Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Berebut Kamar Mandi


__ADS_3

Berebut Kamar Mandi


Lima jam pun sudah mereka lewati, Aleta dan Reynand sangatlah lelah, mereka berjalan perlahan lahan menuju kursi yang berada dekat kolam renang. Panas matahari yang masuk dari jendela jendela semakin terik membuat mereka kepanasan serta kehausan. Reynand pun menyuruh Aleta untuk mengambil kan air minum untuk nya. Tapi Aleta menolak, karena ia juga lelah.


Karena kasihan kepada Reynand, akhirnya Aleta pun mengambilkan air minum untuk suaminya. Ia meninggalkan Reynand sendirian di sana, sedangkan Aleta mengambil air minum di lantai tiga. Tak selang waktu lama Aleta kembali ke lantai lima lagi.


Ia pun kembali dengan dua gelas yang berisi jus jeruk. Aleta pun menghampiri Reynand yang tengah berbaring di kursi kolam renang sambil berteduh di bawah payung. Aleta melihat Reynand yang sedang memejamkan mata nya.


" Tuan, tuan." Panggil Aleta.


Reynand masih saja tertidur dan tak menjawab panggilan Aleta. Aleta pun sudah memanggil Reynand berkali kali, serta membelai lembut rambutnya. Karena tidak bangun juga, akhirnya Aleta memercikkan sedikit air yang ada dikolam renang, Reynand pun terbangun dari tidur nya. ia kaget dengan cara Aleta membangunkannya. Tadinya Reynand akan marah dengan Aleta, namun niatnya itu ia urungkan ketika ia lihat Aleta memberikan senyuman manis kepadanya sambil memegang segelas jus jeruk.


Aleta langsung memberikan jus jeruk itu kepada Reynand, Reynand pun duduk dan meminum jus itu, sambil menatap wajah Aleta. Seketika Reynand terkejut ketika meminum jus jeruk nya. Wajah nya pun berubah seketika.


" Tuan, tuan kenapa ?." Tanya Aleta.


" Rasa nya asam... ." Ucap Reynand.


Ekspresi wajah Reynand yang aneh membuat Aleta tertawa, lalu datanglah ibu mertua Aleta bersama dengan Reya, dan Joshua. Mereka ingin melihat apakah pekerjaan yang dilakukan oleh Aleta dan Reynand sudah selesai atau belum. Terlihat Aleta sedang tertawa bersama dengan Reynand.


Lalu mereka pun melanjutkan bersih bersih nya lagi, karena tak tega melihat mereka berdua. Bunda pun memanggil seluruh pelayan yang berada di rumah Reynand untuk membantu mereka berdua. Tak butuh waktu lama akhirnya pekerjaannya selesai juga.


" Akhirnya selesai juga ! oh ya tuan , kenapa tidak dari tadi saja kita minta bantuan kepada semua pelayan yang ada dirumah ini, kita kan tidak perlu cape membersihkan semuanya." Ucap Aleta.


" Aleta.... Aleta, memang kamu tidak mendengar tadi perintahnya bunda, kita berdua yang disuruh membersikannya , mana berani aku meminta bantuan kepada pelayan yang ada dirumah ini. Ini semua kan gara gara kamu yang gak punya kerjaan." ucap Reynand.


" Tapikan tuan ! aku kan hanya ingin menghibur tuan. Kenapa jadi aku yang disalahkan." ucap Aleta.

__ADS_1


Mereka berdua pun pada akhirnya berdebat , dan saling menyalahkan. Padahal tadi waktu didepan bundanya Reynand mereka berdua saling melindungi satu sama lain seolah olah tak rela jika salah satu dari mereka dapat hukuman.


Tiba tiba saja bunda, Reya, dan Joshua datang menghampiri mereka yang sedang berdebat . Mereka bertiga pun bingung dengan tingkah laku mereka yang dengan mudahnya berubah dratis. Sebentar akur sebentar bertengkar.


Para pelayan pun juga memperhatikan mereka berdua yang tengah bertengkar. Bunda Reynand pun menghampiri Aleta dan juga Reynand.


" Sudah sudah, jangan bertengkar lebih baik kalian bersih kan badan kalian saja sana !" Suruh bunda.


Aleta dan Reynand langsung berlari ke kamar mereka dan berebut kamar mandi.


" Aleta, kamu pakai kamar mandi yang lain saja. Di rumah ini kan ada banyak kamar mandi ! kamu gak boleh mandi di sini, soalnya aku ingin memakai kamar mandi nya !" Ucap Reynand.


" Yahh kok begitu sih. Kalau begitu begini saja deh, bagaimana kalau kita mandi bareng saja ! " ucap Aleta dengan polosnya.


Reynand yang mendengar perkataan Aleta sontak saja kaget dibuatnya, entah apa yang akan dia bayangkan nanti, hingga pipinya merah merona dan tersenyum senyum sendiri. Hingga ia terdiam dan tanpa ia sadari, Aleta sudah masuk terlebih dahulu ke kamar mandi dan segera mengunci pintunya.


Reynand pun tersadar , Aleta pun sudah masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya. Dengan marahnya Reynand mengetok ngetok pintu kamar mandi dengan kencang.


Tok


Tok


Tok


" Aleta ... ! Dasar ya kamu, cepat buka pintunya ! jangan gunakan kamar mandiku. Nanti kamar mandi ku jadi kotor dan bau. Bukannya kamu tadi ingin mandi bareng bersama ku. Tapi kenapa kamu malah mengunci pintu kamar mandinya." Teriak Reynand.


" Aleta.... ! " teriak Reynand untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


" Sudahlah tuan ! sudah sanah cari kamar mandi yang lain saja aku masih lama mandinya ! jangan menungguku nanti tuan semakin bau dan bau amisnya tidak akan hilang. bahkan ruang kamar tuan juga akan ikut bau. " ucap aleta.


Dengan berat hati Reynand pun meninggalkan kamar nya untuk pergi kekamar mandi tamu yang ada di lantai 2. Didalam perjalanan Reynand masih memikirkan perkataan Aleta . Ia pun bergumam di dalam hatinya.


" Huft......... Entah apa yang sudah aku pikirkan. Mana mungkin hal itu terjadi ! Aleta.... Aleta , kamu ini memang selalu punya cara membuat ku lengah."


Aleta dan Reynand sudah selesai membersihkan tubuhnya. Reynand pun masuk ke kamarnya. Ia melihat Aleta yang tengah berbaring diatas ranjangnya sambil memainkan handphonenya. Reynand masuk ke kamar tanpa mengucapkan satu katapun kepada Aleta. Ia langsung duduk sambil menyandarkan kepalanya di atas sova. Rupanya Reynand masih memikirkan hal yang dikatakan Aleta. Hingga ia malu sendiri dibuatnya.


"Tuan..... Kapan tuan masuk ko aku tidak tau? kenapa tidak memberi salam. " ucap Aleta.


" Haruskah aku mengatakannya? ini kan kamar ku kenapa aku harus minta ijin kepadamu. " ucap Reynand.


" Tuan kenapa sih tuan selalu ketus kepada ku ! Padahal aku selalu berusaha untuk menghibur tuan. " ucap Aleta.


" oh... ya apa kamu sadar apa yang kamu katakan. Sudah lah Aleta aku ingin Istirahat. Hari ini sudah sangat melelahkan. " Ucap Reynand.


Tiba tiba suara handpond Aleta Berdering. Ternyata ibu angkatnya menelphonenya. Aleta pun pergi dari kamar itu, ia sembunyi sembunyi untuk menjawab telephone. Reynand merasa curiga kepada istri nya, kenapa Aleta mengangkat telphone saja harus menjauh darinya.


" jangan jangan itu telphone dari Samuel. " gumam Reynand dalam hati.


Tanpa Aleta sadari ternyata Reynand membututinya , agar bisa menguping pembicaraannya di telphone. Tanpa ada rasa curiga, Aleta segera mengangkat telphone nya, lalu ibu angkat Aleta pun menyuruhnya untuk pulang kerumah, dengan alasan ayah angkatnya sedang sakit dan ingin bertemu dengan Aleta.


" Iya mah, aku segera kesana." Ucap Aleta.


Aleta langsung bersiap siap untuk pergi ke rumah nya, ia pergi sendirian tanpa mengajak Reynand karena ia takut jika ada pertengkaran lagi di antara Reynand dengan keluarganya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2