Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kata- Kata Yang Menyakitkan


__ADS_3

Tak selang waktu lama, Joshua datang ke taman. Reynand yang melihat kedatangan Joshua langsung menghampirinya. Ia menyuruh Joshua untuk menemani Reya, supaya tidak mengganggunya berduaan dengan Aleta.


" Joshua ! cepet kamu ajak Reya, kemana kek, biar gak ganggu aku sama Aleta ! " suruh Reynand.


" Oke Rey, " ucap Jushua dan langsung pergi.


Joshua menghampiri Reya, dan mengajaknya untuk pergi berdua bersamanya. Tadinya Reya tak mau, jalan-jalan bersama Joshua, tapi Joshua memaksa Reya.


" Ih kak Joshua ! aku maunya sama kak Aleta ! " ucap Reya.


" Ish, nanti aku beliin ice cream yang banyak deh ! " ucap Joshua.


Setelah dibujuk oleh Joshua, akhirnya Reya mau pergi bersamanya. Sehabis Reya dan Joshua pergi, Reynand menghampiri istrinya. Lalu, ia memberikan setangkai bunga mawar ke istrinya. Aleta yang melihat keromantisan suaminya, sangat terkejut.


Ia tak menyangka, bahwa suaminya bisa mempunyai kelakuan seperti ini, karena dulu, Aleta mengira, bahwa Reynand adalah pria yang dingin dan kejam.


" R- Rey, ini buat aku bunganya ? " tanya Aleta.


" Iya, ini buat kamu sayang, " sahut Reynand sambil tersenyum.


" Hemp, bener nih ? " tanya Aleta.


" Beneran sayang, kamu gak mau ? " tanya Reynand.


" Yaudah deh, aku mau, abisnya kamu maksa sih, " ucap Aleta sambil tersenyum malu.


" Loh, perasaan aku gak maksa, " ucap batin Reynand.


Aleta mencium bunga mawar merah itu. Harum, dan cantik. Mawar itu seperti mawar yang ada dirumah Reynand, wanginya sangat harum, dan indah.


" Rey, bunganya cantik banget si," ucap Aleta.


" Iya donk, kayak orang yang ada disamping aku, kecantikannya tak tertandingi, " ucap Reynand.


" Dih, gombal terus sih kamu ! oh... sekarang udah mulai bucin ya ! " ledek Aleta.


" Emangnya gak boleh, kalau aku bucin sama istri aku sendiri ? " tanya Reynand.


" Boleh- boleh aja sih, " ucap Aleta.


Reynand mengajak Aleta untuk duduk di kursi taman. Mereka berdua - berduaan sambil melihat bintang- bintang di langit. Aleta bersandar di pundak suaminya, sedangkan Reynand merangkul pundak Aleta, sembari mengusap lembut kepalanya. Betapa senangnya mereka saat ini.

__ADS_1


Tak lama kemudian datanglah Reya yang menghancurkan keromantisan Aleta dan Reynand. Reya merasa kesal dengan Joshua, karena Joshua sudah menganggunya.


" Kak Reynand !! " teriak Reya.


" Yaampun.... kenapa sih Reya malah dateng kesini ! " ucap batin Reynand.


Mendengar omelan adiknya, Reynand hanya pasrah. Akhirnya Reynand bertanya kepada adiknya, sebenarnya apa yang telah terjadi, sampai Reya marah dengan Joshua.


" Kenapa Reya ? dateng- dateng udah emosi aja ? " tanya Reynand.


" Itu tuh kak, kak Joshua nyebelin ! masa ice cream aku diabisin ! " ucap Reya dengan emosi.


" Huftt, Joshua ! emangnya kamu apain Reya sih ! sampai Reya emosi begini ? " tanya Reynand kepada Joshua.


" Aku gak abisin ice creamnya Reya, Reynand, dianya aja yang ngambek terus ! " ucap Joshua.


" Ih apasih kak Joshua ! jangan bohong ! tadi itukan, kak Joshua minta ice cream aku, nah aku bolehin tuh ! pas kak Joshua makan, eh, ice cream aku langsung abis ! " ucap Reya.


" Haduh... Joshua, ngapain sih ! kamu minta ice cream punya Reya ? kamukan bisa langsung beli ! kayak orang susah aja, segala minta- minta ! " ucap Reynand.


" Iya Rey, maaf, " ucap Joshua.


" Hemp ! sudahlah ! " ucap Reynand.


" Kamu juga Reya, ngapain sih, segala ngambek terus, kamu itu udah gede, masa masih cengeng aja ! " ucap Reynand.


" Ish, kok kak Reynand malah marahin aku sih ! tau ah, aku kesel sama kak Reynand, kakak jahat ! " ucap Reya dengan emosi dan langsung pergi begitu saja.


" Reya ! kamu mau kemana !? " tanya Reynand sambil mengejar adiknya yang pergi berlari.


Aleta dan Joshua pun ikut pergi menghampiri Reynand dan adiknya. Reya masuk ke dalam mobil Joshua. Ia meminta Joshua untuk mengantarkannya pulang ke rumah.


" Reya, kamu jangan ngambek begitu donk, " ucap Reynand.


" Kak Joshua ! cepet masuk ke mobil ! aku mau pulang sekarang ! " ucap Reya.


" I- iya Reya, " ucap Joshua, dan menyetir mobilnya menuju rumah Reynand.


Reynand dan Aleta pun juga ikut pulang. Mereka berdua tak tahu, apa yang akan terjadi, ketika mereka berdua pulang ke rumah. Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Aleta dan Reynand sampai dirumah. Baru saja mereka berdua masuk ke dalam rumah, tiba-tiba ada bunda yang sedang duduk di sofa, dengan wajah yang serius.


" Rey, abis kamu apain adik kamu itu ? kok dia pulang- pulang mukanya cemberut gitu ? " tanya bunda.

__ADS_1


" Tanya aja, sama Joshua bun, Reynand males bicara soal itu, Lagian, Reya terlalu cengeng, ice creamnya abis aja, segala ngambek ! " ucap Reynand.


" Tapikan, kamu gak perlu omelin Reya, sayang, " ucap bunda dengan lembut.


" Aku gak omelin Reya bun, Reya nya aja yang lebay ! " ucap Reynand.


Aleta hanya bisa terdiam, ia tak tahu harus menjawab apa. Tak selang waktu lama, ayah datang ke ruang tamu. Ia pun bertanya pada bunda.


" Bun, ada apa ini ? kayaknya lagi ada masalah ya ? " tanya ayah Reynand.


" Enggak kok yah, cuma masalah kecil doank," ucap bunda.


" Ayah ! " panggil Reya, yang tiba- tiba muncul, dan langsung memeluk ayahnya.


" Ya, kenapa Reya ? " tanya ayah dengan lembut.


" Kak Reynand habis marahin aku ayah ! " ucap Reya dengan emosi.


" Reya, kamu ngomong apaan sih ! kakak gak marahin kamu ya ! kamunya aja yang lebay ! " ucap Reynand.


" Enak aja aku lebay ! kakaknya aja yang gak sayang sama aku ! " bentak Reya.


" Gak sayang dari mana sih ! kamu kali yang gak sayang sama kakak ! kamu aja gak pernah ngerti perasaan kakak ! lagian, kakak selalu jagain kamu kok " bentak Reynand balik.


" Kakak yang gak pernah ngertiin perasaan aku ! waktu itu aja, kak Aleta sempat di culik gara- gara kecerobohan kakak ! apalagi aku, yang cuma seorang adik, pasti kakak gak bakalan peduli, kalau aku ini diculik ! jadi suami itu seharusnya bisa melindungi istrinyalah ! " ucap Reya.


Reynand yang mendengar perkataan adiknya seketika terkejut. Dia langsung terdiam, dan tak bicara apapun lagi, begitu pula dengan Joshua dan Aleta. Kini, Reynand sadar bahwa yang dibicarakan oleh Reya, benar. Dia masih belum pantas disebut seorang suami, karena tidak dapat menajaga istrinya dengan baik.


" Reya, kamu gak boleh bicara begitu ! gak baik, Reynand itukan kakak kamu ! " ucap bunda.


" Biarin aja ! Lagian kak Reynand itu gak pantes dibilang sebagai suami tau ! " ucap Reya, dan langsung pergi ke kamarnya.


" Reya ! Reya ! " panggil bunda.


Setelah mendengar perkataan Reya, Reynand tak bisa berbuat apa- apa. Karena ia berpikir, bahwa yang dikatakan oleh adiknya itu benar.


" Reya benar, aku memang gak pantas disebut sebagai seorang suami, " ucap batin Reynand.


" Rey, jangan pikirin ucapan Reya ya, dia cuma kesel aja, makanya ngomongnya kayak begitu, Haduh, anak itu, kalau lagi kesel, bicaranya suka kelewatan, " ucap bunda.


" I- iya bun, Reynand gak marah kok, " ucap Reynand sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2