
Melarikan Diri
Reynand pun tak tinggal diam, ia segera bertindak dengan cepat. Ia tak mau membuang buang waktu, membiarkan pelakunya hidup dengan tenang. Ia segera menghubungi joshua lewat ponselnya. Joshua yang berada di luar merasa kaget, mengapa Reynand tiba tiba menelphonennya. Joshua pun segera pulang ke rumah Reynand dan menemui Reynand diruang kerjanya.
Dikamar Reynand
Aleta yang masih mengambek dengan Reynand masih saja berada dikamarnya, ia berharap Reynand datang untuk meminta maaf padanya. Namun Reynand tak juga datang, membuat Aleta makin kesal.
Tak lama kemudian, bunda Reynand datang ke kamar Reynand untuk menemui Aleta, ia masuk tanpa mengetuk pintu, karena keadaan pintu tersebut sedang terbuka. Bunda Reynand melihat menantunya sedang berbaring di kasur sambil menatap ke langit- langit kamar.
" Sayang," panggil bunda.
Aleta langsung bangun ketika mendengar suara ibu mertuanya. Ibu mertua Aleta menghampiri menantunya.
" Bu- bunda, ada apa ?" tanya Aleta.
" Hmm sayang, kamu sedang ada masalah ya sama Reynand ?" tanya bunda balik.
Seketika wajah Aleta berubah menjadi masam ketika mendengar nama Reynand. Bunda Reynand pun semakin yakin, bahwa Reynand dan Aleta sedang ada masalah. Lalu bunda Reynand bertanya lagi pada menantunya, sebenarnya apa yang telah terjadi. Aleta hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan ibu mertuanya.
Karena Aleta tak menjawab bunda Reynand pun berniat untuk bertanya kepada anaknya saja. Tiba- tiba Aleta memeluk bunda Reynand, melihat kelakuan Aleta yang manja, bunda Reynand pun mengusap- ngusap kepala Aleta dengan lembut sambil tersenyum.
" Bunda," gumam Aleta.
" Kenapa sayang ?" tanya bunda.
" Reynand nyebelin bun," ucap Aleta.
" Nyebelin kenapa ?" tanya bunda lagi.
" Eumm, pokoknya Reynand nyebelin bunda," ucap Aleta sambil merengek.
" Yaudah nanti bunda tegur Reynandnya ya," ucap bunda dengan senyuman.
Tak lama kemudian datanglah Reynand, ia melihat bunda dan istrinya sedang berpelukan. Reynand pun menghampiri mereka berdua. Baru saja ingin memeluk bunda dan istrinya, tiba- tiba telinga Reynand langsung ditarik oleh bundanya.
" A- aduh bunda, sa- sakit !" ucap Reynand, berusaha untuk melepaskan tangan bunda dari telinganya dengan lembut.
" Kamu apakan istrimu hah ?" tanya bunda.
__ADS_1
" Aku gak apa- apain kok bunda, lagi pula aku kan hanya memberikannya kasih sayang, memangnya tidak boleh ? Aletanya saja yang baperan," ucap Reynand.
" Enak aja, aku itu gak baperan kayak kamu !" ucap Aleta.
" Ih... aku juga gak baperan kali !" ucap Reynand.
" Aduh, kalian apa apaan sih, malah jadi bertengkar begini !" ucap bunda.
"Iya bunda, maaf!" Jawab Reynand dan Aleta dengan kompak.
Pada akhirnya mereka bertiga mengobrol santai di kamar Reynand. Aleta tidur diatas pangkuan bunda sedangkan Reynand duduk disamping bundanya sambil merangkul mesra bundanya. Bunda menceritakan masa - masa kecil Reynand kepada Aleta. Aleta tertawa mendengar cerita bunda tentang masa kecil suaminya. Wajah Reynand memerah seketika karena malu.
" Bunda sudah hentikan , jangan dilanjutkan ceritanya. Aleta tidak perlu tahu aku yang dulu!" Rengek Reynand kepada bundanya.
Aletapun semakin menggoda Reynand. Hingga membuat bunda tertawa terpingkal pingkal dengan kelakuan anak dan menantu kesayangannya itu.
Joshua yang sudah tiba di rumah, langsung menuju ruang kerja Reynand. Saat joshua membuka pintu yang terlihat hanyalah seorang pelayan yang sedang membersihkan ruang kerja Reynand. Joshuapun menanyakan keberadaan Reynand kepada pelayan.
" Dimana Reynand bi ?" Tanya joshua.
" Sepertinya di kamarnya, tuan!" Jawab pelayan.
" Tolong katakan kepada tuan Reynand, saya sedang menunggunya di ruang kerjanya!" Seru Joshua.
" Baik tuan. " Jawab si pelayan.
Pelayan itupun segera bergegas menuju kamar Reynand. Setibanya dikamar, pelayan itu langsung mengetuk pintu kamar tuannya.
Tok
Tok
Dari luar pintu terdengar suara salah seorang pelayan memanggil nama Reynand.
"Maaf tuan, bolehkah saya masuk?" Tanya pelayan itu.
" iya masuk saja bi, pintunya tidak dikunci!" Jawab Reynand.
Pelayan itupun segera masuk ke kamar Reynand dan mengutarakan maksudnya. ia mengatakan kepada tuan Reynand bahwa tuan Joshua menunggunya diruang kerja.
__ADS_1
Tanpa menjawab sepatah kata pun Reynand langsung beranjak dari duduknya dan berlari menuju ruang kerjanya untuk menemui Joshua.
Aleta dan bundanya bingung melihat tingkah Reynand, Bundanya pun bertanya kepada menantunya.
" Ada apa Aleta dengan Reynand ? Mengapa ia terlihat terburu - buru sekali ?" Tanya bunda kepada Aleta.
" Entalah bunda, Aleta juga enggak tahu !" Jawab Aleta.
" Ya sudah nanti kita tanyakan , kalau Reynand sudah kembali kesini !" Ucap Bunda
Aleta dan bunda pun melanjutkan obrolannya. Sedangkan pelayan berpamitan keluar untuk melanjutkan pekerjaannya.
Saat pelayan itu keluar dan menutup kembali pintu kamar Reynand. Pelayan itupun kembali ke ruang kerja Reynand untuk mengambil alat kebersihan yang tadi digunakan untuk membersihkan ruang kerja Reynand yang belum sempat ia bawa.
Sesampainya didepan pintu ruang kerja Reynand, pelayan itu mendengar pembicaraan antara Reynand dan Joshua. Pelayan itupun samar - samar mendengar Reynand menyebut pelakunya itu seorang pelayan.
Pelayan itu memberanikan diri membuka pintu sedikit agar lebih jelas terdengarnya. Reynand dan Joshua yang sedang serius dengan obrolannya tidak mengetahui kalau pembicaraannya dari tadi ada yang menguping. Benar saja apa yang tadi pelayan itu dengar tidak salah. Kalau dirinya sudah ketahuan, hanya saja tuan Reynand belum tau pasti pelayan yang mana yang dimaksud.
"Aku harus segera meninggalkan rumah ini, dan pergi ke kota lain sebelum tuan Reynand menangkapku. Jika aku sampai tertangkap bukan aku saja yang dalam bahaya tapi keluarga ku juga dikampung dalam bahaya!" gumam pelayan itu dalam hati.
Pelayan itupun segera bergegas meninggalkan ruang kerja Reynand. Ia segera menuju kamar pelayan untuk merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan rumah Reynand, Tanpa di ketahui oleh siapapun.
Dengan cepat pelayan itu sudah selesai memasukan pakaiannya kedalam kantong pelastik. Pelayan itu menggunakan kantong plastik untuk pakaiannya agar tidak ada yang curiga dan satpam yang berjaga di depan pintu gerbang hanya menyangka kalau pelayan itu hanya membawa sampah dan hendak akan dibuang.
Benar saja dugaan pelayan itu, satpam yang berjaga tak menaruh curiga sedikitpun kepada pelayan itu. Pelayan itupun bisa kabur dengan leluasa.
Joshua yang mendengar cerita dari Reynand dibuat kaget karenanya. Ia tidak menyangka jika pelayan dirumah ini , itu sendiri pelakunya.
" Sekarang yang harus kita lakukan, mengumpulkan semua pelayan yang ada di rumah ini tanpa terkecuali." Ucap Reynand dengan penuh amarah.
" Tapi Reynand ! jika memang pelakunya seorang pelayan tapi siapa ? Bukannya semua pelayan yang ada di sini, semuanya sudah mengabdi di rumah ini cukup lama? Tanya Joshua dengan penuh rasa penasaran.
Reynand pun agak berpikir keras, ia tidak ingin gegabah dan menangkap orang yang salah. Akhirnya ia putuskan untuk memanggil kepala pelayan untuk menanyakan apa ada pelayan baru yang bekerja di rumahnya. Reynand memanggil kepala pelayan itu ke ruang kerjanya tanpa menceritakan maksudnya. Reynand harus tetap waspada, Reynand tidak ingin salah langkah.
Reynand pun mengajukan beberapa pertanyaaan kepada Kepala pelayan itu. Dengan sangat hati - hati Reynand bertanya kepada kepala pelayan itu. Reynand sangat takut menyinggung perasaannya. Walau bagaimanapun Reynand tidak menaruh curiga sedikitpun kepada kepala pelayannya. Apalagi Reynand sangat menghormatinya, walaupun hanya sekedar seorang kepala pelayan. Reynand sudah menganggapnya sebagai keluarga. Terlebih lagi sudah mengabdi puluhan tahun di keluarganya dari sebelum Ibunya menikah dengan ayah tirinya.
" Tidak mungkin dia pelakunya!" gumam Reynand didalam hati.
Selang beberapa menit muncullah kepala pelayan itu di ruang kerja Reynand. Sangat terlihat keriput di wajah dan tangannya. Tapi masih saja kepala pelayan itu tetap bekerja dirumahnya Reynand. Ternyata kepala pelayan itu ingin terus mengabdi kepada keluarga ayah tiri Reynand dan menghabiskan sisa umurnya untuk menggabdi dikeluarga Reynand. Tanpa sedikit keraguan kepala pelayan itu pun menjawab semua pertanyaan yang diajukan Reynand kepadanya. Tanpa ia menanyakan maksud dari tuan Reynand menanyakan itu semua kepadanya.
__ADS_1
Bersambung......