
Di malam hari
Reynand dan istrinya sedang makan malam bersama keluarga. Terlihat Reynand, terburu- buru ketika makan. Hingga membuat Aleta tercengang. Karena baru kali ini Reynand seperti itu.
" Wah, sepertinya nafsu makan Reynand sedang bagus ya, kamu mau nambah lagi gak Rey ? " tanya bunda.
" Enggak bun, Aleta, ayo kita ke kamar ! " ajak Reynand.
" T- tapi kan Reynand, aku belum selesai makan, " ucap Aleta.
" Lanjut nanti saja ! " suruh Reynand.
Reynand menggenggam tangan Aleta, ia memaksa istrinya untuk ikut dengannya ke kamar. Bunda yang melihat Reynand memaksa istrinya seperti itu, langsung memarahi Reynand.
" Reynand, istri kamu lagi makan, kenapa kamu malah paksa istri kamu buat pergi ke kamar sih !? " ucap bunda.
" Bunda, bukannya bunda mau cucu dari aku sama Aleta bukan ? " tanya Reynand.
" Iya, memangnya kenapa ? " tanya bunda balik.
" Kalau begitu, izinkan Aleta untuk ikut sama aku ke kamar ya bun, " ucap Reynand tanpa memikirkan perkataannya.
Seketika Aleta, Reya, Joshua, dan ayah terkejut mendengar perkataan Reynand. Bunda yang mendengarnya hanya tersenyum melihat anak dan menantunya itu.
" Yaudah sayang, bunda izinin kok, " ucap bunda dengan senyumannya yang manis.
" T- tapi bunda, Aleta kan-"
Reynand langsung menarik tangan Aleta dan berjalan menuju kamarnya. Perasaan Aleta benar- benar tak enak, dia tak tahu, apa yang akan dilakukan oleh suaminya ini.
" Yaampun, ayah, ternyata anak kita sudah besar ya, " ucap bunda.
" Bukannya Reynand memang sudah besar ya bun ? " tanya ayah.
" Badannya doank ayah yang besar, tapi otaknya masih kayak anak kecil, " jawab bunda.
Sesampainya Di Kamar
Reynand langsung mengajak Aleta masuk, lalu mengunci pintunya. Aleta terkejut, jantungnya berdetak kencang serta teringat dingin mulai keluar dari tubuh Aleta.
Reynand memegang tangan Aleta lalu menciumnya dengan lembut. Aleta hanya terdiam melihat kelakuan suaminya ini.
" Aleta, ini adalah hadiah yang aka-"
" Re- Reynand, t- tunggu dulu ya, a- aku mau mandi dulu, soalnya aku kan belum mandi hehe, " ucap Aleta dengan gugup.
" Kamu belum mandi ? " tanya Reynand.
" I- iya, kalau begitu aku mandi dulu ya, " ucap Aleta dan langsung berlari ke kamar mandi.
" Sayang ! kok kamu malah pergi sih ! " ucap Reynand.
Aleta langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Jantungnya masih berdetak kencang, tangannya juga bergemetar serta wajah yang terlihat pucat.
" Haduh, bagaimana ini, " ucap batin Aleta.
" Sayang ! " panggil Reynand seraya mengetuk- ngetuk pintu kamar mandinya.
__ADS_1
" Aku mandi dulu, sebentar doank kok ! " ucap Aleta.
" Yasudah, jangan lama- lama ! " ucap Reynand.
Reynand menunggu istrinya yang sedang mandi sambil duduk di kasurnya. Sudah setengah jam telah berlalu, Aleta masih saja belum keluar dari kamar mandi. Reynand sudah bosan menunggu Aleta.
" Aleta, kamu udah selesai belum sih mandinya, kenapa lama banget ! " ucal Reynand dengan nada yang emosi.
Setelah mendengar perkataan Reynand, Aleta langsung keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
" Loh, Aleta, kamu keramas ? " tanya Reynand.
" Iya, oh ya, Rey, aku mau menyisir rambut ku dulu ya, " ucap Aleta.
" I- iya, " ucap Reynand.
Aleta selalu menunduk, bahkan ketika berbicara dengan Reynand saja, ia tak menatap wajah Reynand sama sekali. Aleta keluar dengan rambut yang berantakan, membuat Reynand merasa heran.
" Kenapa Aleta begitu ya, apa ada yang salah ? " pikir Reynand.
Aleta berjalan menuju meja rias, ia menyisir rambutnya sambil melihat dirinya di kaca meja rias. Tiba- tiba Aleta menyuruh Reynand untuk mematikan lampu di kamarnya. Reynand pun langsung mematikan lampu kamar.
Aleta masih saja menyisir rambutnya. Perasaan Reynand mulai tidak enak, dengan kelakuan istrinya itu. Ia pun menghampiri Aleta dengan perlahan- lahan.
" Sayang, kamu k- kenapa ? " tanya Reynand, dengan tangan yang sedikit bergemetar.
Aleta tak menjawab pertanyaan Reynand, ia hanya menggelengkan kepalanya. Bukannya menyisir rambut ke belakang, Aleta malah menyisir rambutnya ke depan, hingga menutupi wajahnya.
Tubuh Reynand sudah mulai bergemetar, ketika melihat istrinya yang bertingkah laku aneh.
Bukannya menjawab, Aleta malah tertawa. Reynand yang mendengarnya langsung terkejut seketika. Sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya itu.
" Sayang kamu kenapa !? " tanya Reynand lagi.
" Hi... hi... hi... " tawa Aleta.
" A- Aleta, jangan- jangan kamu kesurupan ! " ucap Reynand.
Reynand melangkahkan kakinya ke belakang secara perlahan- lahan. Rasa takut Reynand semakin menjadi, mendengar suara tawa istrinya yang sangat menyeramkan.
Suasana yang sunyi dan gelap membuat Reynand tambah takut. Tiba- tiba Aleta memegang tangan Reynand dengan erat, sambil berkata, " Reynand, kenapa kamu menjauh dari ku ? " tanya Aleta dengan nada yang sangat menakutkan.
" Ahhhh ! " teriak Reynand.
Reynand berteriak, hingga membuat Aleta sangat terkejut. seketika Reynand tak sadarkan diri. Betapa seramnya Aleta. Wajah yang ditutupi rambut yang panjang, dan suaranya yang begitu menyeramkan, bagaikan kuntilanak.
" R- Reynand, Reynand ! " panggil Aleta seraya membangunkan suaminya.
Reynand tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Aleta yang melihatnya langsung membawanya ke kasur, tubuh Reynand sangat berat. Setelah beberapa menit, akhirnya dengan susah payah, dia dapat membaringkan suaminya di kasur.
" Ma- maaf ya Rey, soalnya aku udah takut- takutin kamu, maaf banget ! soalnya aku masih belum siap, "ucap Aleta dan pergi meninggalkan Reynand sendirian di kamar.
Aleta pergi keluar rumah untuk menghirup udara segar.
" Fiuhhh, akhirnya aku bisa selamat, haduh, maaf ya Reynand, " ucap Aleta seraya berjalan ke arah depan rumah.
Keesokan Harinya
__ADS_1
Reynand terbangun, ia merasa sedikit pusing. Reynand melihat ke arah kanan kasurnya. Terlihat ada Aleta yang sedang menatap wajah Reynand dari dekat, sampai membuat Reynand terkejut setengah mati.
" Ahhh ! A- Aleta ! " ucap Reynand dengan terkejut dan langsung menjauh dari istrinya.
" Ke- kenapa Rey ? " tanya Aleta.
" Ka- kamu, aduh, kepalaku pusing sekali, " ucap Reynand sambil memegangi kepalanya.
" Reynand, aku minta maaf, " ucap Aleta sambil menggenggam tangan Reynand.
" Minta maaf untuk apa ? oh ya, kamu gak kenapa- napa kan Aleta ? bukannya kemarin kamu kesurupan, terus siapa yan-"
" Aku minta maaf, soalnya kemarin udah nakut- nakutin kamu ! " potong Aleta.
" A- apa !? " Reynand terkejut.
Wajah Aleta terlihat ketakutan, ketika melihat ekspresi wajah suaminya pada saat ia mengetahui, bahwa kejadian semalam itu dia hanyalah berpura- pura.
" Kenapa kamu ngelakuin itu sih, bikin aku syok tahu gak !" ucap Reynand.
Aleta menundukkan kepalanya sambil mengucapkan kata maaf kepada Reynand, dengan nada yang penuh penyesalan.
" Huffttt, Aleta aku benar- benar pusing dengan kelakuanmu itu, untung saja aku tak punya penyakit jantung, coba kalau punya, pasti aku udah masuk rumah sakit, " ucap Reynand.
" Ah, Reynand jangan bicara begitu donk ! " ucap Aleta.
Reynand pun menyuruh Aleta untuk berjanji agar tidak melakukan hal itu lagi kepada dirinya.
Aleta mengangguk pelan, melihat istrinya yang berekspresi sedih seperti itu, Reynand langsung mengusap kepala Aleta dengan lembut sambil tersenyum.
Tok, tok, tok
Kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Reynand. Reynand langsung beranjak dari kasurnya dan membuka pintu kamar. Ada seorang pelayan di depan kamarnya. Lalu ia memberitahu Reynand, bahwa dia dan istrinya sudah ditunggu untuk sarapan di meja makan oleh bunda dan ayah mereka.
Di Meja Makan
Baru saja Aleta dan Reynand duduk di kursi meja makan. Mereka berdua sudah di sambut dengan banyak pertanyaan oleh bunda.
" Reynand, Aleta, bagaimana ? " tanya bunda.
" Bagaimana apanya bun ? " tanya Reynand yang sedang makan nasi goreng.
" Haduh, jangan pura- pura gak tau deh, yang semalem itu loh, " ucap bunda.
Deg, deg...
" Uhukk, uhukk ! " seketika Reynand terbatuk.
Aleta yang melihat suaminya terbatuk langsung memberikannya segelas air minum.
" Haduh, bunda segala nanya soal itu lagi, " ucap batin Aleta.
" Loh kok kamu batuk sih ? " tanya bunda.
" I- itu... " Reynand tak bisa berkata- kata.
Bersambung......
__ADS_1