Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Ketahuan Reya


__ADS_3

Reya keluar dari kamar dimana tempat bundanya di rawat. Reya berjalan menuju kantin rumah sakit. Ia memesan secangkir kopi mocacino dan sedikit cemilan sebagai untuk teman minum kopi. Tak lama pelayan datang menghampirinya dengan membawa minuman dan makanan yg telah ia pesan.


"Silakan nona dinikmati makanan dan minumannya." Ucap pelayan dengan sopan.


"Makasih ya mba!" Jawab Reya dengan ramah.


Reya pun menikmati kopi mocacino yang ia pesan, sembari tangannya meraih saku bajunya untuk mengambil handphone miliknya. Reya mencoba menghubungi Joshua. Reya masih penasaran dengan sikap ayahnya saat dirinya menanyakan tentang keberadaan Joshua. Terlihat sekali bahwa wajah ayah sangat panik.


"Halo, Kak Joshua lagi dimana?" Tanya Reya.


"Kenapa ? baru ditinggal sebentar udah kangen?" Tanya Joshua balik.


"Apaan sih kak Joshua. Cepet kesini ya, temenin Reya minum kopi. Kak Joshua masih di rumah sakit kan? Tanya Reya kembali.


" Iya, sebentar aku akan kesana." Jawab Joshua.


Reya merasa heran dengan obrolannya di telephone barusan dengan Joshua.


"Bukan kah ayah tadi bilang kalau kak Joshua, sudah pulang kerumah. Kalau memang ia seharusnya kak Joshua sudah ada di rumah saat ini. Tapi kenapa kak Joshua bilang masih di rumah sakit?" pikir Reya yang masih penasaran.


Reya pun semakin yakin dengan firasatnya, bahwa ada yang sedang di tutupi ayah dari dirinya maupun bunda.


Joshua pun menutup sambungan telephonenya dengan Reya. Sebelum pergi Joshua memastikan keadaan Reynand baik - baik saja. Ia berharap sakit kepala Reynand sudah tidak kambuh lagi. Ia ingin pamitan dengan Reynand, tapi tak tega membangunkan Reynand tidur. Terlihat Reynand sangat pulas tidurnya. Mungkin karena efek dari obat yang Reynand minum yang menyebabkan ia mengantuk.


"Aku gak tega bangunin Reynand tidur, tapi gak tega juga tinggalin dia sendirian. Bagaimana saat aku tidak ada, sakit kepala Reynand kambuh. Lebih baik aku telephone balik Reya." Ucap Joshua dalam hati.


Belum sempat Joshua menghubungi Reya, ternyata Reya sudah terlebih dahulu menelphonenya. Joshua langsung mengangkat telephonenya.


"Kak, ko lama banget sih ini kopinya sudah mau dingin!" Ucap Reya.

__ADS_1


"Reya kamu abisin aja kopinya ya, aku tak bisa meninggalkan kakakmu sendirian disini. " Ucap Joshua kepada Reya.


Rupanya Joshua sudah keceplosan, ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan yang lain agar Reya tidak curiga.


"Aduh, kenapa aku bisa keceplosan? Gawat kalau sampai Reya bisa tau, om pasti marah besar." Ucap Joshua dalam hati. Sambil menepuk lembut bibirnya, karena kesal sudah keceplosan kepada Reya.


Reya yang sudah terlanjur mendengarnya. Semakin dibuat penasaran. Reya pun memaksa Joshua untuk mengatakan ysng sebenarnya. Mengatakan apa yang sudah dia dan ayahnya tutupi darinya dan juga bundanya. Reya terus saja mendesak Joshua agar berkata jujur. Joshua yang sudah kehabisan akal untuk mencari alasan akhirnya Joshua menyerah dan hanya pasrah menceritakan semuanya kepada Reya. Reya bukanlah orang yang mudah menyerah jika ia menginginkan sesuatu. Sebelum ia mendapatkannya pasti terus saja dipintanya.


Reya sangat terkejut mendengar perkataan Joshua, ia meminta Joshua memberitahunya dimana kakaknya dirawat. Joshua pun mengatakan kakaknya saat ini sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan bundanya.


"Kamu kesini saja diruang VIP kamar nomor 05."Ucap Joshua.


Belum selesesai Joshua mengatakan sesuatu kepada Reya, Reya langsung menutup teleponnya.


" Dasar bocil kebiasaan!" Ucap Joshua dengan kesal.


Reynand terbangun dari tidurnya yang pulas akibat suara Joshua yang begitu berisik.


" Pake nanya lagi, suara kamu tuh berisik. " Jawab Reynand dengan kesal.


Joshua yang mendengarnya dengan spontan meminta maaf sambil memijat - mijat kaki Reynand, dan berharap Reynand berhenti memarahinya.


"Terima telphone dari siapa sih?" Tanya Reynand.


"Nanti kamu juga tahu!" Ucap Joshua dengan senyuman.


Reynand yang mendengar perkataan Joshua sontak saja membuatnya menjadi kesal. Dengan sengaja Reynand menendang pelan Joshua yang sedang memijat kakinya.


Joshua yang mendapat perlakuan agak sedikit kasar oleh Reynand. ia pun menyeletuk menyindir Reynand.

__ADS_1


" Memangnya masih punya tenanga untuk berkelahi denganku? Masih sakit ajah masih bisa galak!" Ledek Joshua.


Reynand hanya bisa tertawa mendengar perkataan Joshua. Mereka berdua pun tertawa kecil. Tak lama kemudian datanglah Reya. Saat Reya membuka pintu kamar, dilihatnya kakanya sedang berbaring lemas dengan selang cairan impusan yang menempel ditangannya. Reya langsung memeluk erat kakanya, lalu menangis begitu saja.


"Hey, apa yang kamu lakukan? kakak belum mati tidak usah ditangisi seperti itu!" Ucap Reynand sambil meledek adiknya.


" Kakak, kenapa bicara seperti itu?" ucap Reya dengan nada manja kepada kakanya.


Joshua yang melihat kehangatan hubungan kakak beradik itu tersenyum dibuatnya. Ia pun ikut menggoda Reya.


"Aku juga ingin di peluk!" Ucap Joshua meledek Reya sambil memeluk belakang pundak Reya.


Reynand yang merasa tidak nyaman karena dipeluk oleh dua orang secara bersamaan, langsung meronta meminta dilepaskan.


"Aduh kalian ini, pelukan kalian bisa membuatku tambah sakit tau!" Ucap Reynand.


"Tau nih kak Joshua, ngapain sih ikut - ikutan meluk." Ucap Reya yang memarahi Joshua.


"Maaf, maaf. Aku kan cuma iri aja. he he!" Jawab Joshua sambil tertawa.


Mereka bertiga pun melanjutkan obrolannya, Reya tak lupa menanyakan kenapa kak Reynand bisa sampai kecelakaan. Rsynandpun menceritakan asal mula sampai ia bisa kecelakaan. Mendengar ucapan kakaknya, Reya langsung memeluk kakaknya dan meminta maaf berulang kali. Reya sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi kepada kakanya. Seandainya Reya menuruti pesan ayahnya untuk tidak menceritakan keadaan bunda kepada kakanya mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi. Reynand yang mendengar permintaan maaf dari Reya berulang kali. Menyambutnya dengan senyuman manis. Reynand mengusap lembut rambut Reya. Sambil menyakinkan Reya untuk tidak menyalahkan dirinya lagi. Ini semua murni kecelakaan. Reynand juga berpesan kepada Reya untuk tidak menceritakan keadaanya saat ini. Reyapun berjanji kepada kakanya untuk tidak menceritakan apapun kepada bunda.


Dilain tempat, Aleta yang sudah siap dibawa kerumah sakit yang berada dikota. Raka menyutujui saran dokter. Semua ini ia lakukan demi kesembuhan Aleta. Semua sudah dipersiapkan oleh Raka termasuk rumah sakit dimana Aleta akan di rawat. Raka sudah menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan semuanya. Raka ingin ketika Aleta tiba di rumah sakit, Aleta sudah langsung ditangani dan mendapat kamar yang terbaik. Raka tidak ingin dipersulit dengan masalah administrasi. Semua ia serahkan kepada anak buahnya.


Tak lama kemudian Raka, Aleta dan beberapa anak buah Joshua tiba di rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, Aleta segera di bawa ke ruang inap VIP yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh anak buah Raka. Aleta segera ditangani oleh dokter yang saat itu bertugas. Tanpa disadari Raka, ternyata, kamar inap tempat Aleta dirawat bersebelahan dengan Reynand. Raka yang tidak menyadari apa - apa, merasa dirinya sudah aman dan merasa sangat lega karena semua sudah sesuai yang ia rencanakan. Ia pun memberi bonus kepada anak buahnya, yang beranggapan mereka semua sudah bekerja dengan sangat memuaskan.


Tiba - tiba Joshua merasa sangat lapar ia segera pamit keluar kamar Reynand untuk membeli cemilan. Saat berada di kantin rumah sakit Joshua heran kenapa bisa bertemu Raka. Joshua yang tidak sengaja melihat Raka pun, langusng memanggilnya.


"Raka..... !" Teriak Joshua.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2