
Reya mencoba membalikkan sedikit kepalanya agar ia dapat melihat siapa orang yang telah membekap mulutnya dari belakang. Saat mata Reya menangkap wajah orang itu, seketika ia terkejut. Tenyata yang menyekap Reya adalah Joshua. Lalu ia dengan kencang menginjak kaki.Joshua. Reya teramat sangat kesal dengan ulah Joshua yang sudah membuatnya ketakutan. Joshua yang di ijak kakinya begitu kencang oleh Reya hanya bisa menahan sakit dengan napas yang terpenggal penggal. Ia langsung melepaskan tangannya dari mulut Reya ketika itu juga. Reya yang melihat Joshua menahan rasa sakit hanya bisa tersenyum lebar.
"Reya, kamu kan sudah lihat ini aku kenapa harus menginjak kakiku hingga begitu kencang?" Ucap Joshua dengan kesal.
"Salah sendiri kenapa suruh sudah buat jantung reya terasa hampir copot! " Ucap Reya sambil menahan tawa.
Joshua langsung menyuruh Reya agar pelan kan suaranya. Joshua menunjuk ke suatu arah dimana tangan itu tertuju kepada satu sosok yaitu Raka. Rupanya Raka kembali lagi ke kamar itu entah apa yang akan ia lakukan lagi didalam.
Tanpa basa basi Raka langsung masuk ke kamar Aleta, ia mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam kamar Aleta. Tak lama kemudian Raka keluar. Bodyguard yang tertunduk sesaat Raka keluar. Raka pun memberikan satu amplop berwarna coklat. Amplop itu terlihat sangat tebal dan rupanya berisikan tumpukan uang pecahan seratus ribuan.
"Bagi rata dengan yang lain, awas jangan sampai melakukan kesalahan sedikitpun. Jaga nyonya Aleta dengan baik. Raka yang tidak menyadari jika pembicaraannya sudah didengar oleh Reya masih bersikap tenang seolah tidak ada apa - apa. Raka pun pergi meninggalkan tempat itu, dan esok pagi baru ia akan kembali lagi.
Tak sengaja Reya mendengar Raka menyebut nama Aleta. Walaupun terdengar samar - samar tapi begitu jelas terdengar di telinga Reya.
" Nyonya Aleta! "Ucap Reya dalam hati.
__ADS_1
" kak Joshua, apa kakak dengar tadi? Raka menyebut nama nyonya Aleta. Sudah jelas sekarang berarti wanita yang sedang di rawat itu adalah kak Aleta! Pantas saja wanita itu mengenakan cincin pernikahan yang sama dengan yang dikenakan kak Aleta. "Ucap Reya dengan yakin.
"Reya pelan kan suaramu! Kita akan tahu nanti ketika kita sudah bisa membawa wanita itu keluar dari kamar itu." Bisik josua.
Joshua melarang Reya untuk bertindak lebih jauh. Joshua ingin memastikan terlebih dulu jika Raka benar - benar sudah menjauh dan tak akan kembali lagi.
Reya yang sudah diperingatkan Joshua hanya mengikuti perintahnya. Reya tidak berani mengambil resiko. Ia takut akan mengacaukan semuanya.
Joshua segera mengikuti Raka dengan jarak yang cukup jauh agar ia tidak sampai ketahuan oleh Raka. Raka merasa ada yang sedang mengikutinya. Ia pun menghentikan langkahnya sejenak dan membalikkan tubuhnya ke belakang. Raka pun mencari tau siapa yang mengikutinya. Namun Raka tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Rupanya Joshua dengan cepat bersembunyi dibalik dinding agar dirinya tidak terlihat oleh Raka. Raka yang merasa itu hanyalah perasaannya saja melanjutkan langkahnya menuju parkiran. Raka memasuki mobilnya dan segera meninggalkan rumah sakit.
Joshua yang merasa situasi sudah aman segera kembali menemui Reya utk melanjutkan rencananya.
" iya kak Joshua, Reya paham. "Jawab Reya.
Reya dengan santai melangkahkan kakinya mendekati bodyguard Raka. Sebelum masuk kedalam kamar dimana Aleta dirawat. Langkah kaki Reya dihentikan oleh salah seorang bodyguard. Dengan tenang reya mengatakan bahwa ia akan memeriksa cairan impusan. ketiga bodyguard itu tidak ada yang menaruh curiga kepada Reya. Reya sangat lihai memainkan perannya. Dengan mudahnya Aleta memasuki kamar itu.
__ADS_1
" Silakan, suster boleh masuk. "Ucap salah seorang bodyguard.
Sebelum masuk kedalam, Reya yang sudah menyamar sebagai suster. Memberikan bodyguard itu tiga kotak makan. Reya mengatakan kalau tadi ada pasien yang berulang tahun membagi - bagikan makanan. Dan masih tersisa tiga lagi. Bodyguard yang saat itu merasa sedang lapar tanpa curiga memakan makanan yang diberikan Reya tanpa menaruh curiga.
Reya pun memasuki kamar rawat Aleta lega.
"Makan saja sampai kalian puas! " Ucap Reya dalam hati dengan senyum puas.
Reya mengamati ketiga bodyguard itu yg sedang lahap memakan makanan yang sudah ia berikan dari balik jendela kaca. Begitu juga dengan Joshua yang sedari tadi mengawasi kerja Reya dengan harap cemas. Joshua sangat takut jika Reya akan ketahuan sedang menyamar. Ia juga sangat takut jika akan ada dokter jaga yang bertugas malam itu datang.
Tak butuh waktu lama untuk obat yang pencahar itu bekerja. Ke dua bodyguard itu sedah merasakan hal aneh di perutnya. Mereka berdua pun berebut ingin kekamar mandi duluan karena merasa sudah tidak tahan. Dan akhirnya kedua bodyguard itu pergi berlari berlari menuju toilet terdekat. Salah seorang bodyguard yang sedang menahan rasa mule di perutnya meminta temannya yang masih sibuk dengan makanannya menjaga kamar nona Aleta.
Tak lama kemudian bodyguard yang sedang makan mulai merasakan efek samping dari obat tidur yang sudah diberikan Reya. Bodyguard itu pun tertidur pulas dengan kotak makanan yang masih di pangkuannya.
Joshua yang memastikan keadaan sudah aman. Segera menyusul Reya.
__ADS_1
Di tempat lain Reynand yang sudah menghubungi Samuel sebelumnya untuk meminta bantuan tentang rencananya. Sudah menunggu di sebuah kamar inap VIP yang sudah dipersiapkan oleh Reynand lengkap dengan peralatan medis.
Bersambung......