Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Dasar Gak Peka !


__ADS_3

Dasar Gak Peka !


" Sa- sana menjauh !!!." Ucap Reynand, mendorong Aleta dengan kencang.


BUAK !!!


" A - aduh... sakit." Ucap Aleta.


" Ma- makanya jangan dekat dekat !." Ucap Reynand.


Beberapa jam telah berlalu, Aleta pulang bersama Reynand dan Reya. Sedangkan Muel, dibawa pulang oleh Samuel.


* Di Rumah.... *


" Aduh... aduh sakit.... ." Ucap Aleta.


" Sakit kan, makanya jangan ngelawan atasan mu ini !." Ucap Reynand.


" Awas saja, aku pasti akan mengadu pada bunda !." Ucap Aleta.


" Oh... kamu mengancam ku !." Ucap Reynand.


" Iya !." Jawab Aleta.


" Yaudah sana, ngadu saja sama bunda. Lagi pula bunda lagi pergi sama ayah ke luar negri !." Ucap Reynand sambil tersenyum licik.


" Bohong !!!." Ucap Aleta, pergi menuju kamar ibu mertuanya.


Aleta berlari di tangga, ia terburu buru ke kamar ibu mertuanya untuk memastikan apakah ibu dan ayah mertuanya pergi.


Sudah beberapa menit ia mencari di dalam kamar mertuanya, lalu ia juga sudah mengelilingi rumah Reynand. Namun tetap saja Aleta tak menemukan dimana ibu dan ayah mertuanya.


" Tuan !!!." Teriak Aleta.


" Apa sih !." Ucap Reynand.


" Masa bunda sama ayah pergi ke luar negeri gak bilang bilang sama aku sih !." Ucap Aleta.


" Mana ku tahu." Sahut Reynand.


" Kak Reynand !!!." Teriak Reya.


" Apa sih, kenapa semua perempuan di sini berteriak, bisa gak sih lembut dikit !!!." Teriak Reynand.


" Hahahaha.... sory... ." Ucap Reya sambil tertawa.


" Kenapa ?." Tanya Reynand kepada Reya.


" Aku mau nanya. Emangnya benar ya kak, kalau bunda itu pergi ke luar negeri ?." Tanya Reya.


" Ya ."


" Kok gitu, kenapa mereka gak kasih tau aku !?." Ujar Reya.


" Hufttt, sekarang ini kan ulang tahun pernikahan bunda, ya... mungkin mereka mau bersenang senang lagi kayak dulu, terus kalau mereka bilang sama kamu, pasti kamu mau ikut. Dan akhirnya kamu gangguin bunda sama ayah yang lagi berduaan." Ucap Reynand.

__ADS_1


" Ih... masa sih, mereka kan udah tua, masa masih romantis romantisan ajah sih!." Ucap Reya.


" Gak tau ih ! nanya mulu sih. Udah lah sana pergi kakak mau berduaan sama Aleta !." Ucap Reynand.


" Be- berduaan !?." Aleta terkejut.


" Ayo cepetan, kita pergi ke kamar !." Ajak Reynand.


Reynand menarik tangan Aleta, dan mengajaknya pergi ke kamar nya. Sedangkan Reya ditinggal sendirian.


" Terus, aku sama siapa !." Ucap Reya.


" Gak tau !." Sahut Reynand.


" Ih... sebel deh... gini nih kalo jadi jomblo, gak ada yang nemenin." Ucap Reya.


" Makanya cari pasangan sana. Dasar jomlo ngenes !." Ucap Reynand sambil tertawa.


" Ihhh... dasar nyebelin !!." Teriak Reya.


Reynand pun lari dan menarik tangan Aleta.


* Di Kamar.... *


Terlihat Aleta sedang melihat awan dari jendela sambil bersandar. Burung burung beterbangan bersama kawanannya di siang hari. Angin serasa bersiul siul di telinga Aleta, suasana di siang hari yang tadinya panas berubah menjadi lega. Angin yang damai membuat matanya tertutup perlahan lahan.


Suasana damai, tentram, itulah hal yang di inginkan oleh Aleta. Baru merasakan itu semua, tiba tiba Reynand memanggil.


" Aleta !." Panggil Reynand.


" Aleta, kamu denger gak sih... cepet kemari !." Suruh Reynand.


" Iya tuan." Ucap Aleta dengan wajah yang lesu.


Aleta menghampiri Reynand yang sedang duduk di kasur. Lalu Reynand memberikan uang kepada Aleta dengan jumlah yang lumayan banyak.


" Ini apa tuan ?." Tanya Aleta.


" Ini gaji pertama kamu." Jawab Reynand.


" Beneran, tapi kok banyak banget. Uangnya sampai setebal ini ?." Tanya Aleta lagi.


" Iya, oh... atau mau ditambah lagi uang nya." Ujar Reynand.


" Gak perlu, hehehe... ini sih banyak banget, oh iya... ngomong ngomong... ini uangnya da berapa ?." Tanya Aleta.


" 50 jt." Jawab Reynand.


Aleta terkejut seketika, wajahnya melongo. Ia terkaget kaget, dengan jumlah uang yang ia terima.


" Tu- tuan, kok banyak banget !!." Ucap Aleta.


" Banyak !?." Kata Reynand.


Aleta mengangguk.

__ADS_1


" Memangnya menurut mu aku akan memberikan mu uang berapa ? sampai kamu kaget begitu ?." Tanya Reynand.


" Eum... 3 jt doank." Jawab Aleta.


" Dasar idiot !." Ucap Reynand.


" Ish, nyebelin. Oh ya tuan, bukannya hari gajian ku 1 minggu lagi, tapi kok tuan malah memberi gaji ku sekarang ?." Tanya Aleta.


" Eum... mungkin karena suasana hati ku sedang baik. Entak kenapa menurut ku hari ini adalah hari yang paling bahagia." Jawab Reynand.


" Bahagia !?."


" Ya, bisa tebak gak, bahagia karena apa ?." Tanya Reynand.


" Eum... pasti karena gak ada bunda." Jawab Aleta.


" Maksudnya ?." Tanya Reynand.


" Eum... kalau ada bunda tuan kan di marahin terus sama bunda, kalau gak ada bunda tuan pasti gak akan dimarahin lagi. Betul kan.... ." Ucap Aleta, tersenyum dengan wajah polos nya.


" Bukan itu bodoh !." Ucap Reynand.


" Terus apa donk." Ucap Aleta.


" Eum... mungkin aku gembira karena kejadian tadi." Ucap Reynand dengan wajah yang malu malu.


" Kejadian apa ?." Tanya Aleta.


" Kejadian yang dintaman itu... masa kamu gak ingat !." Ucao Reynand.


" Enggak, kurasa ditaman tidak terjadi apa apa !." Ucap Aleta.


" Kamu lupa, tadi di taman kita habis ngapain aja !." Ucap Reynand, mengerut kan dahi nya.


" Oh... yang ..... aku obatin luka tuan." Ucap Aleta.


" Iya." Ucap Reynand.


" Lalu... kenapa dengan kejadian itu ?." Tanya Aleta.


Reynand menggaruk garuk kepalanya akibat terlalu kesal dengan Aleta.


" Sudah lah, tidak jadi. Lupakan saja apa yang tadi ku katakan." Ucap Reynand.


" Oh... oke tuan." Ucap Aleta dengan senyuman.


" Ish...Dasar gak peka !." Ucap Reynand, dan langsung pergi.


Reynand pergi dari kamar nya meninggalkan Aleta.


" Memangnya aku salah apa sih, kok tuan jadi marah begitu pada ku." Aleta bertanya tanya pada dirinya sendiri.


* Di Luar.... *


" Dasar perempuan nyebelin !." Ucap Reynand di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2