Detak jantung Reynand kembali berdetak kencang, nafasnya pun juga tidak beraturan.


" Tuan, tuan tidak apa apa ?." Tanya Aleta, terus menerus mengetuk pintu nya.


" A - aku gak papa." Ucap Reynand dengan gugup.

__ADS_1


" Bener nih ?." Tanya Aleta.


" I - iya, mendingan kamu tidur aja sa - sana." Ucap Reynand.


" Oke deh, aku tidur duluan ya tuan." Ucap Aleta, dan pergi ke kasur untuk tidur.


Tak selang beberapa menit Reynand keluar dari kamar mandi. Aleta pun bangun dari kasur.


" Ka - kamu, belum tidur !?." Reynand terkejut.


" Belum, aku menunggu tuan, biar kita bisa tidur bareng." Jawab Aleta.


" Apasih kamu !." Ucap Reynand.


" Oh iya tuan, kok tuan tidak memakai perban lagi sih, emangnya luka nya udah sembuh ?." Tanya Aleta membelai rambut Reynand.


Reynand terkejut seketika, jantung nya berdetak tidak karuan, semakin lama semakin dekat. Tatapan mata Aleta semakin membuat Reynand canggung, dan pada akhirnya Reynand pun mendorong Aleta dengan lembut karena tak bisa menahan rasa gugup nya, serta detak jantung yang tidak karuan.


" I- iya, u - udah sembuh kok." Ucap Reynand.


" Beneran nih." Ucap Aleta mendekati Reynand lagi.


" Iya." Ucap Reynand.


Lalu Aleta tak sengaja mendengar detak jantung Reynand yang begitu kencang. Aleta pun berfikir bahwa Reynand itu.....................


Kepo yah.... kalau kepo, baca episode selanjutnya yah....🤣🤣


Dadah.......😁

__ADS_1


__ADS_2