Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tak Menyangka


__ADS_3

Mendapat pesan dari Reynand, Joshua langsung meminta izin untuk ke toilet. Sebenarnya Joshua tidak ke toilet, namun ia pergi menyusul Reynand ke ruang kerjanya. Melihat Joshua yang pergi terburu- buru membuat Aleta semakin curiga.


Aleta pun membuat alasan kepada mertuanya agar dia bisa pergi dan mengikuti Joshua. Joshua berjalan dengan sangat cepat, membuat Aleta hampir kehilangan jejak. lalu Joshua langsung naik lift.


" Yah... kok Joshua malah naik lift !" ucap Aleta.


Aleta pun menunggu sampai lift itu bisa dinaiki olehnya. Tak selang waktu lama Aleta masuk juga kedalam lift itu. Ia naik ke lantai tiga terlebih dahulu, lalu ke lantai empat, dan seterusnya sampai ke lantai tujuh untuk mencari Joshua. Betapa lelahnya Aleta, mencari Joshua.


Sesampainya di ruangan kerja Reynand Joshua langsung masuk, terlihat ada seorang pelayan yang tengah duduk dikursi sambil disekap dan diikat tangannya. Reynand mengahampiri pelayan tersebut, wajah pelayan yang pucat serta tubuhnya bergemetar layaknya orang ketakutan.


Reynand menatap pelayan itu dengan tatapan yang tajam. Ia langsung membuka solasi berwarna hitam yang tengah menempel di mulutnya. Aura mematikan mulai dirasakan oleh pelayan itu. Tiba- tiba tangan Reynand memegang leher pelayan baru tersebut. Keringat mulai membasahi wajah sang pelayan.


Seketika Reynand langsung mencekik sang pelayan itu, dan bertanya pada pelayan, siapa yang menyuruhnya untuk melakukan semua itu. Namun pelayan itu tak menjawab pertanyaan Reynand. Semakin lama cekikan itu semakin kencang, sampai- sampai pelayan tersebut sesak nafas.


" Cepat katakan, siapa yang menyuruhmu !" bentak Reynand.


" Reynand ! apa yang kamu lakukan, jangan mencekiknya seperti itu, dia bisa mati !" ucap Joshua, menghentikan Reynand yang tengah mencekik sang pelayan.


Tangan Reynand melepaskan leher sang pelayan. Karena pelayan itu masih saja diam, akhirnya Reynand menyuruh para bodyguardnya untuk menyiksa pelayan itu agar ia mau memberitahu siapa yang menyuruhnya. Reynand tidak ingin menyiksa pelayan baru tersebut karena ia tidak ingin mengotori tangannya hanya untuk menyiksa pelayan yang tidak penting baginya.


Lalu salah satu bodyguard Reynand memberikan kursi untuk Reynand duduk, sambil mengintrogasi pelayan itu yang tengah disiksa oleh para bodyguard.


Diluar Ruangan Kerja Reynand.


Aleta baru saja keluat dari lift, ia ingin menyusul suaminya. Tiba- tiba terdengar suara teriakan wanita dari dalam ruang kerja Reynand. Aleta pun menghampiri ruang kerja Reynand, lalu ia langsung membuka pintu ruangan tersebut. Ia langkahkan kakinya, dan masuk kedalam ruang kerja suaminya.


" Sayang !" panggil Aleta sambil tersenyum.


Reynand yang mendengar suara Aleta terkejut begitu pula dengan Joshua, Reynand pun menoleh ke arah Aleta. Seketika langkah Aleta berhenti, melihat ada banyak darah dilantai, terlebih lagi melihat baju suaminya yang penuh dengan darah. Wajah Aleta berubah menjadi ketakutan, ia pun melanglahkan kakinya mundur ke belakang.


" Sa- sayang !" Reynand terkejut.


Banyak darah disekujur tubuh sang pelayan, pelayan itu meminta tolong kepada Aleta untuk menyelamatkan dia supaya tidak disiksa oleh Reynand lagi. Melihat banyak sekali darah yang ada di wajah, tangan, serta baju pelayan itu membuat Aleta lemas, dan akhirnya ia jatuh duduk.

__ADS_1


Reynand yang melihat wajah istrinya yang pucat serta ketakutan langsung menghampiri Aleta. Lalu Reynand memeluk Aleta dengan erat, agar dia tidak melihat pelayan itu lagi. Tapi Aleta malah mendorong Reynand dan menghampiri pelayan itu.


" Sayang ada apa ini ?" tanya Aleta dengan wajah yang serius.


Reynand pun menghampiri istrinya, dan menggenggam tangan istrinya, Aleta menatap Reynand.


" Pelayan ini yang telah menerormu Aleta," ucap Joshua.


Aleta terkejut mendengarnya, pelayan itu langsung meminta maaf kepada Aleta sambil menangis. Melihat pelayan itu membuat Reynand tambah muak, ia langsung menyuruh bodyguardnya untuk memukul pelayan itu lagi.


" Jangan !" ucap Aleta.


" Ke- kenapa sayang ?" tanya Reynand.


Aleta melepas genggaman Reynand.


" Aku mau bertanya kepada pelayan ini," sahut Aleta.


Pelayan itu terus menerus memohon kepada Aleta supaya Aleta memaafkannya. Aleta yang melihatnya merasa tidak tega.


" Hmm, memangnya siapa yang menyuruhmu melakukan ini semua ?" tanya Aleta dengan lembut, sambil membantu pelayan itu untuk berdiri.


Pelayan itu pun menjawab pertanyaan Aleta dengan jujur, ia memberitahu Aleta bahwa ibu dan adiknyalah yang menyuruhnya. Reynand, Aleta, dan Joshua sangat terkejut dengan perkataan pelayan itu.


Aleta tak percaya dengan ucapan pelayan itu, tidak mungkin orang tuanya berbuat seperti itu kepadanya. pelayan itu pun berani bersumpah, seketika Aleta syok dan hilang keseimbangan. Reynand yang melihat istrinya langsung menagkapnya dari arah belakang. Wajah Reynand manjadi khawatir.


Aleta tidak pernah menyangka bahwa orang tua dan adiknya yang melakukan semua ini. Betapa sedih dan sakit hatinya Aleta ketika mengetahui perbuatan ibu dan adiknya. Aleta berusaha tegar didepan Reynand, serta orang yang ada diruangan itu. Namun air matanya mangalir seketika. Ia benar- benar tidak kuat menahan tangisnya.


" Sayang, udah yah jangan nangis, nanti aku ikut sedih," ucap Reynand sambil mengusap- ngusap kepala Aleta.


" Tapi aku benar- benar kecewa sama mamah dan Sella, kenapa mereka begitu... hiks," ucap Aleta sambil menangis dan memeluk Reynand dengan erat.


Rasa benci Reynand kepada ibu angkat Aleta pun semakin besar, Joshua yang melihat Aleta juga ikut sedih. Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Aleta tidak menangis lagi. Reynand merasa lega melihat istrinya yang tidak begitu sedih.

__ADS_1


Lalu Reynand menyuruh Joshua untuk melaporkan ini semua kepada police. Karena Reynand tidak mau kejadian ini sampai terulang lagi kepada keluarganya. Para bodyguard Reynand dan Joshua pun membawa pelayan itu ke kantor police untuk menjadi sangsi atas kejahatan ibu angkat Aleta. Reynand menyuruh mereka untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapa- siapa.


Aleta duduk dikursi dengan ekspresi wajah yang lesu. Tiba- tiba ada satu bodyguard yang datang ke ruangan Reynand. Ia memberitahu Reynand bahwa bundanya memanggilnya.


" Maaf tuan, nyonya besar memanggil tuan," ucap bodyguard itu.


Reynand dan Aleta segera pergi dari ruangan itu. Sebelum mereka pergi keruang tamu, Reynand pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya terlebih dahulu, karena ada banyak bercak darah di bajunya.


Lalu ada pelayan yang melihat penampilan Reynand yang seperti itu membuatnya bertanya- tanya. Karena khawatir pelayan itu menghampiri Reynand.


" Tuan, ada apa dengan baju tuan, kenapa banyak sekali bercak darah seperti itu ?" tanya pelayan itu.


" I- ini bukan apa- apa bi," ucap Reynand.


" Itu hanya noda saus bi, jadi jangan terlalu dipikirkan," ucap Aleta.


Lalu Reynand dan Aleta masuk ke dalam kamar mereka, dan menutup pintu kamarnya. Reynand langsung memeluk Aleta yang masih dengan ekspresi wajah lesunya itu.


" Reynand, jangan peluk aku ih," ucap Aleta.


" Memangnya kenapa sayang ?" tanya Reynand sambil menyentuh pipi istrinya.


" Baju kamu ada darahnya, ganti baju dulu sana !" suruh Aleta.


" Iya- iya," ucap Reynand, langsung pergi ke arah lemari membuka bajunya begitu saja didepan istrinya.


Melihat suaminya yang seperti itu langsung menghampiri Reynand dan mendorongnya masuk ke kamar mandi. Aleta menyuruh suaminya untuk berganti baju di dalam kamar mandi saja.


Setelah masuk kedalam kamar mandi Aleta langsung menguncikan suaminya di dalam kamar mandi. Reynand pun mengetuk- ngetuk pintunya supaya Aleta membukakakn pintu kamar mandinya.


" Sayang, buka donk pintu kamar mandinya !" suruh Reynand sambil mengetuk pintunya.


" Ganti baju dulu, nanti baru aku bukain pintunya !" ucap Aleta.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2