
Kedatangan Mertua
Di perjalanan, Aleta hanya terdiam saja, ia tak berkata apa apa. Aleta merasa sangat sedih, bibi yang melihat nya juga ikut bersedih. Aleta merasa bahwa kehadirannya tidak pernah diinginkan oleh semua orang.
Ia menatap diri nya di kaca mobil sambil berbicara di dalam hati.
" Kenapa aku terlahir seperti ini, apakah aku tak pantas untuk mendapat kebahagiaan. Setiap hari aku selalu berpura pura senyum dan ceria didepan orang lain. Aku benar benar lelah." Ucap Aleta didalam hati yang perlahan lahan menjatuh kan air mata nya.
Reynand ingin menenangkan hati Aleta, namun ia tak tahu harus berbuat apa, supaya Aleta tak merasa sedih. Reynand pun berfikir terus menerus hingga mereka sampai di rumah Reynand.
Ada dua mobil yang telah parkir di depan halaman rumah nya. Ketika Reynand masuk ke dalam rumahnya, Reynand pun terkejut, ternyata orang tua nya datang tanpa memberitahu Reynand sama sekali.
Aleta yang berjalan di belakang Reynand ikut terkejut. Aleta tak tahu, siapa tiga orang itu yang sedang duduk di sofa. Disitu juga ada anak perempuan yang imut, manis, serta lucu dalam berpakaiannya.
" Bu- bunda !?." Reynand terkejut.
" Apa, bunda. Apakah mereka itu keluarga nya Reynand !." Ucap Aleta dalam hati.
" Sayang..... bunda kangen banget sama kamu." Ucap wanita itu memeluk Reynand.
__ADS_1
" Wah, anak kebanggaan ayah sudah pulang." Ucap Ayah tiri nya Reynand.
" Ayah sama bunda kenapa gak bilang bilang kalau mau datang kemari." Ucap Reynand.
" Gak papa donk, kita kan mau kasih kamu kejutan iya gak, yah." Ucap ibu kandungnya Reynand.
" Ta- tapi kan bun -." Reynand terhenti seketika.
" Loh. Perempuan ini siapa sayang ?." Tanya ibu nya Reynand.
" Iya, tumben kamu ajak perempuan datang kerumah kamu." Ucap Ayah Reynand.
" Apaan sih kamu nyeletuk aja." Ucap Reynand.
" Ih, judes amat." Ucap Reya.
" Maaf nyonya, memangnya nyonya tidak diberitahu oleh tuan Reynand, kalau tuan sudah menikah." Ucap bibi ( pembantu di rumah orang tua tiri Aleta, yang sekarang sudah pindah bekerja dirumah Reynand ).
" Apa ! menikah !?." ibu dan ayah Reynand terkejut.
__ADS_1
" Iya nyonya, jadi nona Aleta ini istrinya tuan Reynand." Ucap bibi.
" Aduh, bibi kenapa ngomong nya asal jiplak aja sih." Bisik Aleta.
" Yaampun ayah, kita udah punya menantu." Ucap ibu nya Reynand dengan sangat gembira.
" Iya yah, akhir nya Reynand mau menikah juga. Ayah jadi udah gak sabar deh punya cucu dari kalian berdua." Ucap Ayah tiri Reynand.
" Apa !!!!. Cucu, dari kami berdua. Ma- maksud nya." Reynand terkejut.
" Iya, bunda sama ayah udah gak sabar punya cucu dari kalian, kalian mengerti kan apa maksud kami." Ucap ibu Reynand.
Reynand pu melihat ke arah Aleta, tapi Aleta menghindari tatapan Reynand tersebut.
" A- aku gak mau bunda." Ucap Reynand.
" Kenapa gak mau, pokok nya bunda sama ayah akan tunggu kamu punya keturunan, ini juga hukuman buat kamu. Kenapa kamu gak kasih tahu kami kalau kamu itu sudah menikah. Kamu mau nikah diem diem yah." Ucap ibu nya Reynand.
" Bu- bukan begitu bunda." Reynand tak bisa berkata apa apa lagi.
__ADS_1
Lalu ibu Reynand pun menarik tangan Aleta dengan lembut dan mengajak nya duduk di sofa. Mereka pun mengobrol dengan sangat akrab. Aleta bisa merasakan bahwa orang tua Reynand sangat menyayanginya.